Sikap kita Seandainya Ada Lagi Manusia yang Menghina, Melecehkan Al-Islam, Al-Quran atau Nabi Muhammad
====================================
Pernah mendengar pernyataan seperti ini : "Kalau agamamu dihina, Quran dilecehkan, Nabimu dihina, apa kamu tidak marah, apakah kamu diam saja ? Kalau begitu, ganti saja pakaianmu dengan kain kafan. Tidak ikut demo berarti islamnya diragukan. Mana bukti cinta kepada Quran, bela Islam", begitu seruan mereka.
Wah maaf, kami lebih mau mengikuti ajakan Allah yang sangat mulia, dibanding ajakan seperti itu.
Tidak bisa dibandingkan walau seluruh manusia menyerukan seperti itu, dibandingkan dengan Seruan KEBENARAN dan KEMULIAAN dari Al-Quran yang bersumber dari Allah.
Seharusnya yang mau Bela Al Quran, ya ikuti saja seruan Al-Quran.
Perhatikan, bagaimana seharusnya SIKAP KITA SEANDAINYA jika ada orang yang menghina Al Quran dengan cacian yang paling menyakitkan sekalipun, seperti kasus pelecehan Quran oleh kaum terdahulu, yang dicontohkan oleh Al-Quran sendiri, dengan mengatakan Al Quran sebagai sihir yang nyata atau ayat-ayat syetan.
Lihat di QS Al Muddatsir [74] ayat 7, 11, 16 dan 24.
"Dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, BERSABARLAH. (QS Al Muddatsir ayat 7)
Biarkanlah AKU (Allah) BERTINDAK terhadap orang yang AKU telah menciptakannya SENDIRIAN. (QS Al Muddatsir ayat 11)
Sekali-kali tidak akan Aku (Allah) tambah, karena sesungguhnya dia menentang ayat-ayat Kami Al Quran.(QS Al Muddatsir ayat 16)
lalu dia (orang yang menghina Al-Quran) berkata: "Al Quran ini tidak lain hanyalah sihir yang dipelajari. (QS Al Muddatsir ayat 24)"
Tetapi orang yang bersabar dan memaafkan, sesungguhnya perbuatan yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan. (QS As-Syura [42] ayat 43)
Dan apabila kamu melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka sehingga mereka membicarakan pembicaraan yang lain. QS Al-An'aam [6] ayat 68
Jadi sikap kita seandainya ada lagi orang yang menghina Al-Quran, melecehkan Islam, bersabarlah, maafkanlah dan tinggalkanlah, tidak perlu lapor polisi dan sebagainya.
Janganlah membalas apalagi dengan merusak, seperti melakukan demonstrasi yang mengancam, merusak bahkan sampai membunuh, apalagi membunuh orang yang tidak bersalah yang tidak ada kaitannya dengan penghinaan, seperti akhirnya memukuli, membunuh polisi yang menjaga demonstrasi.
Jangan merusak seperti halnya meng-hack sistem yang tidak ada sangkut pautnya dengan pelecehan Quran, Islam maupun Nabi Muhammad, misal meng-hack segala sistem di negara dimana orang yang menghina itu bertempat tinggal.
Jangan pula memboikot produk dari negara tempat orang yang menghina itu bertempat tinggal, itu tidak ada kaitannya.
Dan perbuatan-perbuatan itu tidak pernah dicontohkan oleh Nabi Muhammad. Dahulu, sebegitu menderita Nabi, tidak hanya dihina, tapi juga disiksa, tapi Nabi tidak pernah membalas dengan memboikot, merusak bahkan membunuh, kecuali diserang dalam sebuah peperangan. Janganlah melampaui batas.
"Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya ", QS Al-A'raaf ayat 55 dan 56.
Itulah tuntunan dari Allah, tidak perlu merasa terhina, tidak usah mengikuti ajakan atau seruan di luar Al-Quran, jika kita masih merasa sebagai hamba Allah.
Ikutilah selalu seruan Al-Quran, bukan seruan di luar Al-Quran, walau yang menyeru itu orang yang mengatasnamakan Allah, Islam, Jihad dan sebagainya. Al-Quran itu jangan diacuhkan, disebutkan dalam QS Al-Furqon [25] ayat 30. Qurannya jangan dibuang atau dilempar ke belakang punggung, disebutkan dalam QS Al-Baqarah [2] ayat 101.
Bagaimana menurut pendapat Sahabat semua ?