إِنَّ هَٰذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا كَبِيرًا [١٧:٩]
Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu'min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar. ( Qs. 17 : 9 )
Fadlilah Kemuliaan ( ke-‘aziz-an )
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِالذِّكْرِ لَمَّا جَاءَهُمْ ۖ وَإِنَّهُ لَكِتَابٌ عَزِيزٌ [٤١:٤١]
Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari Al Quran ketika Al Quran itu disampaikan kepada mereka, (mereka itu pasti akan celaka), dan sesungguhnya Al Quran itu adalah Kitab yang mulia ( ‘Aziz ). ( Qs. Al-Fushshilat / 41 : 41 )
. فَلَمَّا جَاءَ أَمْرُنَا نَجَّيْنَا صَالِحًا وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ بِرَحْمَةٍ مِّنَّا وَمِنْ خِزْيِ يَوْمِئِذٍ ۗ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ الْقَوِيُّ الْعَزِيزُ [١١:٦٦]
Maka tatkala datang azab Kami, Kami selamatkan Shaleh beserta orang-orang yang beriman bersama dia dengan rahmat dari Kami dan dari kehinaan di hari itu. Sesungguhnya Rabbmu Dia-lah yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa ( Al-‘Aziz ). ( Qs. Hud / 11 : 66 )
.إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ [٢:٢٢٠]
Sesungguhnya Allah Maha Perkasa ( Al-‘Aziz ) lagi Maha Bijaksana. ( Qs. Al-Baqarah / 2 : 220 )
Renungkan baik-baik, Allah swt dalam Qs. 41 : 41 mensifati kitab-Nya dengan‘aziz ( mulia ) , sementara itu dalam Qs. 11 : 66 menyatakan bahwa Dia, Rabb-mu yang Maha Kuat itu juga Al-‘Aziz; dan dalam Qs. 2 : 220, Dia menegaskan bahwa Dia sesungguhnya Allah yang “Aziz itu juga Maha Bijaksana. Maka sesungguhnya, pernyataan Allah swt dalam tiga ( 3 ) ayat tersebut mengisyaratkan bahwa :
a. Al-Qur‘an adalah al-Kitab yang ‘aziz yang juga merupakan media limpahan curahan ke-‘aziz-an dari Allah yang “Aziiz ( Maha Mulia / Maha Perkasa ) lagi Maha Bijaksana dan sungguh al-Qur’an juga Kitab ‘aziz ( mulia ) disisi Allah yang Maha Perkasa / Maha Mulia ( ‘Aziiz ) lagi Maha Bijaksana.
b. Maka barang siapa menghendaki kemuliaan disisi Yang Maha Mulia ( ‘Aziiz ) hendaklah dia menyambut limpahan ke-‘aziz-an / kemuliaan-Nya dengan “ mengamalkan Kitab-Nya / al-Qur’an; tingkat ke-‘aziz-an / kemuliaan seseorang disisi Al-‘Aziiz tergantung intensitas seseorang dalam menyambut / melaksanakan / mengamalkan al-Qur’an.
Fadlilah Penuh Hikmah
الر ۚ تِلْكَ آيَاتُ الْكِتَابِ الْحَكِيمِ [١٠:١]
Alif laam raa. inilah ayat-ayat Al Quran yang mengandung hikmah.( Qs. Yunus / 10 : 1 )
وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ [٤:٢٦]
Dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana. ( Qs.An-Nisa / 4 : 26 )
Maka sesungguhnya, pernyataan Allah swt tersebut mengisyaratkan bahwa :
a. Al-Qur‘an adalah al-Kitab yang hakim ( penuh hikmah ) merupakan media limpahan curahan ke-hakim-an yang penuh hikmah dari Allah yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana dan sungguh al-Qur’an juga Kitab yang hakim ( penuh hikmah ) disisi Allah yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana ( Al-Hakim )
b. Maka barang siapa menghendaki hidup / kehidupannya penuh hikmah disisi Yang Mengetahui lagi Maha Bijaksana hendaklah dia menyambut limpahan hikmah-Nya dengan “ mengamalkan Kitab-Nya / al-Qur’an; tingkat hikmah yang dapat diraih seseorang disisi Al-Hakim tergantung intensitas seseorang dalam menyambut / melaksanakan / mengamalkan al-Qur’an.
Fadlilah Keagungan
وَلَقَدْ آتَيْنَاكَ سَبْعًا مِّنَ الْمَثَانِي وَالْقُرْآنَ الْعَظِيمَ [١٥:٨٧]
Dan sesungguhnya Kami telah berikan kepadamu tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang dan Al Quran yang agung ( Qs. Al-Hijr / 15 : 87 ).
لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۖ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ [٤٢:٤]
Kepunyaan-Nya-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. dan Dialah yang Maha Tinggi lagi Maha besar.( Qs.asy-Syuuraa / 42 : 4 )
Maka sesungguhnya, pernyataan Allah swt tersebut mengisyaratkan bahwa :
a. Al-Qur‘an adalah al-Kitab yang Agung, merupakan media limpahan curahan ke-agungan-an dari Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung / Besar dan sungguh al-Qur’an juga Kitab yang agung / besar disisi Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung / Besar
b. Maka barang siapa menghendaki hidup / kehidupannya penuh ke-agung-an disisi Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung hendaklah dia menyambut limpahan fadlilah / karunia-Nya dengan “ mengamalkan Kitab-Nya / al-Qur’an; tingkat ke-agungan yang dapat diraih seseorang disisi Al-‘Aliyyu Al-‘Azhim tergantung intensitas seseorang dalam menyambut / melaksanakan / mengamalkan al-Qur’an.
