Assalamualaikum wrwb,
Bismillaahir Rahmaanir Rahiim, Allahumma Shalli 'ala sayyidina Muhammadin wa 'ala aali Sayyidina Muhammadin
Masih tentang YASYA". Allah selalu menganjurkan untuk memberikan maaf, memberikan ampunan walo kepada orang yang telah mendzhalimi. Sangat tidak dianjurkan untuk mendoakan keburukan kepada orang tersebut. Mohonlah doa untuk memberikan ampunan kepadanya. Allah yg Maha Pengampun hanya akan suka mendengarkan Doa untuk Pengampunan bukan Doa untuk Pembalasan Dendam.
خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ [٧:١٩٩]
Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma'ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang jahiil.
قُل لِّلَّذِينَ آمَنُوا يَغْفِرُوا لِلَّذِينَ لَا يَرْجُونَ أَيَّامَ اللَّهِ لِيَجْزِيَ قَوْمًا بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ [٤٥:١٤]
Katakanlah kepada orang-orang yang beriman hendaklah mereka memaafkan orang-orang yang tiada takut hari-hari Allah karena (hanya hakNya) Dia yang akan membalas sesuatu kaum terhadap apa yang telah mereka kerjakan.
Salah satu watak manusia yang buruk dinyatakan oleh Allah adalah suka mendoakan yang buruk kepada Allah, misalkan minta Allah utk membalas kejahatannya/kezhalimannya. Allah tidak perlu diajarkan seperti itu, dan lagipula Dia Maha Pengampun, kalaupun Dia akan membalas maka Diapun akan mengerahkan tidak hanya Maha Pemberi Balasan, tapi juga Maha Pengampun dan Maha PemurahNya.
وَيَدْعُ الْإِنسَانُ بِالشَّرِّ دُعَاءَهُ بِالْخَيْرِ ۖ وَكَانَ الْإِنسَانُ عَجُولًا [١٧:١١]
Dan manusia mendoa untuk keburukan sebagaimana ia mendoa untuk kebaikan. Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa.
Semoga kita bisa meneladani Rasulullah saw yg mulia, yang selalu berYASYA' baik, benar dan indah sampai diabadikan oleh Allah swt dalam firmanNya yg mulia.
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللَّهِ لِنتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ ۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ [٣:١٥٩]
Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka , dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.
Pengalaman kalau saya suka lupa utk memaafkan, mungkin bisa diterapkan :
1. Mengingat kembali bahwa seruan Allah untuk memaafkan ini adalah perintah yang sangat mulia dari Allah yg maha mulia, ketimbang perintah/seruan dari HAWA saya.
2. Memaafkan adalah kunci dari Sang Pemilik Kerajaan Alam-alam Semesta. Harusnya saya very excited . Dikasih kunci utk membuka dan memiliki apa yang diberikan dari kunci itu. Diberi satu kunci rumah oleh konglomerat misalkan, sudah excited harusnya kita sangat sangat very excited dikasih kunci dari Allah swt.
Demikian, wallahu a'lam
--
Hari-hari Hidup Qurani