بِسْمِ اللهِ الْوَاسِعِ الْعَلِيْمِ
فَاسْتَمْسِكْ بِالَّذِي أُوحِيَ إِلَيْكَ
وَلِلَّهِ الْمَشْرِقُ وَالْمَغْرِبُ ۚ فَأَيْنَمَا تُوَلُّوا فَثَمَّ وَجْهُ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ وَاسِعٌ عَلِيمٌ [٢:١١٥]
Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat ( لِلَّهِ الْمَشْرِقُ وَ الْمَغْرِبُ ), maka kemanapun kamu menghadap ( اَيْنَمَا تُوَلُّوا ) di situlah ( فَثَمَّ ) wajah Allah ( وَجْهُ اللهِ ). Sesungguhnya Allah Maha luas lagi Maha Mengetahui ( اِنَّ اللهَ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ ). ( Qs. 2 : 115 )
Dapat dikatakan, ( KAPAN + DIMANA )-PUN, yang kita HADAPI ( اَيْنَمَا تُوَلُّوا ) adalah ( فَثَمَّ ) “ WAJAH ALLAH ( وَجْهُ اللهِ )“, dan sesungguhnya ALLAH MAHALUAS lagi MAHA MENGETAHUI ( اِنَّ اللهَ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ ) !!!, atau
Lebih lengkap, ( KAPAN + DIMANA ) – PUN, dan ( APA + SIAPA ) – PUN, yang kita HADAPI ( اَيْنَمَا تُوَلُّو ), adalah ( فَثَمَّ ) “ WAJAH ALLAH ( وَجْهُ اللهِ ) “, dan sesungguhnya ALAH MAHALUAS lagi MAHA MENGETAHUI ( اِنَّ اللهَ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ ) !!!
Maka, ( kapan + dimana )-pun, sesungguhnya kita selalu berhadapan/bertatap muka dengan Allah Yang Mahaluas lagi Mahamengetahui ( اَللهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ ) !!!
( KAPAN + DIMANA ) – PUN, dan ( APA + SIAPA ) – PUN, yang kita HADAPI ( اَيْنَمَا تُوَلُّو ), adalah ( فَثَمَّ ) “ WAJAH ALLAH ( وَجْهُ اللهِ ) “, dan Pemilik Wajah tersebut adalah ALAH, Yang Mahaluas lagi Mahamengetahui ( اِنَّ اللهَ وَاسِعٌ عَلِيمٌ )
Dapat juga dikatakan, ( KAPAN + DIMANA )-PUN, yang kita HADAPI ( اَيْنَمَا تُوَلُّوا ) adalah ( فَثَمَّ ) “ WAJAH ALLAH ( وَجْهُ اللهِ )“, dan Pemilik Wajah tersebut adalah ALLAH, Pemilik timur dan barat ( لِلَّهِ الْمَشْرِقُ وَ الْمَغْرِبُ )!!!, atau
( KAPAN + DIMANA ) – PUN, dan ( APA + SIAPA ) – PUN, yang kita HADAPI ( اَيْنَمَا تُوَلُّو ), adalah ( فَثَمَّ ) “ WAJAH ALLAH ( وَجْهُ اللهِ ) “, dan Pemilik Wajah tersebut adalah ALAH, Pemilik timur dan barat ( لِلَّهِ الْمَشْرِقُ وَ الْمَغْرِبُ ) !!!
Maka sesungguhnya, ( kapan + dimana ) – pun kita selalu berhadapan/bertatap muka dengan Allah, Pemilik timur dan barat ( لِلَّهِ الْمَشْرِقُ وَ الْمَغْرِبُ ), selalu berhadapan/bertatap muka dengan Allah, Yang Mahaluas lagi Mahamengetahui ( اِنَّ اللهَ وَاسِعٌ عَلِيمٌ ) !!!
“ APA-PUN ( شَيْءٌ . مَا . اَمْرٌ ) “, yang luas dan besarnya tak terhingga ( Alam Semesta/Jagad Raya ) dengan segala isinya serta dinamikanya sebagai satu kesatuan sistem, atau secara bagian/parsial betapapun kecilnya bagian/parsial, secara berdiri sendiri, yang kita hadapi ( اَيْنَمَا تُوَلُّوا ), maka disitu ( فَثَمَّ ) “ Wajah Allah ( وَجْهُ اللهِ ) “, dan Pemilik Wajah tersebut adalah sesungguhnya Allah Yang Mahaluas lagi Mahamengetahui ( اِنَّ اللهَ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ ); dan Pemilik Wajah tersebut adalah Allah, Pemilik timur dan barat ( لِلَّهِ الْمَشْرِقُ وَ الْمَغْرِبُ ) !!!
Hal tersebut mengisyaratkan bahwa sesungguhnya Allah Yang Mahaluas lagi Mahamengetahui ( اَللهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ ) manunggal, menyatu-padu secara sempurna tidak terpisahkan dengan “ apa-pun ( شَيْءٌ , مَا , اَمْرٌ ) “ beserta “ dinamikanya !!!
Demikian juga, sesungguhnya Allah, Pemilik timur dan barat ( اللهُ,لَهُ الْمَشْرِقُ وَ الْمَغْرِبُ ), manunggal, menyatu-padu secara sempurna tidak terpisahkan dengan “ apa-pun ( شَيْءٌ , مَا , اَمْرٌ ) “ beserta “ dinamikanya !!!”
