Yang Beragama Islam atau Muslim, Sebejat Apapun akan Masuk Surga, Yang Di luar Islam, Sebaik Apapun akan Masuk Neraka, Begitukah ?
Lalu mengatasnamakan "keadilan Tuhan", katanya mereka yang non-muslim sudah mendapatkan keadilan Tuhan tetapi hanya di dunia ini, sedangkan yang Muslim, nanti akan mendapatkannya di akhirat yaitu surga.
Atau pernahkah mendengar jika seseorang akan mati lalu sempat mengucapkan kalimat Laa Ilaha Illalloh maka dijamin masuk surga ?
Mari kita bongkar keyakinan itu, apakah itu dari Allah atau rumusan-rumusan manusia saja ?
Kita kembali kepada Allah, karena kan yang punya surga adalah Allah, maka dengarkan ayat-ayat Allah, di antaranya :
"Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shobiin, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal soleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak pula mereka bersedih hati." QS Al-Baqarah ayat 62
"Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, Shobiin dan orang-orang Nasrani, siapa saja (diantara mereka) yang benar-benar soleh, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati." QS Al-Maidah ayat 69
"Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka balasan perbuatan mereka,
Barangsiapa yang berbuat kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihatnya.
Dan barangsiapa yang berbuat kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihatnya pula."
QS. Az-Zalzalah ayat 6 sampai 8.
Pada ayat QS Al-Baqarah ayat 62 dan Al-Maidah ayat 69, memberi isyarat tidak adanya syarat mutlak untuk beriman kepada Muhammad sebagai Rasul, yang terpenting beriman kepada Tuhan apapun penyebutan nama Tuhan dalam bahasa dialek mereka, dan beramal kebaikan serta mengharap hanya balasan dari Tuhan.
Dan yang menjadi dasar penilaian dari Allah itu bukan pengakuan dari manusia, tapi yang dinilai dari manusia adalah perbuatan-perbuatannya. Balasan yang baik akan diberikan jika berbuat baik, balasan yang buruk jika mengerjakan keburukan atau kejahatan.
Betapa banyak ayat yang menggambarkan pengakuan, tapi Allah tolak.
"Di antara manusia ada yang mengatakan: "Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian," padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman." QS Al-Baqarah ayat 8
Jika mengandalkan pengakuan atau ngaku-ngaku sebagai orang yang beriman kepada Allah, Allah tidak akan terima sebagai orang yang beriman. Tidak cukup dengan pengakuan, lalu dengan apa sehingga Allah mau mengakui keimanan kita ?
Kita lihat lagi ayat yang lain.
"Dan Kami memungkinkan Bani Israil melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Fir'aun dan bala tentaranya, karena hendak menganiaya dan menindas mereka; hingga bila Fir'aun itu telah hampir tenggelam berkatalah dia: "Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Aulloh) atau Muslim". "Apakah sekarang (baru kamu percaya), padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu, dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan. " QS Yunus ayat 90 dan 91
Jelas terlihat di ayat itu, Allah tidak mengakui syahadatnya Fir'aun sebagai Muslim, karena yang dilihat Allah adalah perbuatan-perbuatan Fir'aun selama hidupnya yang kebanyakan adalah berbuat kerusakan atau kejahatan. Ketika diperlihatkan di penghujung akhir kehidupan, barulah Fir'aun beriman dan mengaku sebagai Muslim. Itu tetap tidak diterima oleh Allah.
Pelajaran dari kisah Fir'aun ini adalah bahwa Allah menilai dari perbuatan kita selama hidup di dunia, Allah tidak butuh pengakuan dari manusia itu sendiri. Jadi sebenarnya Allah tidak butuh syahadat dari manusia. Tidak ada satu ayatpun yang menyuruh kita untuk bersyahadat, karena sesungguhnya kita semua manusia telah bersyahadat sebelum hadir di dunia ini, jadi tidak diperlukan lagi bersyahadat, QS Al-A'rof ayat 172.
Kembali kepada keyakinan, apakah seorang muslim walau sebejat apapun tetap akan masuk surga ? Ya jelas tidak, label muslim itu hanya pengakuan dia atau dari orang-orang sekitarnya saja, bukan datang dari penilaian Allah. Kalau dia benar-benar Muslim dalam artian penilaian Muslimnya dari Allah, ditandai dengan menyerahkan dirinya pada Allah dan segala aturannya, seharusnya dia tidak atau sangat minim sekali melakukan kejahatan dan kerusakan.
Begitu juga keyakinan apakah seorang yang non-muslim walau sebaik apapun akan masuk neraka ? Ya jelas tidak atau salah. Karena walau dia mengaku non-muslim tapi perbuatannya selama di dunia dinilai baik oleh Allah, maka dia sebenarnya dia adalah muslim yang artinya mau mengikuti aturan Allah dan berhak mendapatkan surga.