يَا أَيُّهَا
الَّذِينَ آمَنُوا إِن جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَن تُصِيبُوا
قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ [٤٩:٦]
"Hai orang-orang yang
beriman, jika datang kepadamu orang fasiq membawa suatu berita, maka
TABAYYANUU-lah agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa
mengetahui keadaannya yang menyebabkan menyesal atas perbuatanmu itu.” QS
Al Hujurat [49]:6
Mari kita telaah
disini :
1. Yang membawa berita yang
tidak benar, langsung divonis Allah swt sebagai orang fasiq
2. Perintah TABAYYANUU (perintah utk melakukan TABAYYUN). Ini adalah perintah
keras, karena tertulis menggunakan penekanan terhadap huruf 'Ya', yang artinya
cek ricek itu tidak dilakukan hanya sekali, tapi harus berulang-ulang, dan
terus berulang-ulang. Lalu perintah itu seruannya bukan hanya kepada 1 orang,
tapi banyak orang. Yang maknanya, harus dilakukan secara bersama-sama, dari
segala point of view, tidak hanya dari salah satu pihak atau hanya berpegang
pada 1 point of view. Lakukan observasi secara mendalam dan sebagainya. Selanjutnya karena harus dilakukan bersama-sama berarti membutuhkan LEBIH dari SATU Saksi Fakta.
3. TABAYYUN mempunyai bentuk lain adalah BAYYIN dan MUBIIN adalah BUKTI, FAKTA, KENYATAAN.
Jadi harus menghadirkan bukti, objektif bukan subjektif sesuai dengan fakta dan
data. Berapa banyak bukti yang harus didapatkan ? Harus lebih dari satu bukti
tercetus dari bentuk pengulangan kata yang dijelaskan pada point 2 di atas. Karena bentuknya TABAYYANUU, maka BAYAN yang diajukan harus lebih dari dua... menunjukkan istimrar, telah dilakukan berulang2 dan terus menerus proses tabayyun dan dari semua sisi, tidak hanya satu sisi.
Bukti yang paling kuat adalah
Al Quran, karena Al Quran dinamakan juga dengan Al Bayyinaat (Bukti) dari Allah
swt, lihat QS Al Baqarah 2:185.
4. Jadi kalau ada berita apapun bentuknya (status fb/twitter atau apapun), JANGAN ASAL FORWARD, tanpa melakukan TABAYYUN dulu spt yang disyaratkan pada poin 2 dan 3 yaitu bisa menghadirkan lebih dari satu BUKTI, SAKSI Fakta,
Jika kita tidak bisa menghadirkan dari SALAH SATU saja BUKTI atau SAKSI Fakta, maka Allah swt akan langsung memberi vonis juga sebagai orang fasiq, walopun kita berkoar-koar sebagai orang yang beriman (QS 2:8). Namun jika kita menuruti perintah Allah maka kita masuk
sbg orang yang beriman.
5. Pilih sbg orang beriman atau orang fasiq ? parameter amalnya adalah
TABAYYUN.
Lebih aman karena kita tidak memiliki banyak waktu, energi dan juga wewenang, maka lebih baik meng-hidden-kan, menutup keburukan yang dilakukan pihak lain, sesuai dengan perintah Allah yang lain dalam QS Al Hujurat [49]:12
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ
Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. QS Al Hujurat [49]:12
Lebih bagus lagi berita-berita yang baik-baik saja atau anjuran yang baik-baik.
Wassalamualaikum wrwb,
--
Hari-hari Hidup Qurani (H3Q)