Fadlilah Karim ( Kemuliaan )
إِنَّهُ لَقُرْآنٌ كَرِيمٌ [٥٦:٧٧]
Sesungguhnya Al-Quran ini adalah bacaan yang sangat mulia, ( Qs. Al-Waaqiyah / 56 : 77 )
يَا أَيُّهَا الْإِنسَانُ مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ الْكَرِيمِ [٨٢:٦]
Hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Rabb-mu yang Maha Pemurah / Al-Karim .( Qs. Infithar / 82 : 6 )
Maka sesungguhnya, pernyataan Allah swt tersebut mengisyaratkan bahwa :
a. Al-Qur‘an adalah al-Kitab yang karim, merupakan media limpahan curahan ke-karim-an dari Rabb-mu yang Al-Karim dan dengan demikian sungguh al-Qur’an juga Kitab yang karim ( mulia ) disisi Allah, Rabb-mu yang Al-Karim ( Maha Mulia )
b. Maka barang siapa menghendaki hidup / kehidupannya penuh ke-mulia-an disisi Rabb Yang Maha Mulia hendaklah dia menyambut limpahan fadlilah-Nya dengan “ mengamalkan Kitab-Nya / al-Qur’an; tingkat kemulia-an yang dapat diraih seseorang disisi Rabb yang Al-Karim tergantung intensitas seseorang dalam menyambut / melaksanakan / mengamalkan al-Qur’an al-karim.
Fadlilah Majid ( Kemuliaan )
ق ۚ وَالْقُرْآنِ الْمَجِيدِ [٥٠:١]
Qaaf, demi Al Quran yang sangat mulia. ( Qs. Qaaf / 50 : 1 )
قَالُوا أَتَعْجَبِينَ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ ۖ رَحْمَتُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الْبَيْتِ ۚ إِنَّهُ حَمِيدٌ مَّجِيدٌ[١١:٧٣]
Para malaikat itu berkata: "Apakah kamu merasa heran tentang ketetapan Allah? (itu adalah) rahmat Allah dan keberkatan-Nya, dicurahkan atas kamu, hai ahlulbait! Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah." ( Qs. Hud / 11 : 73 )
Dua ayat tersebut mengandung petunjuk bahwa :
a. Al-Qur‘an adalah al-Kitab yang majid / terpuji / mulia, merupakan media limpahan curahan karunia / fadlilah ke-majid-an atau ke-terpuji-an dari Dia yang Hamid Majid dan dengan demikian sungguh al-Qur’an juga Kitab yangmajid ( terpuji ) disisi Allah, Dia yang Hamid lagi Majid
b. Maka barang siapa menghendaki hidup / kehidupannya penuh ke-terpuji-an disisi Dia yang Maha Terpuji ( Hamid ) lagi Maha Mulia ( Majid ) hendaklah dia menyambut limpahan fadlilah-Nya dengan “ mengamalkan Kitab-Nya / al-Qur’an; tingkat ke-majid-an yang dapat diraih seseorang disisi Allah yang Al-Hamid Al-Majid tergantung intensitas seseorang dalam menyambut / melaksanakan / mengamalkan al-Qur’an al-majid.
Fadlilah Hafid ( Keterpeliharaan )
قَدْ عَلِمْنَا مَا تَنقُصُ الْأَرْضُ مِنْهُمْ ۖ وَعِندَنَا كِتَابٌ حَفِيظٌ [٥٠:٤]
Sesungguhnya Kami telah mengetahui apa yang dihancurkan oleh bumi dari (tubuh-tubuh) mereka, dan pada sisi kamipun ada Kitab yang memelihara . ( Qs. Qaaf / 50 : 4 )
إِنَّ رَبِّي عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ حَفِيظٌ [١١:٥٧]
Sesungguhnya Rabb-ku adalah Maha pemelihara segala sesuatu.( Qs. Huud / 11 : 57 )
Dua ayat tersebut mengandung petunjuk bahwa :
a. Al-Qur‘an adalah al-Kitab yang hafith ( memelihara ), merupakan media limpahan curahan karunia / fadlilah ke-terpelihara-an dari Rabb yang Maha Pelihara segala sesuatu dan dengan demikian sungguh al-Qur’an juga Kitab yang hafizh ( terpelihara dan memelihara ) disisi Allah, Rabb yang Maha Pemelihara segala sesuatu ( Al-Hafizh )
b. Maka barang siapa menghendaki hidup / kehidupannya penuh terpelihara dari segala sesuatu yang menjauhkan dari Dia yang Al-Hafizh ( yang Maha Pemelihara segala sesuatu ) hendaklah dia menyambut limpahan fadlilah-Nya dengan “ mengamalkan Kitab-Nya / al-Qur’an; tingkat ke-terpelihara-an yang dapat diraih seseorang disisi Allah yang Al-Hafith tergantung intensitas seseorang dalam menyambut / melaksanakan / mengamalkan al-Qur’an, Kitabun Hafizhun.
Fadlilah Nur (Terang Benderang )
يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَكُم بُرْهَانٌ مِّن رَّبِّكُمْ وَأَنزَلْنَا إِلَيْكُمْ نُورًا مُّبِينًا [٤:١٧٤]
Hai manusia, Sesungguhnya Telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu. (Muhammad dengan mukjizatnya) dan Telah kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al Quran). ( Qs. An – Nisaa / 4 : 174 )
فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَالنُّورِ الَّذِي أَنزَلْنَا ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ [٦٤:٨]
Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-Nya dan kepada cahaya (Al-Quran) yang telah Kami turunkan. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.( Qs. At-Taghabun / 64 : 8 )
الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ عَهِدَ إِلَيْنَا أَلَّا نُؤْمِنَ لِرَسُولٍ حَتَّىٰ يَأْتِيَنَا بِقُرْبَانٍ تَأْكُلُهُ النَّارُ ۗ قُلْ قَدْجَاءَكُمْ رُسُلٌ مِّن قَبْلِي بِالْبَيِّنَاتِ وَبِالَّذِي قُلْتُمْ فَلِمَ قَتَلْتُمُوهُمْ إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ [٣:١٨٣]
Jika mereka mendustakan kamu, maka sesungguhnya rasul-rasul sebelum kamupun telah didustakan (pula), mereka membawa mukjizat-mukjizat yang nyata, Zabur dan Kitab Munir yang memberi penjelasan yang sempurna ( Qs. Ali Imran / 3 : 184 ).
