?ﺑﺴـــــﻡﺍﻟﻟـــﻪﺍﻟﺮﺤـــﻣـﻦﺍﻟﺮﺤﻴـــﻡ
ﻮﺍﺘـﻘﻮﺍﺍﻟﻟـــﻪﻮﻳﻌـﻟﻤﮑــﻢﺍﻟﻟـــﻪﻮﺍﻟﻟــﻪﺒﮑــﻞﺷـﻰﺀﻋـﻟﻳـــﻢ
قَالَ
يَا أَيُّهَا الْمَلَأُ أَيُّكُمْ يَأْتِينِي بِعَرْشِهَا قَبْلَ أَن يَأْتُونِي مُسْلِمِينَ [٢٧:٣٨]
قَالَ عِفْرِيتٌ مِّنَ الْجِنِّ أَنَا آتِيكَ بِهِ قَبْلَ أَن تَقُومَ مِن مَّقَامِكَ ۖ وَإِنِّي عَلَيْهِ لَقَوِيٌّ أَمِينٌ [٢٧:٣٩]
قَالَ الَّذِي عِندَهُ عِلْمٌ مِّنَ الْكِتَابِ أَنَا آتِيكَ بِهِ قَبْلَ أَن يَرْتَدَّ إِلَيْكَ
طَرْفُكَ ۚ فَلَمَّا رَآهُ
مُسْتَقِرًّا عِندَهُ قَالَ هَٰذَا مِن فَضْلِ رَبِّي لِيَبْلُوَنِي
أَأَشْكُرُ أَمْ أَكْفُرُ ۖ وَمَن شَكَرَ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ
لِنَفْسِهِ ۖ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ
رَبِّي غَنِيٌّ كَرِيمٌ [٢٧:٤٠]
Berkata Sulaiman: "Hai
pembesar-pembesar, siapakah di antara kamu sekalian yang sanggup membawa
singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku sebagai orang-orang yang
berserah diri". Berkata 'Ifrit (yang cerdik) dari golongan jin: "Aku
akan datang kepadamu dengan membawa singgsana itu kepadamu sebelum kamu berdiri
dari tempat dudukmu; sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi
dapat dipercaya". Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari Al Kitab:
"Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip".
Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun
berkata: "Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku
bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur
maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan
barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha
Mulia". QS
An Naml 27:38-40
1. Tentang
Perintah dan bagaimana seharusnya kita dalam menghadapi sebuah Perintah
وَلَقَدْ ضَرَبْنَا لِلنَّاسِ فِي
هَٰذَا الْقُرْآنِ مِن كُلِّ
مَثَلٍ لَّعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ [٣٩:٢٧]
Sesungguhnya telah Kami buatkan bagi
manusia dalam Al Quran ini setiap macam perumpamaan supaya mereka dapat
pelajaran. QS
Az Zumar 39:27
Sesungguhnya
ayat-ayat di atas, QS An Naml 27:38-40, adalah pengajaran berupa perumpamaan dari Allah swt
tentang bagaimana seharusnya kita sebagai hamba Allah dalam menghadapi sebuah
Perintah Allah. Perumpamaan yang Allah ajarkan adalah perintah seorang Raja
dalam hal ini Nabi Sulaiman kepada para pembesarnya. Diseru sebagai
pembesar-pembesar karena mereka adalah pengikut setia Nabi Sulaiman, jika tidak
setia, tidak mungkin diangkat jadi pembesar disisi Sang Raja, Nabi Sulaiman.
Para
pengikut setianya Nabi Sulaiman baik dari golongan jin dan manusia melalui
pengajaran ayat-ayat Allah tsb, menyambut perintah itu dengan :
a.
Tidak melawan perintah sang Raja
Baik dari golongan jin maupun
manusia dari pengikut setia Nabi Sulaiman tidak ada satupun yang
melawan/menentang perintah sang Raja.
Respon pertama dari para pengikut
setia/pembesarnya adalah perintah Nabi Sulaiman didengarkan dengan seksama oleh
para pengikut setianya baik golongan jin maupun manusia.
b.
Langsung direspon perintah sang Raja
Baik dari golongan jin maupun
manusia dari pengikut setia Nabi Sulaiman tidak ada satupun yang CUEK terhadap
perintah sang Raja, semua mendengarkan dengan seksama dan menjawab. Terlihat
dari jawaban antar para pengikut setianya tidak ada satupun yang berbeda dengan
yang kata yang diperintahkan Nabi Sulaiman (membawa singgasana), semuanya
sejalan, tidak seperti “perintahnya kemana, jawabannya kemana”.
Respon kedua para pengikut
setia/pembesarnya adalah perintah Nabi Sulaiman itu dijawab dengan tegas, ini
sebagai gambaran niat dan declare bahwa perintah Nabi Sulaiman itu akan
dilaksanakan sesuai yang dikemukakan/di-declare.
c.
