Bismillahirrahmanirrahiim
Seringkali saya dahulu dikecohkan, bahwa kita harus menegakkan Hukum Allah di muka bumi. Ada ayatnya, memang. Tapi sayang beribu sayang, pengertian hukum Allah ditafsirkan sendiri, sehingga menjadi liar, dan tidak dikembalikan kpd Allah yaitu melalui QuranNya itu sendiri.
Jadilah Hukum Allah terkesan kejam, bengis, harus kasar sana sini, menghalalkan darah manusia sana sini, dan sebagainya.
Alhamdulilah, Allah selamatkan saya, untungnya belum pernah berbuat apapun, ikutan demo sana sini, ga pernah. Dan sekarang saya tidak ingin dikecohkan lagi dg pemahaman yang ternyata berbeda dengan Quran. Ketahuilah bahwa Hukum Allah itu lebih banyak bicara MEMAAFKAN itu LEBIH BAIK (ini yg jarang bahkan tidak pernah diteriakkan oleh sebagian ormas Islam).
Lihat ayat2Nya berikut ini :
وَلَمَن صَبَرَ وَغَفَرَ إِنَّ ذَٰلِكَ لَمِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ [٤٢:٤٣]
Tetapi orang yang bersabar dan MEMAAFKAN, sesungguhnya (perbuatan) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan.
إِن تُبْدُوا خَيْرًا أَوْ تُخْفُوهُ أَوْ تَعْفُوا عَن سُوءٍ فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ عَفُوًّا قَدِيرًا [٤:١٤٩]
Jika kamu melahirkan sesuatu kebaikan atau menyembunyikan atau MEMAAFKAN sesuatu kesalahan (orang lain), maka sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Kuasa.
خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ [٧:١٩٩]
Jadilah engkau PEMAAF dan suruhlah orang mengerjakan yang ma'ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh.
قُل لِّلَّذِينَ آمَنُوا يَغْفِرُوا لِلَّذِينَ لَا يَرْجُونَ أَيَّامَ اللَّهِ لِيَجْزِيَ قَوْمًا بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ [٤٥:١٤]
Katakanlah kepada orang-orang yang beriman hendaklah mereka MEMAAFKAN orang-orang yang tiada takut hari-hari Allah karena Dia akan membalas sesuatu kaum terhadap apa yang telah mereka kerjakan.
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللَّهِ لِنتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ ۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ [٣:١٥٩]
Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.
فَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ وَلَا تُطِعْ مِنْهُمْ آثِمًا أَوْ كَفُورًا [٧٦:٢٤]
Maka BERSABARLAH kamu untuk (melaksanakan) ketetapan Hukum Tuhanmu (AL Quran), dan janganlah kamu ikuti orang yang berdosa dan orang yang kafir di antar mereka.
Itulah HUKUM ALLAH / Al Quran yg wajib ditegakkan ke dalam diri tiap mukmin jika mengaku sebagai mukmin, adalah MEMAAFKAN. Itulah Jihad Fii Sabilillah yang sebenarnya, Jihad dalam BerQuran (QS 25:52), Jihadnya versi Allah swt, SABAR dan MEMAAFKAN, bukan Jihad versi sebagian manusia, yg berteriak2, menghina, mencemooh, bahkan memprovokasi terus menerus.
Wallahu a'lam (Allah yang lebih Mengetahui)
-----
Arief Wiryanto