اللَّهُ نُورُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ مَثَلُ نُورِهِ كَمِشْكَاةٍ فِيهَا مِصْبَاحٌ ۖ الْمِصْبَاحُ فِي زُجَاجَةٍ ۖالزُّجَاجَةُ كَأَنَّهَا كَوْكَبٌ دُرِّيٌّ يُوقَدُ مِن شَجَرَةٍ مُّبَارَكَةٍ زَيْتُونَةٍ لَّا شَرْقِيَّةٍ وَلَا غَرْبِيَّةٍ يَكَادُ زَيْتُهَا يُضِيءُ وَلَوْ لَمْ تَمْسَسْهُ نَارٌ ۚ نُّورٌ عَلَىٰ نُورٍ ۗ يَهْدِي اللَّهُ لِنُورِهِ مَن يَشَاءُ ۚ وَيَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ لِلنَّاسِ ۗ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ [٢٤:٣٥]
Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada Pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha mengetahui segala sesuatu. ( Qs. An-Nur / 24 : 35 )
وَكَذَٰلِكَ أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ رُوحًا مِّنْ أَمْرِنَا ۚ مَا كُنتَ تَدْرِي مَا الْكِتَابُ وَلَا الْإِيمَانُ وَلَٰكِن جَعَلْنَاهُ نُورًا نَّهْدِي بِهِ مَن نَّشَاءُ مِنْ عِبَادِنَا ۚ وَإِنَّكَ لَتَهْدِي إِلَىٰ صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ [٤٢:٥٢]
Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu wahyu / ruha (Al Quran) dengan perintah Kami. sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al Kitab (Al Quran) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi kami menjadikan Al Quran itu cahaya / Nur, yang Kami tunjuki dengan dia ( Nur / al-Qur’an / ruh ) siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. dan sesungguhnya kamu benar- benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus. ( Qs. Asy-Syura / 42 : 52 )
Jelas sekali empat ayat tersebut mengandung petunjuk bahwa :
a. Al-Qur‘an adalah yang disebut dengan / dijadikan Nur / Cahaya atau Kitabun Munirun / Kitab yang bercahaya terang benderang, merupakan media limpahan curahan karunia / fadlilah ke-tercahaya-an yang terang benderang dari Allah Pemberi / Sumber cahaya dan dengan demikian sungguh dengan al-Qur’an yang haq dan yang bathil menjadi jelas dan terang
b. Maka barang siapa menghendaki hidup / kehidupannya diterangi dengan dan dalam naungan cahaya diatas cahaya hendaklah dia menyambut limpahan fadlilah-Nya dengan “ mengamalkan Kitab-Nya / al-Qur’an / an-Nur; tingkat ke-tercahaya-an yang dapat diraih seseorang disisi Allah, Nur langit dan bumi tergantung intensitas seseorang dalam menyambut / melaksanakan / mengamalkan al-Qur’an, Kitabun Munirun.
Fadlilah ‘Aliyyu Hakim ( Tinggi lagi Sangat Penuh Hikmah )
إِنَّا جَعَلْنَاهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لَّعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ [٤٣:٣]
وَإِنَّهُ فِي أُمِّ الْكِتَابِ لَدَيْنَا لَعَلِيٌّ حَكِيمٌ [٤٣:٤]
Sesungguhnya kami menjadikan Al Quran dalam bahasa Arab supaya kamu memahami(nya). Dan Sesungguhnya Al Quran itu dalam Induk Al Kitab (Lauh Mahfuzh) di sisi Kami, adalah benar-benar Tinggi (nilainya) dan amat banyak mengandung hikmah.( Qs. Az-Zukhruf / 43 : 3 dan 4 )
وَمَا كَانَ لِبَشَرٍ أَن يُكَلِّمَهُ اللَّهُ إِلَّا وَحْيًا أَوْ مِن وَرَاءِ حِجَابٍ أَوْ يُرْسِلَ رَسُولًا فَيُوحِيَ بِإِذْنِهِ مَا يَشَاءُ ۚ إِنَّهُ عَلِيٌّ حَكِيمٌ [٤٢:٥١]
Dan tidak mungkin bagi seorang manusiapun bahwa Allah berkata-kata dengan dia kecuali dengan perantaraan wahyu atau dibelakang tabir atau dengan mengutus seorang utusan (malaikat) lalu diwahyukan kepadanya dengan seizin-Nya apa yang Dia kehendaki. sesungguhnya Dia Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana. ( Qs. Asy-Syuura / 42 : 51 )
Dapat diyakini dua ayat tersebut mengandung petunjuk bahwa :
a. Al-Qur‘an, yang disisi Allah swt sangat tinggi ( la ‘aliyy ) dan banyak mengandung hikmah ( hakim ), merupakan media limpahan curahan karunia / fadlilah hikmah yang mempunyai nilai sagat tinggi dari Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana
b. Maka barang siapa menghendaki hidup / kehidupannya mempunyai kedudukan yang tinggi dan penuh hikmah, hendaklah dia menyambut limpahan fadlilah-Nya dengan “ mengamalkan Kitab-Nya / al-Qur’an yang tinggi lagi penuh hikmah ( la ‘aliyyu hakim ) ; tingkat kedudukan dan hikmah yang dapat diraih seseorang disisi Allah, yang Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana tergantung intensitas seseorang dalam menyambut / melaksanakan / mengamalkan al-Qur’an, yang la ‘aliyyu hakim.
Fadlilah ‘Aliyyu Kabir ( Tinggi lagi Sangat Agung )
وَلَا تَنفَعُ الشَّفَاعَةُ عِندَهُ إِلَّا لِمَنْ أَذِنَ لَهُ ۚ حَتَّىٰ إِذَا فُزِّعَ عَن قُلُوبِهِمْ قَالُوا مَاذَا قَالَ رَبُّكُمْ ۖقَالُوا الْحَقَّ ۖ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيرُ [٣٤:٢٣]
Mereka berkata "apakah yang telah difirmankan oleh Rabb-mu?" mereka menjawab: (Perkataan) yang benar", dan dia ( perkataan / al-Qur’an ) itu maha tinggi lagi maha besar ( Qs. Saba’ / 34 : 23 )
ذَٰلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْحَقُّ وَأَنَّ مَا يَدْعُونَ مِن دُونِهِ الْبَاطِلُ وَأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيرُ[٣١:٣٠]
Demikianlah, karena sesungguhnya Allah, Dia-lah yang Haq dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain dari Allah itulah yang batil; dan sesungguhnya Allah Dialah yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.( Qs. Luqman / 31 : 30 )
Dua ayat tersebut mengandung petunjuk bahwa :
a. Al-Qur‘an, yang disisi Allah, Dia yang Maha Tinggi ( Al-‘Aliyyu ) lagi Maha Besar / Agung ( Al-Kabiir ), merupakan media limpahan curahan karunia / fadlilah hikmah yang mempunyai nilai sagat tinggi lagi mempunyai keagungan, dari Allah yang Maha Tinggi ( Al-‘Aliyyu ) lagi Maha Besar ( Al- Kabir )
b. Maka barang siapa menghendaki hidup / kehidupannya mempunyai kedudukan yang tinggi lagi agung disisi dan dalam pandangan Allah, Dia Al-‘Aliyyu Al- Kabir ( Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar ), hendaklah dia menyambut limpahan fadlilah-Nya dengan “ mengamalkan Kitab-Nya / al-Qur’an yang tinggi lagi agung; tingkat kedudukan dan keagungan yang dapat diraih seseorang disisi Allah, yang Maha Tinggi lagi Maha Besar tergantung intensitas seseorang dalam menyambut / melaksanakan / mengamalkan al-Qur’an, yang la ‘aliyyu kabir.
