Nabi Ibrahim Menghancurkan Patung (tidak saja) Menghancurkan Patung, Lalu kenapa Nabi Sulaiman Malah Membuat Patung ?
Kali ini ada dua contoh sikap dari dua Nabi terhadap patung, Nabi Ibrahim menghancurkan patung, tapi Nabi Sulaiman malah membuat patung-patung. Seolah-olah terjadi pertentangan antar keduanya, lalu bagaimana sikap kita ?
Silakan simak sampai tuntas, agar kita mengerti apa yang dipikirkan oleh Nabi Ibrahim.
Dalam Quran Surat Al-Anbiya ayat 52 dan 58.
"(Ingatlah), ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya: "Patung-patung apakah ini yang kamu tekun beribadat kepadanya?"
Maka Ibrahim membuat berhala-berhala (patung-patung) itu hancur berpotong-potong, kecuali yang terbesar dari patung-patung yang lain; agar mereka kembali kepadanya."
Singkat cerita, ketika Nabi Ibrahim telah menghancurkan patung-patung tersebut, dihadapkanlah beliau kepada raja setempat untuk diadili. Kita lihat perdebatan antara raja dengan beliau yang mencerminkan kehebatan Nabi Ibrahim, di dalam Quran Surat Al-Baqarah ayat 258.
"Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang mendebat Ibrahim tentang Tuhannya (Allah) karena Allah telah memberikan kepada orang itu pemerintahan (kekuasaan). Ketika Ibrahim mengatakan: "Tuhanku ialah Yang menghidupkan dan mematikan," orang itu berkata: "Saya dapat menghidupkan dan mematikan". Ibrahim berkata: "Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah dia dari barat," lalu terdiamlah orang kafir itu; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. "
Dari ayat tersebut, mengapa sang raja yang mengaku sebagai Tuhan, tapi Nabi Ibrahim koq malah menghancurkan patung, bukan menghancurkan sang raja ?
Coba kita hubungkan ayat-ayat yang telah disebutkan dan sejarah manusia dalam pembuatan patung. Umumnya jaman dahulu, orang-orang membuat patung karena ingin mengabadikan penguasa atau raja mereka. Dan raja pun menginginkan agar patung-patung yang menggambarkan dirinya itu dibuat sebanyak-banyaknya dan disebar di seantero kerajaan atau kekuasaannya. Kita masih bisa melihat contohnya yang sampai sekarang masih ada, di antaranya adalah Patung-patung Firaun Ramses II di Mesir. Patung-patung Ramses II dibuat sangat besar, dan disebar di seantero kerajaan Firaun saat itu.
Dengan patung-patung seperti itu, rakyatnya Ramses II agar takut dan ingat akan Ramses II, sehingga tidak akan berani memberontak kepadanya. Ramses II dengan strategi menakut-nakuti rakyatnya maka rakyatnya akan tunduk dan mau membangun peradaban buat dirinya saja. Misal membangun banyak patung-patung dan kuil-kuil pemujaan terhadap Ramses II.
Nah kembali ke jaman Nabi Ibrahim, menurut kami, patung-patung yang dihancurkan oleh Nabi Ibrahim adalah patung yang menggambarkan sosok sang raja, sebagaimana patung yang dibangun oleh Firaun Ramses II.
Diingatkan kembali oleh Nabi Ibrahim bahwa hakikatnya patung-patung tersebut tidak dapat melihat, tidak dapat mendengar bahkan tidak dapat berbicara, kenapa rakyat jadi takut terhadap patung walau patung itu menggambarkan sosok sang raja ? Dan diingatkan juga oleh Nabi Ibrahim kepada rakyat raja tersebut, kenapa pula takut terhadap raja, mau saja menuruti semua keinginannya. Dia raja adalah seorang manusia juga yang tidak dapat menghidupkan dan mematikan seseorang, dan bahkan tidak bisa memelihara keberlangsungan alam yang melingkupi kehidupan manusia, seperti tidak dapat menghadirkan matahari di siang hari agar manusia dapat beraktifitas, dan menenggelamkan matahari sehingga manusia bisa beristirahat.
Mari kita simak penjelasan Nabi Ibrahim dalam Quran Surat Al-Anbiya ayat 66 :
"Ibrahim berkata: Maka mengapakah kamu menyembah (tunduk secara totalitas) kepada selain Allah, sesuatu yang tidak dapat memberi manfaat sedikitpun dan tidak (pula) memberi mudharat kepada kamu?"
Raja atau Tokoh dan juga patung-patungnya itu tidak bisa memberi manfaat kepada rakyatnya, justru rakyatnya yang harus memberikan manfaat kepada sang raja dan juga patung-patungnya itu.
Raja atau Tokoh dan juga patung-patungnya itu tidak bisa memberikan mudharat kepada rakyatnya, justru rakyatnya yang harus mencegah kemudharatan kepada rajanya, misal jika raja dimusuhi dan diperangi oleh kerajaan-kerajaan lain, rakyat harus rela mati untuk membela rajanya. Dan patung-patungnya sang raja itu juga harus dirawat oleh rakyatnya.
Lalu Nabi Ibrahim mengingatkan bahwa yang bisa memberikan manfaat kepada siapapun adalah Tuhan yang menciptakan dan memelihara sang raja dan rakyatnya. Dia, Tuhan Pencipta Alam Semesta itulah yang memberi makan dan minum kepada semua. Jika ada yang sakit, disembuhkan oleh Tuhan.
Argumen-argumen Nabi Ibrahim yang merupakan cerminan kecerdasan Nabi Ibrahim inilah yang diceritakan oleh Allah dalam Quran Surat As-Syuaro ayat 78 sampai 80.
Apakah yang selain Allah walau sang raja tadi, dapat menyediakan semua fasilitas seperti itu ? Tentu tidak, karena itu Nabi Ibrahim menghancurkan simbol-simbol sang raja yang saat itu berupa patung-patung.