A'uudzu billaahi minasy syaithaanir rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Allahumma shalli 'ala sayyidina Muhammadin wa 'ala ali sayyidina Muhammad
YASYA' adalah bentuk pengamalan dari Al Quran, salah satu manifestasi Ketaqwaan kepada Allah swt, dan Allah berjanji :
"Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya." QS Ath Thalaq [65]:2-3.
Maka hendaknya kita selalu terus menerus berYASYA yang baik, benar dan indah. Setelah kita mengerti dan terus mengamalkan YASYA' (kehendak) maka jangan sampai kita lupa bahwa Allah-lah yang mewujudkan/menciptakan YASYA' itu menjadi SYAIUN (segala sesuatu) untuk kita. Kita ini tidak bisa menciptakan apapun, sesungguhNya Allah-lah yang berbuat, bukan siapapun atau apapun, kita pernah membahasnya dalam kajian YUSABBIHU dan hendaknya itu menjadi pengamalan hati kita sehari-hari, melihat apapun, yang teringat adalah Allah swt, Dialah pelaku yang maha handal, rapi, konsisten, seimbang dsb, sehingga kita bisa menuangkan ke dalam berbagai macam hukum-hukum alam semesta.
"Allah menciptakan segala sesuatu dan Dia memelihara segala sesuatu." (QS Az-Zumar [39]: 62)
Karena itu jangan sampai ada bisikan di dalam diri apalagi tercetus menjadi perkataan setelah Allah wujudkan menjadi SYAIUN (berupa materi maupun kejadian, peristiwa ataupun moment), bahwa "itu terjadi karena kepintaranku" atau "karena ilmu yang ada padaku", "karena keahlianku, karena dan karena yang lain".
فَإِذَا مَسَّ الْإِنسَانَ ضُرٌّ دَعَانَا ثُمَّ إِذَا خَوَّلْنَاهُ نِعْمَةً مِّنَّا قَالَ إِنَّمَا أُوتِيتُهُ عَلَىٰ عِلْمٍ ۚ بَلْ هِيَ فِتْنَةٌ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ [٣٩:٤٩]
Maka apabila manusia ditimpa bahaya ia menyeru Kami, kemudian apabila Kami berikan kepadanya
*nikmat dari Kami* ia berkata: "Sesungguhnya *aku diberi nikmat itu hanyalah karena kepintaranku*". Sebenarnya itu adalah ujian, tetapi kebanyakan mereka itu tidak mengetahui.
QS Az Zumar [39]:49
قَالَ إِنَّمَا أُوتِيتُهُ عَلَىٰ عِلْمٍ عِندِي ۚ أَوَلَمْ يَعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ قَدْ أَهْلَكَ مِن قَبْلِهِ مِنَ الْقُرُونِ مَنْ هُوَ أَشَدُّ مِنْهُ قُوَّةً وَأَكْثَرُ جَمْعًا ۚ وَلَا يُسْأَلُ عَن ذُنُوبِهِمُ الْمُجْرِمُونَ [٢٨:٧٨]
Qarun (yg dianugerahi harta yang sangat banyak di masa Nabi Musa as) berkata: "Sesungguhnya *aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku*". Dan apakah ia tidak mengetahui, bahwasanya Allah sungguh telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat daripadanya, dan lebih banyak mengumpulkan harta? Dan tidaklah perlu ditanya kepada orang-orang yang berdosa itu, tentang dosa-dosa mereka. QS Al Qashash [28]:78
Demikian, wallahu a'lam.
--
Hari-Hari Hidup Qurani (H3Q)