Fadlilah Haq ( Kebenaran Mutlaq )
وَإِنَّهُ لَحَقُّ الْيَقِينِ
"Dan sesungguhnya Al Quran itu benar-benar Haqq / kebenaran yang diyakini." QS Al Haqqah [69]:51
فَإِن كُنتَ فِي شَكٍّ مِّمَّا أَنزَلْنَا إِلَيْكَ فَاسْأَلِ الَّذِينَ يَقْرَءُونَ الْكِتَابَ مِن قَبْلِكَ ۚ لَقَدْ جَاءَكَ الْحَقُّ مِن رَّبِّكَ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِينَ [١٠:٩٤]
Maka jika kamu (Muhammad) berada dalam keragu-raguan tentang apa yang Kami turunkan kepadamu, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang membaca kitab sebelum kamu. Sesungguhnya telah datang kebenaran kepadamu dari Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-kali kamu temasuk orang-orang yang ragu-ragu. ( Qs. Yunus / 10 : 94 )
ذَٰلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْحَقُّ وَأَنَّهُ يُحْيِي الْمَوْتَىٰ وَأَنَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ [٢٢:٦]
Yang demikian itu, karena sesungguhnya Allah, Dialah yang Haq dan sesungguhnya Dialah yang menghidupkan segala yang mati dan sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu,( Qs. Al-Hajj / 22 : 6 )
فَذَٰلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمُ الْحَقُّ ۖ فَمَاذَا بَعْدَ الْحَقِّ إِلَّا الضَّلَالُ ۖ فَأَنَّىٰ تُصْرَفُونَ [١٠:٣٢]
Maka (Zat yang demikian) itulah Allah Rabb kamu yang sebenarnya; maka tidak ada sesudah kebenaran ( al-haqq ) itu, melainkan kesesatan ( adldlal ). Maka bagaimanakah kamu dipalingkan (dari kebenaran)?( Qs. Yunus / 10 : 32 )
Penegasan-penegasan Allah swt dalam tiga ayat tersebut mengandung petunjuk bahwa :
a. Al-Qur‘an, yang disisi Allah Al-Haq, adalah haq yang dengan demikian merupakan bagian kebenaran mutlak ( haqq ) dari Yang Maha Benar ( Al-Haq ) sekaligus merupakan media limpahan curahan karunia / fadlilah kebenaran ( hikmah, karunia dan segala sesuatu yang mempuyai nilai tinggi / benar / haq ) dari Allah yang Haqq ( Maha Tinggi lagi Maha Benar )
b. Maka barang siapa menghendaki hidup / kehidupannya mempunyai kedudukan / posisi / pada jalan yang haqq / benar , hendaklah dia menyambut limpahan fadlilah-Nya dengan “ mengamalkan Kitab-Nya / al-Qur’an / al-haqq yang tinggi lagi penuh hikmah; tingkat kedudukan yang dapat diraih seseorang disisi Allah, yang Al-Haqq ( Maha Benar ) tergantung intensitas seseorang dalam menyambut / melaksanakan / mengamalkan al-Qur’an, al-haqq.
Fadlilah Rahmatan lil ‘alamin
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ [٢١:١٠٧]
Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.( Qs. Al-Anbiya / 21 : 107 )
Dapat diyakini ayat tersebut mengandung petunjuk bahwa, barang siapa menghendaki hidup / kehidupannya penuh dengan rahmat dari Allah swt , hendaklah dia menyambut limpahan fadlilah-Nya dengan “ mengamalkan Kitab-Nya / al-Qur’an yang merupakan rahmatan lil ‘alamini lagi penuh hikmah ; tingkat terpenuhi rahmat dan hikmah yang dapat diraih seseorang disisi Allah, yang Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana tergantung intensitas seseorang dalam menyambut / melaksanakan / mengamalkan al-Qur’an, yang rahmatan lil ‘alamin.
Fadlilah Bashirah
قَدْ جَاءَكُم بَصَائِرُ مِن رَّبِّكُمْ ۖ فَمَنْ أَبْصَرَ فَلِنَفْسِهِ ۖ وَمَنْ عَمِيَ فَعَلَيْهَا ۚ وَمَا أَنَا عَلَيْكُمبِحَفِيظٍ [٦:١٠٤]
Sesungguhnya telah datang dari Rabb-mu bukti-bukti yang terang; maka barangsiapa melihat (kebenaran itu), maka (manfaatnya) bagi dirinya sendiri; dan barangsiapa buta (tidak melihat kebenaran itu), maka kemudharatannya kembali kepadanya.. ( Qs. Al-An’am / 6 : 104 )
وَلَقَدْ آتَيْنَا مُوسَى الْكِتَابَ مِن بَعْدِ مَا أَهْلَكْنَا الْقُرُونَ الْأُولَىٰ بَصَائِرَ لِلنَّاسِ وَهُدًى وَرَحْمَةً لَّعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ [٢٨:٤٣]
Pelita bagi manusia dan petunjuk dan rahmat, agar mereka ingat. ( Qs. Al-Qashash / 28 : 43 )
هَٰذَا بَصَائِرُ لِلنَّاسِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِّقَوْمٍ يُوقِنُونَ [٤٥:٢٠]
Al Quran ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini.( Qs. Al-Jaatsiyat / 45 : 20 )
ذَٰلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ يُولِجُ اللَّيْلَ فِي النَّهَارِ وَيُولِجُ النَّهَارَ فِي اللَّيْلِ وَأَنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ بَصِيرٌ [٢٢:٦١]
Yang demikian itu, adalah Karena Sesungguhnya Allah (kuasa) memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan bahwasanya Allah Maha mendengar lagi Maha Melihat (Samii’u Bashiir ) .( Qs.al-Hajj / 22 : 61 )
Dapat diyakini empat ayat tersebut mengandung penegasan bahwa, barang siapa menghendaki hidup / kehidupannya dalam naungan pelita / pedoman yang benar / mengandung unsur bashirah dari Allah Samii’u Bashiir dan penuh hikmah, hendaklah dia menyambut limpahan fadlilah-Nya dengan “ mengamalkan Kitab-Nya / al-Qur’an / bashaairu yang tinggi lagi penuh hikmah; tingkat ketajaman pandangannya dalam kehidupannya ( dalam mengenali yang haqq dan yang bathil ) dan hikmah yang dapat diraih seseorang disisi Allah, yang Samii’u Bashiir ( Maha Mendengan lagi Maha Melihat ) tergantung intensitas seseorang dalam menyambut / melaksanakan / mengamalkan al-Qur’an / bashaairu.