“ SIAPA-PUN, secara Himpunan Kesatuan, betapapun besarnya himpunan itu ataupun secara perorangan/individu ( Kepala Negara, Presiden, Pejabat apapun, si Miskin, Papa, Yatim, Kafir, Fasikun, Munafikun, Musyrikun dls ) beserta dinamikanya baik secara bersama ataupun sendiri-sendiri, yang kita hadapi ( اَيْنَمَا تُوَلُّوا ), maka disitu ( فَثَمَّ ) adalah Wajah Allah ( وَجْهُ اللهِ ); dan Pemilik Wajah tersebut sesungguhnya Allah Mahaluas lagi Mahamengetahui ( اِنَّ اللهَ وَسِعٌ عَلِيْمٌ ); dan Pemilik Wajah tersebut adalah Allah, Pemilik timur dan barat ( لِلَّهِ الْمَشْرِقُ وَ الْمَغْرِبُ ) !!!
Yang demikian itu, sesungguhnya Qs. 2 : 115, mengisyaratkan bahwa Allah Yang Mahaluas lagi Mahamengetahui ( اللهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ ), manunggal, menyatu-padu secara sempurna tidak terpisahkan, dengan “ SIAPA-PUN “, baik “ Secara Himpunan/Kesatuan “ ataupun “ secra Individu/Perorangan “. Dan bahwa Allah, Pemilik timur dan barat ( اللهُ, لَهُ الْمَشْرِقُ وَ الْمَغْرِبُ ), manunggal, menyatu-padu secara sempurna tidak terpisahkan dengan “ SIAPA-PUN beserta MACAM / LEVEL / TINGKAT DINAMIKANYA !!!”
Andaikata keadaan / masalah IPOLEKSOSBUDAGMIL NKRI atau bahkan Dunia, dijadikan “ OB “ / Objek Baca, maka niscaya disitu ( فَثَمَّ ) juga “ Wajah Allah ( وَجْهُ اللهِ ) “; bila demikian, segala sesuatu ( شَيْءٌ ), apa saja ( مَا ) dan segala urusan ( اَمْرٌ ), yang kita tetapkan sebagai “ OB “ ( obyek pembicaraan, bahasan, kajian, penelitian dan lain sebagainya ), niscaya “ disitu ( فَثَمَّ ) “ “ Wajah Allah ( وَجْهُ اللهِ ) “
Bila “ disitu atau disetiap Obyek “, “ Wajah Allah “, maka dimana sesungguhnya “ Pemilik Wajah ???”
Maka apapun ( شَيْءٌ , مَا , اَمْرٌ ) yang kita tetapkan sebagai “ Obyek “, pada “tingkat pertama dan kesempatan pertama “ harus segera menyadarkan kita bahwa “ disitu ( فَثَمَّ ) Wajah Allah ( وَجْهُ اللهِ ) “ ; bahwa Milik Allah timur dan barat ( Jagad Raya, baik sebagai satu kesatuan ataupun secara parsial, betapapun kecilnya parsial ); bahwa sesungguhnya Allah, Mahaluas lagi Maha mengetahui.
Maka berhadapan / menghadapi ( Apa + Siapa ) - pun , ( kapan + dimana ) - pun , hendaknya tidak salah membacanya dan mennyikapinya, karena sesungguhnya disitu ( فَثَمَّ ) adalah Wajah Allah ( وَجْهُ اللهِ ); karena disitulah ( ) Pemilik Wajah, yaitu Allah, Pemilik timur dan barat ( لِلَّهِ الْمَشْرِقُ وَ الْمَغْرِبُ ), yaitu Allah Mahaluas lagi Mahamengetahui ( اِنَّ اللهَ وَسِعٌ عَلِيْمٌ ); !!!
MOHON MAAF LAHIR-BATHIN DAN MARI KITA PROGRAM BULAN RAMADHAN 1437 H INI, SEBAGAI “ BULAN UNTUK MENINGKATKAN INTENSITAS BERTAKWA / PENGAMALAN AL-QUR’AN DENGAN MEMPERBANYAK MENGAMALKAN Qs. 96 : 1 “
عَسَى اللهُ اَنْ يَجْعَلَنَا بِرَحْمَتِهِ مِنَ الْمُتَّقِينَ . آمِِين
وَإِنَّهُ لَذِكْرٌ لَّكَ وَلِقَوْمِكَ وَسَوْفَ تُسْأَلُونَ
إِن ضَلَلْتُ فَإِنَّمَا أَضِلُّ عَلَىٰ نَفْسِي ۖ وَإِنِ اهْتَدَيْتُ فَبِمَا يُوحِي إِلَيَّ رَبِّي ۚ إِنَّهُ سَمِيعٌ قَرِيبٌ [٣٤:٥٠]
JAKARTA, 29 SYA’BAN 1437 H / 5 JUNI 2016
THARIQAH MUSTAQIMAH
MAJELIS PENGAMALAN AL-QUR’AN
GERAKAN PENGAMALAN AL-QUR’AN
muhammad munhari jufri ( mmj )
( عَسَى اللهُ اَنْ يَرْحَمَهُ وَ يَغْفِرَ لَهُ )