Setelah berkali-kali puasa selama hidup ini, kurang lebih 40 tahunan, sepertinya baru tahun ini lumayan bisa menikmati berpuasa. Sebelumnya selama bertahun-tahun itu, terus terang puasa jadi beban dan berat sekali.
Mindset saya berubah ketika mendapatkan pengetahuan tentang autofagi, tubuh akan memakan sel-sel yang rusak jika sel-sel tersebut tidak diberi asupan makanan alias berpuasa. Inilah fadhilah puasa. Jika sel-sel rusak maka akan dibuat sel-sel baru yang lebih segar. Itu sekilas yang saya tangkap dari autofagi. Orang yang meneliti tentang autofagi ini mendapatkan hadiah nobel, silakan cek ke DR. Yoshinori dari Jepang. Puasa itu sangat bermanfaat bagi kesehatan.
Jadi ketika berpuasa, langsung pikiran saya secara otomatis menikmati proses autofagi tersebut. Allah sedang berbuat kepada tubuh atau sel-sel saya, tentu perbuatan Allah dengan segala kemahaanNya yang semuanya dahsyat itu sedang dikerahkan.
Kalau dulu mindset, berpuasa dengan berlapar-lapar dan haus itu sangat menderita bahkan perih, tapi sekarang berubah. Makan dan minum itu nikmat dari Allah, tapi berpuasa dengan lapar dan haus itu juga nikmat.
Jadi semua berawal dari mindset, bahwa semua dari Allah itu kenikmatan, tidak ada yang batil atau jelek atau sia-sia. Itulah hasil dari tadabbur al-quran dari surat Ali Imran ayat 191
"(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan batil atau sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka." Qs Ali Imran [3]:191