Fadlilah Huda wa Rahmah
أَوْ تَقُولُوا لَوْ أَنَّا أُنزِلَ عَلَيْنَا الْكِتَابُ لَكُنَّا أَهْدَىٰ مِنْهُمْ ۚ فَقَدْ جَاءَكُم بَيِّنَةٌ مِّن رَّبِّكُمْ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ ۚ فَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّن كَذَّبَ بِآيَاتِ اللَّهِ وَصَدَفَ عَنْهَا ۗ سَنَجْزِي الَّذِينَ يَصْدِفُونَ عَنْ آيَاتِنَا سُوءَ الْعَذَابِ بِمَا كَانُوا يَصْدِفُونَ [٦:١٥٧]
Sesungguhnya telah datang kepada kamu keterangan yang nyata dari Rabb-mu, petunjuk dan rahmat, maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mendustakan ayat-ayat Allah dan berpaling daripadanya?. ( Qs. Al-An’am / 6 : 157 )
لَقَدْ كَانَ فِي قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِّأُولِي الْأَلْبَابِ ۗ مَا كَانَ حَدِيثًا يُفْتَرَىٰ وَلَٰكِن تَصْدِيقَ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ وَتَفْصِيلَ كُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً لِّقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ [١٢:١١١]
Dan ( al-Qur’an ) itu menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.( Qs. Yusuf / 12 : 111 )
الَّذِينَ كَفَرُوا وَصَدُّوا عَن سَبِيلِ اللَّهِ زِدْنَاهُمْ عَذَابًا فَوْقَ الْعَذَابِ بِمَا كَانُوا يُفْسِدُونَ[١٦:٨٨]
Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.( Qs. An-Nahl / 16 : 89 )
وَلِيَعْلَمَ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِن رَّبِّكَ فَيُؤْمِنُوا بِهِ فَتُخْبِتَ لَهُ قُلُوبُهُمْ ۗ وَإِنَّ اللَّهَ لَهَادِ الَّذِينَ آمَنُوا إِلَىٰ صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ [٢٢:٥٤]
Dan agar orang-orang yang telah diberi ilmu, meyakini bahwasanya Al Quran iItulah yang hak dariRabb-mu lalu mereka beriman dan tunduk hati mereka kepadanya dan Sesungguhnya Allah adalah Pemberi petunjuk ( Al-Hadi ) bagi orang-orang yang beriman kepada jalan yang lurus.( Qs. Al-Hajj / 22 : 54 )
Dapat diyakini penegasan-penegasan Allah swt tersebut mengandung petunjuk bahwa :
a. Al-Qur‘an, yang disisi Allah, Al-Hadi ( Pemberi petunjuk ) sangat tinggi, dan merupakan petunjuk yang banyak / penuh dengan rahmah serta banyak mengandung hikmah, merupakan media limpahan curahan petunuk yang penuh rahmah yang mengandung penuh fadlilah / keutamaan / karunia dari Allah yang Maha Pemberi petunjuk ( Al-Hadi )
b. Maka barang siapa menghendaki hidup / kehidupannya selalu dalam petunjuk dan penuh rahmah serta penuh hikmah, hendaklah dia menyambut limpahan fadlilah-Nya dengan “ mengamalkan Kitab-Nya / al-Qur’an ; adapun petunjuk dan rahmah yang dapat diraih seseorang disisi Allah, yang Maha Pemberi petunjuk tergantung intensitas seseorang dalam menyambut / melaksanakan / mengamalkan al-Qur’an.
Fadlilah Syifa dan Rahmah
يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُم مَّوْعِظَةٌ مِّن رَّبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِّمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ [١٠:٥٧]
Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Rabb-mu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.( Qs. Yunus / 10 : 57 )
وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا [١٧:٨٢]
Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian ( Qs. Al-Israa’ / 17 : 82 ).
Dapat diyakini dua ayat tersebut mengandung petunjuk bahwa, barang siapa menghendaki hidup / kehidupannya selalu dalam perlindungan dari segala macam penyakit dan penuh rahmah lagi penuh hikmah, hendaklah dia menyambut limpahan fadlilah-Nya dengan “ mengamalkan Kitab-Nya / al-Qur’an yang Sifaa-un dan Rahmah ; itu semua dapat dicapai tergantung intensitas seseorang dalam menyambut / melaksanakan / mengamalkan al-Qur’an, yang Syifaa-un dan Rahmah.
