Nabi Muhammad saw sudah susahnya berjuang utk mensetarakan manusia, tidak ada bedanya orang Arab dan Non-Arab, jangan ada lagi kasta-kasta. Nabi Muhammad saw sangat berjuang untuk menghilangkan perbudakan. Betapa banyak ayat Quran yang menganjurkan untuk memerdekakan perbudakan.
Lho koq jaman sekarang, klaim yang katanya cucunya Nabi atau istilahnya dipanggil dengan habib, malah kembali ke jaman dimana ada kasta-kasta lagi. Seolah gelar habib adalah gelar yang sangat mulia karena dianggap keturunan Nabi, dan ini akhirnya dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang berniat jelek, memanfaatkan gelar itu untuk mencari keuntungan untuk dirinya dengan menyedot perhatian dan ketundukan umat.
Tidak ada juga pernyataan Allah kemuliaan didapat dari keturunan, betapa banyak contoh anak langsung keturunan para Nabi yang dinilai durhaka sama Allah, jadi tidak jaminan. Apalagi yang klaim cucunya sampe ke berapa puluh dari Nabi. Contoh anak Nabi yang durhaka adalah anaknya Nabi Adam lihat QS Al-Maidah [5] ayat 27 sampai 31, anaknya Nabi Nuh lihat QS Huud [11] ayat 42 sampai 46.
Itupun sebenarnya juga tidak sejalan dengan tradisi arab yang garis keturunan dari bapak (Ali bin Abi Thalib) bukan dari jalur ibu (Fatimah binti Muhammad).
Putera mereka berdua, yaitu Hasan atau Husein itu dinamai dengan Hasan atau Husen bin Ali bin Abi Thalib, bukanlah Hasan atau Husein bin Fatimah binti Muhammad
Harusnya yang mengaku cucu Nabi itu sebenarnya adalah cucunya Ali bin Abi Thalib, itupun kalau benar sudah dites DNA.
Karena semua anak laki-laki Nabi sudah wafat sebelum dewasa dan belum menikah dan belum punya anak seperti Qasim bin Muhammad, Abdullah bin Muhammad, dan terakhir adalah Ibrahim bin Muhammad (wafat masih bayi).
Kemuliaan kata Allah tergantung ketaqwaannya, bukan dari keturunan, diantaranya menerima perbedaan antar manusia, sehingga bisa saling mengenal dan akhirnya bisa saling membantu.
"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal." QS Al-Hujurat [49] ayat 13
Jadi mulai sekarang, hendaknya kita melihat kesetaraan pada setiap manusia, tidak ada lagi penyebutan kasta-kasta apalagi dikaitkan dengan agama, tidak ada jaminan keturunan dari seorang Nabipun akan masuk surga. Semua masih menunggu putusan dari Allah nanti di akhirat.
