Mari kita perhatikan ayat berikut ini
"Sesungguhnya Ad-Din disisi Allah hanyalah Al-Islam." QS Ali Imran [3] ayat 19
Ayat diatas mengandung makna bahwa Ad-Din yang sering diterjemahkan dengan agama, yang berupa Al-Islam hanyalah di sisi Allah, bukan di sisi siapapun. Tidaklah perlu merasa tinggi hati ketika disebut kata Al-Islam, menggunakan atribut nama Islam, seolah itu berada di sisinya, manusia. Kalau ada yang masih merasa terhina dan tersinggung karena menurutnya Islam terhina, ternistakan sama orang, maka sesungguhnya dia belum menyadari bahwa Al-Islam itu bukanlah berada di sisinya, melainkan di sisi Allah.
Sebenarnya kita yang masih mengaku berIslam itu, belum tentu sama dengan Al-Islam-nya Allah . Kita yang mengaku beragama Islam itu baru tahap berupaya menyesuaikan keislaman kita dengan Al-Islam, belum tentu cocok 100% hatinya, perbuatannya dengan Al-Islam yang di sisi Allah tersebut. Upaya pemenuhan itulah yang dinamakan "Aamalush Sholihat atau amal sholeh, atau upaya yang sesuai". Dan itu yang akan dinilai kelak di "Yaum Ad-Diin", nama lain dari Hari Pembalasan, untuk dilakukan penilaian antara upaya kesesuaian atau amal sholehnya tersebut dengan Al-Islam.
Karena Al-Islam di sisi Allah , bukan di sisi manusia, maka siapapun tidak bisa menilai manusia yang lain sebagai Muslim atau Kafir. Para Nabi tidak berani mengklaim diri mereka sebagai Muslim ketika masa hidupnya, karena itu mereka berdoa kepada Allah untuk digolongkan ke dalam Muslim. Mereka menyadari bahwa hanya Allah-lah yang berhak memberikan penilaian itu.
"Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua (Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail) sebagai "MUSLIM" kepada Engkau dan (jadikanlah) diantara anak cucu kami umat yang "MUSLIM" (yang artinya orang yang bisa tunduk dan patuh) juga kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadat haji kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang." QS Al Baqarah [2] ayat 128
Para Nabi sudah memberikan teladan yang baik untuk tidak klaim sepihak, menunggu keputusan Allah . Namun sekarang banyak kelompok Islam masing-masing merasa hanya kelompoknyalah yang sesuai dengan ajaran Al-Islamnya Allah , dan yang merasa berhak masuk surga, yang lainnya tidak. Baik itu klaim sepihak dari kelompok Islam Sunni, Islam Syiah, Islam Salafi atau Islam Wahabi, Islam Muktazilah, Islam Khilafah, Islam Liberal, Islam Tarbiyah, Islam Tasawuf, dan sebagainya. Dari sejak dulu, ada pemaksaan satu kelompok kepada kelompok Islam yang lain agar mengikuti pemahamannya, sampai terjadi bunuh-membunuh. Itu akibat kelompok-kelompok tersebut saling mengklaim bahwa pemahaman Islamnyalah yang paling benar, yang paling berhak mengklaim Islami, yang lainnya dituding sebagai kafir, sesat, bahkan ada yang menghalalkan darah untuk dibunuh, dan sebagainya.
Sebenarnya tidak salah untuk memilih salah satu kelompok tersebut tapi yang tidak melanggar prinsip atau aturan lain seperti aturan bernegara. Anggap saja itu adalah upaya-upaya manusia dalam memahami Islam versi mereka sendiri. Namun jika ada yang tidak mau mengakui atau ikut salah satunya, atau berbeda dengan yang lainnya, tidak boleh menudingnya "keluar dari Islam" atau dianggap sesat, bid'ah, kafir, musyrik dan banyak tuduhan lain, karena dianggap pahamnya tidak sesuai dengan paham kelompoknya. Tidak sesuai dengan paham kelompoknya lalu dituduh tidak sesuai dengan Islam, padahal tidak sesuai kepada Islam versi mereka sendiri, belum tentu tidak sesuai dengan Al-Islam Allah .
Dan jangan pula marah ketika pemerintah membubarkan suatu kelompok Islam, misalkan membubarkan FPI, Front Pembela Islam, dan HTI, Hizbut Tahrir Indonesia, karena kedua kelompok Islam itu melanggar ketentuan-ketentuan banyak peraturan negara. Misalnya, dikarenakan HTI selalu mengkampanyekan khilafah yang bertentangan dengan Prinsip dasar Negara yaitu Pancasila, dan juga Demokrasi. FPI dibubarkan karena sering melakukan tindakan yang sangat meresahkan masyarakat. Jika ada kelompok Islam melanggar ketentuan negara, berarti kelompok Islam itu melanggar perintah Allah dalam Al-Quran seperti surat Ali Imran ayat 112, dan surat Al-Maidah ayat 1, yang Allah memerintah untuk menghormati dan mematuhi segala perjanjian termasuk perjanjian atau peraturan antar manusia, salah satunya peraturan bernegara.
Kenapa kita tidak perlu marah atas pembubaran FPI dan HTI? Ya karena Al-Islam itu bukan di sisi FPI atau HTI walaupun mereka membawa nama Islam. Al-Islam itu di sisi Allah , bukan di sisi mereka, maka jangan menganggap pemerintah yang membubarkan mereka sebagai musuh Islam. Hizbut Tahrirpun dilarang di banyak negara yang berbasis Islam, seperti Arab Saudi, Mesir, Yordania, Libya dan sebagainya. Apakah negara-negara Islam itu dianggap juga sebagai musuh Islam hanya gara-gara melarang Hizbut Tahrir ? Sementara markas besar Hizbut Tahrir berada di London, Inggris, lalu apakah Inggris dianggap sahabat Islam ? Sesimpel itukah anggapan para pengusung khilafah Hizbut Tahrir ?
Al-Islam bukanlah di sisi kelompok-kelompok manusia itu, karena Al-Islam hanyalah di sisi Allah , yang artinya hanya Allah-lah yang tahu kesesuaian ajaran tiap kelompok tersebut dengan Al-Islam.
Jika menemukan sedikit ajaran dari kelompok-kelompok Islam tersebut yang tidak dilarang oleh negara, dan yang sesuai atau sejalan dengan Al-IslamNya Allah , maka kita bisa mengambil aspek sedikit dari ajaran tersebut. Namun aspek ajaran yang lain dari kelompok yang sama sekalipun tetap harus dicek kembali ke Allah , dan jika ada aspek ajaran yang melanggar, maka wajib kita ikuti Al-IslamNya Allah , bukan mengikuti paham atau ajaran tersebut sekalipun kita bagian dari kelompok tersebut.
Nah dengan apakah kita mengecek kebenaran tiap aspek ajaran atau pemahaman itu ? Ya dengan Al-Quran karena Al-Quran datang dari sisi Allah .
"Dan sesungguhnya kamu benar-benar diberi Al Quran dari sisi (Allah) Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui." QS An-Naml [27] ayat 6.
Allah sudah memberikan kisi-kisi kepada kita, dengan memberikan semua parameter untuk penilaianNya di Al-Quran yang nama lainnya adalah Al-Islam sehingga sejak di dunia ini untuk mengintrospeksi kesesuaian Islam versi yang kita anut dengan Al-IslamNya Allah atau Al-Quran itu.
Wallohu a'lam. Bagaimana menurut pendapat Sahabat semua ?