Fadlilah Penuh Berkah
وَهَٰذَا كِتَابٌ أَنزَلْنَاهُ مُبَارَكٌ مُّصَدِّقُ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ وَلِتُنذِرَ أُمَّ الْقُرَىٰ وَمَنْ حَوْلَهَا ۚ وَالَّذِينَيُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ يُؤْمِنُونَ بِهِ ۖ وَهُمْ عَلَىٰ صَلَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ [٦:٩٢]
Dan Ini (Al Quran) adalah Kitab yang telah Kami turunkan yang diberkahi; membenarkan kitab-kitab yang (diturunkan) sebelumnya dan agar kamu memberi peringatan kepada (penduduk) ummul Qura (Mekah) dan orang-orang yang di luar lingkungannya. orang-orang yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat tentu beriman kepadanya (Al Quran) dan mereka selalu memelihara sembahyangnya.( Qs. Al-An’am / 6 : 92 )
Ayat tersebut mengandung petunjuk bahwa, barang siapa menghendaki hidup / kehidupannya penuh berkah dan penuh hikmah, hendaklah dia menyambut limpahan fadlilah / karunia-Nya dengan “ mengamalkan Kitab-Nya / al-Qur’an yang diberkahi lagi penuh hikmah; tingkat keberkahan dan hikmah yang dapat diraih seseorang disisi Allah, yang Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana tergantung intensitas seseorang dalam menyambut / melaksanakan / mengamalkan al-Qur’an, yang penuh berkah.
Fadlilah yang mengeluarkan dari Gelap kepada Terang
الر ۚ كِتَابٌ أَنزَلْنَاهُ إِلَيْكَ لِتُخْرِجَ النَّاسَ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِ رَبِّهِمْ إِلَىٰ صِرَاطِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ [١٤:١]
Alif, laam raa. (Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Rabb mereka, (yaitu) menuju jalan Rabb yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji.( Qs. Ibrahim / 14 : 1 )
Dapat diyakini ayat tersebut mengandung petunjuk bahwa,
Maka barang siapa menghendaki hidup / kehidupannya dalam naungan cahaya yang terang benderang ( tidak dalam kegelapan ) penuh hikmah lagi penuh berkah, hendaklah dia menyambut limpahan fadlilah / karunia-Nya dengan “ mengamalkan Kitab-Nya / al-Qur’an; posisi atau kedudukan dalam naungan cahaya yang terang benderang dan penuh hikmah lagi penuh berkah yang dapat diraih seseorang disisi Allah, yang Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana tergantung intensitas seseorang dalam menyambut / melaksanakan / mengamalkan al-Qur’an.
Fadlilah Penuh Keindahan ( al-husna )
وَصَدَّقَ بِالْحُسْنَىٰ [٩٢:٦]
Dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (syurga), ( Qs. Al-Lail / 92 : 6 )
Ayat tersebut mengandung petunjuk bahwa :
Barang siapa yang mengamalkan Kitab-Nya / al-Qur’an yang tinggi lagi penuh hikmah berarti sesungguhnya dia telah membenarkan ( shaddaqa ) apa yang Allah katakana dan janjikan; tingkat kedudukan ke-siddiq-an yang dapat diraih seseorang disisi Allah, yang Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana tergantung intensitas seseorang dalam menyambut / melaksanakan / mengamalkan al-Qur’an, yang la ‘aliyyu hakim.
Fadlilah Bimbingan Paling Lurus
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَنزَلَ عَلَىٰ عَبْدِهِ الْكِتَابَ وَلَمْ يَجْعَل لَّهُ عِوَجًا ۜ [١٨:١]
قَيِّمًا لِّيُنذِرَ بَأْسًا شَدِيدًا مِّن لَّدُنْهُ وَيُبَشِّرَ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا حَسَنًا [١٨:٢]
Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya Al Kitab (Al-Quran) dan dia tidak mengadakan kebengkokan di dalamnya; Sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan siksaan yang sangat pedih dari sisi Allah dan memberi berita gembira kepada orang-orang yang beriman, yang mengerjakan amal saleh, bahwa mereka akan mendapat pembalasan yang baik,( Qs. Al-Kahfi / 18 : 1 dan 2 )
إِنَّ هَٰذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْأَجْرًا كَبِيرًا [١٧:٩]
Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu'min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar, ( Qs. Al-Israa’ / 17 : 9 )
Dapat dipahami dari ayat tersebut mengandung petunjuk bahwa, barang siapa menghendaki hidup / kehidupannya selalu dalam bimbingan dan petunjuk , hendaklah dia menyambut limpahan fadlilah / karunia-Nya dengan “ mengamalkan Kitab-Nya / al-Qur’an.
Fadlilah Petunjuk Sebenarnya
وَلَن تَرْضَىٰ عَنكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ ۗ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَىٰ ۗوَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُم بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ ۙ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِن وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ[٢:١٢٠]
Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)". dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.( Qs. Al-Baqarah / 2 : 120 )
قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَىٰ ۖ وَأُمِرْنَا لِنُسْلِمَ لِرَبِّ الْعَالَمِينَ [٦:٧١]
Katakanlah:"Sesungguhnya petunjuk Allah itulah (yang sebenarnya) petunjuk; dan kita disuruh agar menyerahkan diri kepada Rabb semesta Alam,( Qs. Al-An’am / 6 : 71 )
Dapat diyakini dua ayat tersebut mengandung petunjuk bahwa, barang siapa menghendaki hidup / kehidupannya selalu dalam petunjuk yang sebenar-benar pentunjuk dan penuh hikmah lagi penuh berkah, hendaklah dia menyambut limpahan fadlilah / karunia-Nya dengan “ mengamalkan Kitab-Nya / al-Qur’an
Fadlilah Kemuliaan, Ktinggian dan Kesucian
فِي صُحُفٍ مُّكَرَّمَةٍ [٨٠:١٣]
مَّرْفُوعَةٍ مُّطَهَّرَةٍ [٨٠:١٤]
Di dalam kitab-kitab yang dimuliakan, yang ditinggikan lagi disucikan,( Qs. ‘Abasa / 80 : 13 dan 14 )
Ayat tersebut mengandung petunjuk bahwa, barang siapa menghendaki hidup / kehidupannya mempunyai kedudukan yang mulia, tinggi dan suci lagi penuh hikmah dan berkah, hendaklah dia menyambut limpahan fadlilah / karunia-Nya dengan “ mengamalkan Kitab-Nya / al-Qur’an yang dimuliakan,ditinggikan dan disucikan, lagi penuh hikmah dan penuh berkah ; tingkat kedudukan yang dapat diraih seseorang disisi Allah, yang Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana tergantung intensitas seseorang dalam menyambut / melaksanakan / mengamalkan al-Qur’an, yang dimuliakan, ditinggikan dan disucikan.