Saat itu juga langsung dilaksanakan
Lihatlah
para pengikut setia dari golongan jin dan manusia, berlomba-lomba utk segera
melaksanakan perintah Nabi Sulaiman tersebut. Bukan hanya di-declare namun juga
dilaksanakan.
‘Ifrit dari golongan jin, declare akan melaksanakan sebelum Nabi Sulaiman berdiri. Sedangkan
manusia, declare akan melaksanakan
bahkan sebelum Nabi Sulaiman berkedip.
Menurut
pemahaman saya yang sederhana, IMHO, disana ucapan declare masing-masing baik dari golongan jin dan manusia itu menggunakan
kata kerja آتِيكَ (bentuk fi'il mudhari') yang artinya “akan mendatangkan kepadamu, membawakan kepadamu”.
Jadi
PENEKANAN kecepatan itu BUKAN pada HADIRNYA sesuatu atau singgasana dalam hal ini
(walaupun dalam kenyataannya kita tidak mengetahuinya), tapi pada BERSEGERANYA pelaksanaan perintah
tersebut. Jadi kecepatan manusia itu terletak pada pelaksanaan perintah itu,
tidak menunggu untuk berpikir atau merenung walau sesaat pun, karena
menghormati dan memuliakan perintah sang Raja.
Dan
terlaksananya perintah itu terlihat dari kata-kata Nabi Sulaiman :
“Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana
itu terletak di hadapannya”
Begitulah
perumpamaan yang Allah ajarkan kepada kita, dengan demikian kita sebagai
hamba-hambaNya yang beriman, yang mengaku sebagai pengikut setia Allah, yang
merasa dekat dengan Allah maka hendaknya dalam menyikapi perintah Allah :
a.
Tidak melawan/bertentangan dengan
perintah Allah
Orang yang beriman yakin bahwa
perintah Allah adalah mulia, Karena diturunkan/dititahkan dari Allah yang Maha
Mulia. Mustahil perintahNya itu tidak mulia, maka sebagai orang yang beriman
tidak selayaknya menolak perintah Allah tersebut.
b.
Langsung direspon
Perintah Allah yang mulia dari Allah
yang Maha Mulia semua terangkum di dalam Al Quran yang Dia langsung turunkan
untuk manusia. Respon yang hendaknya dilakukan oleh orang yang beriman atas
perintah Allah swt itu adalah menyambutnya dengan penuh kegembiraan dan penuh
dengan seksama.
فَإِنَّمَا يَسَّرْنَاهُ بِلِسَانِكَ
لِتُبَشِّرَ بِهِ الْمُتَّقِينَ وَتُنذِرَ بِهِ قَوْمًا لُّدًّا [١٩:٩٧]
"Sesungguhnya telah Kami mudahkan
Al Quran itu dengan bahasamu, agar kamu dapat memberi KABAR GEMBIRA dengan AL
QURAN itu kepada orang-orang yang bertakwa." (QS Maryam : 97)
وَإِذَا مَا أُنزِلَتْ سُورَةٌ فَمِنْهُم مَّن يَقُولُ أَيُّكُمْ زَادَتْهُ هَٰذِهِ
إِيمَانًا ۚ فَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا
فَزَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَهُمْ يَسْتَبْشِرُونَ [٩:١٢٤]
Dan apabila diturunkan suatu SURAT (dlm
Al Quran), maka di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang berkata:
"Siapakah di antara kamu yang bertambah imannya dengan (turannya) surat
ini?" Adapun orang-orang yang beriman, maka SURAT ini menambah imannya,
dan mereka MERASA GEMBIRA. (QS. At-Taubah : 124)
c.
Juga dilaksanakan
Hendaknya perintah Allah swt yang
Maha Mulia segera harus dilaksanakan.
وَالَّذِينَ يُؤْتُونَ
مَا آتَوا وَّقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ أَنَّهُمْ إِلَىٰ رَبِّهِمْ رَاجِعُونَ [٢٣:٦٠]
أُولَٰئِكَ يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَهُمْ لَهَا سَابِقُونَ [٢٣:٦١]
“Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan,
dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan
kembali kepada Tuhan mereka, mereka itu bersegera untuk mendapat
kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya. “ QS Al
Mu’minun 23:60-61
وَسَارِعُوا
إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ
لِلْمُتَّقِينَ [٣:١٣٣]
“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada
surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang
yang bertakwa” QS Ali Imran 3:133
Banyak ayat-ayat Allah yang mengecam
orang yang sudah paham dan mengerti tentang perintah Allah namun tidak juga
dilaksanakan.
يَا
أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ [٦١:٢] كَبُرَ
مَقْتًا عِندَ اللَّهِ أَن تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ [٦١:٣]
Wahai
orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu
kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang
tidak kamu kerjakan. QS Ash Shaff 61:2-3
Orang-orang
yang beriman harus merasa sebagai orang yang setia terhadap Allah swt, dan begitulah
seharusnya orang yang beriman dalam menghadapi perintah Sang Raja (Allah swt).