Fadlilah Keni’matan yang Sempurna
الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا
Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu..( Qs. Al-Maaidah / 5 : 3 )
وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ [٩٣:١١]
Dan terhadap nikmat Rabb-mu, maka hendaklah kamu siarkan.( Qs. Ad-Dluha / 93 : 11 )
Dapat diyakini dua ayat tersebut mengandung petunjuk bahwa, barang siapa menghendaki hidup / kehidupannya yang penuh dengan keni’matan serta diridlai, hendaklah dia menyambut limpahan fadlilah / karunia-Nya dengan “ mengamalkan Kitab-Nya / al-Qur’an ; tingkat keni’matan dan keridlaan yang dapat diraih seseorang disisi Allah, yang Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana tergantung intensitas seseorang dalam menyambut / melaksanakan / mengamalkan al-Qur’an.
Fadlilah Kekuatan, Kedudukan Tinggi, Ditaati dan Dipercaya di ‘Arsy
إِنَّهُ لَقَوْلُ رَسُولٍ كَرِيمٍ [٨١:١٩]
ذِي قُوَّةٍ عِندَ ذِي الْعَرْشِ مَكِينٍ [٨١:٢٠]
مُّطَاعٍ ثَمَّ أَمِينٍ [٨١:٢١]
Sesungguhnya Al Qur'an itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia , yang mempunyai kekuatan, yang mempunyai kedudukan tinggi di sisi Allah yang mempunyai 'Arsy, yang ditaati di sana (di alam malaikat) lagi dipercaya.( Qs. At-Takwir / 81 : 19, 20 dan 21 )
Ayat tersebut mengandung petunjuk bahwa, barang siapa “ mengamalkan Kitab-Nya / al-Qur’an sesungguhnya dia melakukan amalan-amalan yang mulia, yang mempunyai kekuatan, yang mempunyai kedudukan tinggi, ditaati dan amalan – amalan yang terpercaya lagi penuh hikmah dan berkah.
Fadlilah Dzikir yang Agung
Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. dan sesungguhnya mengingat Allah ( al-Qur’an / shalat ) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. ( Qs. Al-Ankabut / 29 : 45 )
Ayat tersebut meng-isyaratkan bahwa, barang siapa “ mengamalkan Kitab-Nya / al-Qur’an sesungguhnya dia telah melakukan amalan-amalan “ dzikir yang agung “yang dapat mencegahnya dari perbuatan keji
Fadlilah Dzikir Penenang
الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ [١٣:٢٨]
(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah ( al-Qur’an ). Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah ( al-Qur’an ) hati menjadi tenteram. ( Qs. Ar-Ra’d / 13 : 28 )
Ayat tersebut memberi petunjuk yang sangat jelas bahwa, barang siapa menghendaki hidup / kehidupannya yang tenang / tenteram maka hendaklah dia mengamalkan Kitab-Nya / al-Qur’an; tingkat ketenangan / ketenteraman yang dapat diraih seseorang tergantung intensitas seseorang dalam menyambut / melaksanakan / mengamalkan al-Qur’an.
Fadlilah Lain
وَلَوْ أَنَّ قُرْآنًا سُيِّرَتْ بِهِ الْجِبَالُ أَوْ قُطِّعَتْ بِهِ الْأَرْضُ أَوْ كُلِّمَ بِهِ الْمَوْتَىٰ
Dan sekiranya ada suatu bacaan (Kitab suci) yang dengan bacaan itu gunung-gunung dapat digoncangkan atau bumi jadi terbelah atau oleh karenanya orang-orang yang sudah mati dapat berbicara, (tentulah Al Quran itulah dia). ( Qs. Ar-Ra’d / 13 : 31 )
لَوْ أَنزَلْنَا هَٰذَا الْقُرْآنَ عَلَىٰ جَبَلٍ لَّرَأَيْتَهُ خَاشِعًا مُّتَصَدِّعًا مِّنْ خَشْيَةِ اللَّهِ ۚ وَتِلْكَ الْأَمْثَالُنَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ [٥٩:٢١]
Kalau sekiranya kami turunkan Al-Quran ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah. dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir.( Qs. Al-Hasyr / 59 : 21 )
إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ [١٥:٩]
Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya[793].( Qs. Al-Hijr / 15 : 9 )
وَمَا كَانَ لِبَشَرٍ أَن يُكَلِّمَهُ اللَّهُ إِلَّا وَحْيًا أَوْ مِن وَرَاءِ حِجَابٍ أَوْ يُرْسِلَ رَسُولًا فَيُوحِيَ بِإِذْنِهِ مَا يَشَاءُ ۚ إِنَّهُ عَلِيٌّ حَكِيمٌ [٤٢:٥١]
Dan tidak mungkin bagi seorang manusiapun bahwa Allah berkata-kata dengan dia kecuali dengan perantaraan wahyu atau dibelakang tabir atau dengan mengutus seorang utusan (malaikat) lalu diwahyukan kepadanya dengan seizin-Nya apa yang dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana.( Qs. Asy-Syuura/ 42 : 51 )
وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا [٦٥:٢]
Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya dia akan mengadakan baginya jalan keluar.( Qs. Ath-Thalaq / 65 : 2 )
وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.( Qs. Ath-Thalaaq / 65 : 3 )
وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا [٦٥:٤]
dan barang -siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.( Qs. Ath-Thalaaq / 65 : 4 )
وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يُكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّئَاتِهِ وَيُعْظِمْ لَهُ أَجْرًا [٦٥:٥]
Itulah perintah Allah yang diturunkan-Nya kepada kamu, dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan akan melipat gandakan pahala baginya.( Qs. Ath-Thalaaq / 65 : 5 )
وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ [٢:١٨٩]
dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung. ( Qs. Al-Baqarah / 2 : 189 )
وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ [٢:١٩٤]
bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah, bahwa Allah beserta orang-orang yang bertakwa.( Qs. Al-Baqarah / 2 : 194 )
وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ وَيُعَلِّمُكُمُ اللَّهُ ۗ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ [٢:٢٨٢]
dan bertakwalah kepada Allah; Allah mengajarmu; dan Allah Maha mengetahui segala sesuatu.( Qs. Al-Baqarah / 2 : 282 )
وَهَٰذَا كِتَابٌ أَنزَلْنَاهُ مُبَارَكٌ فَاتَّبِعُوهُ وَاتَّقُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ [٦:١٥٥]
Dan Al-Quran itu adalah Kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat.( Qs. Al-An’aam / 6 : 155 )
بَلَىٰ مَنْ أَوْفَىٰ بِعَهْدِهِ وَاتَّقَىٰ فَإِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَّقِينَ [٣:٧٦]
(bukan demikian), sebenarnya siapa yang menepati janji (yang dibuat)nya dan bertakwa, maka sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa.( Qs. Ali-Imran / 3 : 76 )
وَسَارِعُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ [٣:١٣٣]
Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Rabb-mu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,( Qs. Ali-Imran / 3 : 133 )
إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ [١٥:٤٥]
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam surga (taman-taman) dan (di dekat) mata air-mata air (yang mengalir).( Qs. Al-Hijr / 15 : 45 )
وَاللَّهُ وَلِيُّ الْمُتَّقِينَ [٤٥:١٩]
Allah adalah pelindung orang-orang yang bertakwa.( Qs. Al-Jaatsiyah / 45 : 19 )
وَيُنَزِّلُ عَلَيْكُم مِّنَ السَّمَاءِ مَاءً لِّيُطَهِّرَكُم بِهِ وَيُذْهِبَ عَنكُمْ رِجْزَ الشَّيْطَانِ وَلِيَرْبِطَ عَلَىٰ قُلُوبِكُمْ وَيُثَبِّتَ بِهِ الْأَقْدَامَ [٨:١١]
dan Allah menurunkan kepadamu MA / AIR / AL-QUR’AN dari langit untuk mensucikan kamu dengan hujan itu dan menghilangkan dari kamu gangguan-gangguan syaitan dan untuk menguatkan hatimu dan mesmperteguh dengannya telapak kaki(mu) ( Qs. Al-Anfaal / 8 : 11 ).
Tidak datang kepadanya ( al-Qur’an ) Kebathilan
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِالذِّكْرِ لَمَّا جَاءَهُمْ ۖ وَإِنَّهُ لَكِتَابٌ عَزِيزٌ [٤١:٤١]
لَّا يَأْتِيهِ الْبَاطِلُ مِن بَيْنِ يَدَيْهِ وَلَا مِنْ خَلْفِهِ ۖ تَنزِيلٌ مِّنْ حَكِيمٍ حَمِيدٍ [٤١:٤٢]
Dan sesungguhnya Al Quran itu adalah Kitab yang mulia, yang tidak datang kepadanya (Al Quran) kebatilan baik dari depan maupun dari belakangnya, yang diturunkan dari Rabb yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji. ( Qs. 41 : 41, 42 )
Dapat diresume bahwa fadlilah / karunia / keutamaan – keutamaan lainnya dari pengamalan al-Qur’an sebagaimana diungkapkan oleh ayat-ayat tersebut, adalah:
a. Amalan qur’ani adalah amalan yang dahsyat, yang kedahsyatannya digambarkan dengan kedahsyatan dari kitab yang diamalkan, yaitu bacaan (Kitab suci) yang dengan bacaan itu gunung-gunung dapat digoncangkan atau bumi jadi terbelah atau oleh karenanya orang-orang yang sudah mati dapat berbicara
b. Kehebatan amalan qur’ani juga dilukiskan dengan kedahsyatan Al-Quran yang bias membuat gunung, terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah
c. Allah, sesungguhnya benar-benar akan memeliharanya pengamal al-Quran
d. Amalan qur’ani sesungguhnya merupakan bahasa gerak dalam komunikasi dengan Allah
e. Dengan amalan qur’ani Allah niscaya akan mengadakan baginya jalan keluar
f. Allah swt akan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya
g. Niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya
h. Allah, niscaya akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan akan melipat gandakan pahala baginya
i. Dengan mengamalkan al-Qur’an niscaya dia termasuk orang beruntung
j. Bahwa Allah beserta orang-orang yang mengamalkan al-Qur’an
k. Allah akan selalu mengajarmu;
l. Allah akan mencurahkan rahmat-Nya
m. Allah menyukai orang-orang yang mengamalkan Qur’an
n. Surga yang luasnya seluas langit dan bumi disediakan untuk yang mengamalkan al-Qur’an.
o. Orang-orang yang mengamalkan al-Qur’an itu berada dalam surga
p. Allah menjadi pelindungnya
q. Allah akan mensucikan kamu, menghilangkan dari kamu gangguan-gangguan syaitan dan untuk menguatkan hatimu dan mesmperteguh iman .
Pentingnya Fadlilah
ثُمَّ تَوَلَّيْتُم مِّن بَعْدِ ذَٰلِكَ ۖ فَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ لَكُنتُم مِّنَ الْخَاسِرِينَ [٢:٦٤]
Maka kalau tidak ada karunia / fadlilah Allah dan rahmatNya atasmu, niscaya kamu tergolong orang yang rugi. ( al-Baqarah / 2 : 64 )
وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ لَاتَّبَعْتُمُ الشَّيْطَانَ إِلَّا قَلِيلًا [٤:٨٣]
kalau tidaklah karena karunia dan rahmat Allah kepada kamu, tentulah kamu mengikuti syaitan, kecuali sebahagian kecil saja (di antaramu).( an-Nisa’ / 4 : 83 )
وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ مَا زَكَىٰ مِنكُم مِّنْ أَحَدٍ أَبَدًا وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يُزَكِّي مَن يَشَاءُ ۗوَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ [٢٤:٢١]
sekiranya tidaklah karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorangpun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. dan Allah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.( Qs. An-Nuur / 24 : 21 )
وَاللَّهُ يَخْتَصُّ بِرَحْمَتِهِ مَن يَشَاءُ ۚ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ [٢:١٠٥]
dan Allah menentukan siapa yang dikehendaki-Nya (untuk diberi) rahmat-Nya dan Allah mempunyai karunia yang besar.( Qs. Al-Baqarah / 2 : 105 )
قُلْ إِنَّ الْفَضْلَ بِيَدِ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَن يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ [٣:٧٣]
Katakanlah: "Sesungguhnya karunia itu di tangan Allah, Allah memberikan karunia-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha luas karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui";( Qs. Ali-Imran / 3 : 73 )