2. Kemampuan
Manusia lebih tinggi dari kemampuan makhluk Jin, kemampuan apakah ?
a.
Yang membuat singgasana
Siapakah yang dapat membuat singgasananya
manusia ? Manusia ataukah jin ?
b.
Manusia diberi kemampuan untuk
melaksanakan perintah lebih cepat dari jin.
Amalan apakah yang dimaksud bahwa manusia bisa melakukan lebih cepat dari kecepatan jin ? Itulah yang dimaksudkan dengan amalan yang dilakukan oleh hati. Bisa berupa niat, kehendak, sabar, memaafkan, berdzikir, dan sebagainya dimana manusia itu bisa secepat kedipan mata, yang
kemudian diikuti dengan amalan nyata.
Jadi kemampuan manusia itu dalam hal pengamalan hati itu bisa lebih cepat.
Seperti perintah Allah swt untuk
memaafkan manusia seperti yang tersurat dalam QS Ali Imran 3:133-134, maka
hendaknya manusia yang beriman segera memaafkan manusia tidak menunggu mereka
meminta maaf terlebih dahulu tapi bahkan sebelum manusia itu berkedip matanya.
Kemampuan di luar niat/kehendak
manusia adalah kemampuan Allah langsung. Perhatikan ayat-ayat berikut ini :
وَمَا رَمَيْتَ
إِذْ رَمَيْتَ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ رَمَىٰ
“bukan kamu yang melempar
ketika kamu melempar, tetapi Allah-lah yang melempar.” QS Al Anfaal 8:17
3. Makna
Bersyukur yang benar
Perhatikan
jawaban Nabi Sulaiman ketika sudah terwujud atau dilaksanakan perintahnya oleh
manusia :
Maka tatkala Sulaiman
melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: "Ini
termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari
(akan nikmat-Nya).
Dengan
demikian, walaupun manusia yang declare
dan mewujudkan sebuah pelaksanaan tugas, Nabi Sulaiman mengajarkan bersyukurnya
ditujukan kepada Allah, bukan kepada manusia, Karena Nabi Sulaiman mengetahui,
kemampuan manusia hanyalah sebatas niat/kehendak, selebihnya adalah Kemampuan
Sang Maha Penguasa Alam ini yaitu Allah swt.
Berikut contoh pengamalan QS 27:40 :
Ada ulil amri memerintahkan (seperti bapak Dosen memberikan tugas), segera dilaksanakan oleh mahasiswanya, diberi tugas hari ini, besok pagi-pagi sudah dikumpulkan.
Diberi tugas untuk memperbaiki komputernya, besok pagi-pagi sebelum pemakainya datang, komputer sudah siap kembali digunakan.
Ada lubang di jalan, segera ditutupi. Di Jepang jika ada lubang besar di jalan, bisa selesai dalam hitungan hari, bagaimana dg di Indonesia ?
Pedagang bakso menjajakan baksonya ga pake lama.
Customer service jika telpon berdering, jangan lebih 3 kali dering baru diangkat, kalau bisa baru sekali bunyi dering, langsung diangkat.
Para Psikolog membawa kerjaan laporan, dapat diselesaikan dg sempurna sesuai yang diminta dan tidak butuh waktu lama.
Bapak2 dan ibu2 dosen memeriksa hasil ujian dan segera bisa mengeluarkan hasilnya, hehe.
Semua proyek jika dikerjakan dengan tuntas sebelum deadline, itu sangat bagus. Saya sering melihat NatGeo beberapa pembangunan besar spt jembatan di perancis atau dimana yg saya lupa, bisa selesai bbrapa bulan sebelum deadline. Itu sangat menghemat anggaran.
Gaji karyawan dibayarkan pas atau bahkan sebelum tanggal akhir tiap bulan yang ditetapkan. Proses perizinan apapun diproses ga pake lama... Yg dihadapkan / diamanahkan kepada kita, sudahkah dilaksanakan dg sempurna / yg diminta, dan ga pake lama, sesuai dg QS 27:40.
Itu contoh-contoh pengamalan Quran dari QS 27:40.
Sekian, Maha Benar Allah atas
segala firmanNya, sebagai penutup saya sampaikan ayat berikut sebagaimana Allah dan RasulNya ajarkan utk
disampaikan:
قُلْ إِن ضَلَلْتُ فَإِنَّمَا أَضِلُّ
عَلَىٰ نَفْسِي ۖ وَإِنِ اهْتَدَيْتُ فَبِمَا يُوحِي إِلَيَّ رَبِّي ۚ إِنَّهُ سَمِيعٌ قَرِيبٌ [٣٤:٥٠]
Katakanlah: "Jika aku sesat maka
sesungguhnya aku sesat atas kemudharatan diriku sendiri; dan jika aku mendapat
petunjuk maka itu adalah disebabkan apa yang diwahyukan Tuhanku kepadaku.
Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Dekat".
Wassalamualaikum wrwb
Arief
14 Nopember 2016