إِنَّ الدِّينَ عِندَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ
Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Al-Islam.(QS Ali Imran [3]:19).
Al-Islam itu berada di sisi Allah (QS 3:19). Al-Islam itu bukanlah disisi negara-negara walaupun mengklaim sebagai negara-negara ISLAM atau negara-negara Arab, bukan pula di sisi Umat yang mengaku Islam. Kita ini masih mengaku-aku saja beragama Islam, tapi belum dapat pengesahan dari Allah swt. Pengesahan dari Allah itu bukan berdasarkan klaim / pengakuan, tapi ya dari Izin Allah swt (QS 10:100).
Menurut saya Al-Islam itu ya Al-Quran, karena yang ada di sisi Allah adalah Al-Quran (QS 41:52).
قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِن كَانَ مِنْ عِندِ اللَّهِ ثُمَّ
كَفَرْتُم بِهِ مَنْ أَضَلُّ مِمَّنْ هُوَ فِي شِقَاقٍ بَعِيدٍ [٤١:٥٢]
Katakanlah: "Bagaimana pendapatmu jika (Al
Quran) itu datang dari sisi Allah, kemudian kamu mengingkarinya. Siapakah yang
lebih sesat daripada orang yang selalu berada dalam penyimpangan yang jauh?" QS Fushshilat [41]:52
Agama (Ad-Diin) di sisi Allah itu adalah Al-Islam, agama di sisi manusia (Diinakum), belum tentu diakui oleh Allah sama dengan Al-Islam.
"Islamnya" Kita apakah sudah sama dengan Al-Islam yg di sisi Allah. Atau hanya pengakuan ?
أَحَسِبَ النَّاسُ أَن يُتْرَكُوا أَن يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ [٢٩:٢]
Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? QS Al Ankabuut [29]:2
Apakah sudah sama Kalkulusnya Mahasiswa A dengan Kalkulusnya Pengajar ? Untuk mengujinya perlu ujian.
Untuk menguji (Iman dan Islam kita) / (Diinakum) perlu ujian, ya dengan ujian hidup di dunia ini.
Disitulah penegakkan Yaum Ad-Diin, akan diukur Diinakum dengan Ad-Diin.
Yang akan jadi tolok ukur untuk menilai Diinakum (agamamu - yang kamu punya prinsip/keimanan), apapun prinsip ataupun keimanan yang manusia pegang, semuanya akan diukur.
Yang comply dengan Al-Islam versi Allah (di sisi Allah) itu yang memenuhi QS 2:62, QS 5:69... walopun mereka adalah Nasrani, Yahudi sekalipun, tapi jika sesuai / comply / shalih dengan Al-Islam versi Allah yakni Quran, ya akan diberikan balasan/pahala oleh Allah swt.
Tidak ada di Quran kata "Diinul Islam" / Agama Islam.
Yang ada adalah
1. "Al-Islam", QS 3:19
2. "Ad-Diin" diterjemahkan Agama, QS 3:19
3. "Diinullaahi", QS 3:83, QS 110:2
4. "Diinul Haqqi" diterjemahkan Agama Kebenaran, QS 9:29
5. "Diinul Qiyaamati", QS 98:5
6. "Diinukum" seringkali diterjemahkan Agamamu, QS 109:6, QS 40:26, QS 9:12, QS 5:77, QS 5:3 dsb
Jadi Ad-Diin itu hanya ada di sisi Allah (QS 3:19), bukan disisi siapapun, bukan di sisi kita. Dan disisi Allah itulah Al-Islam yang tidak lain adalah Al Quran (QS 41:52). Dan Al Quran itu telah diturunkan oleh Allah swt kepada kita (QS 18:1) , agar kita bisa menyesuaikan Diinukum (Diin kita sendiri) dengan Al-Islam / Al Quran tersebut -bahasa lainnya orang yang banyak penyesuaiannya dengan Quran tersebut disebut dengan Shalih (QS 7:196)
إِنَّ وَلِيِّيَ اللَّهُ الَّذِي نَزَّلَ الْكِتَابَ ۖ وَهُوَ
يَتَوَلَّى الصَّالِحِينَ [٧:١٩٦]
Sesungguhnya pelindungku ialahlah Yang telah
menurunkan Al Kitab (Al Quran) dan Dia melindungi Shaalih. QS Al-A'raaf [7]:196
إِنَّ هَٰذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ
وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ
أَجْرًا كَبِيرًا [١٧:٩]
Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk
kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang
Mu'min yang mengerjakan amal shaalihaat bahwa bagi mereka ada pahala yang besar QS Al-Isra [17]:9
Nilai "Diinukum" manusia itu spektrumnya dari Kaafir (QS 109:6, QS 40:26) atau mendekati Al-Islam - QS 5:3 bahwa Allah yang akan menyempurnakan Diinukum kita kepada Al-Islam dengan syarat persesuaian/pemenuhannya/comply-nya banyak/shaalih.
Karena itu penegakkan Ad-Diin yang sesungguhnya, bukanlah di dunia ini, melainkan di Akhirat. QS 1:4, dengan membandingkan penghitungan seberapa jauh Diinukum kita dengan Al-Islam.
Karena itulah kata Ad-Diin banyak sekali digandeng dengan kata Yaum (Hari) menjadi Yaumud-Diin, dan itu benar-benar diukur antara kadar "Diinukum" kita dengan Al-Islam, dihitung persesuaiannya berapa banyak.
Jadi dalam kehidupan nyata di dunia ini, semua manusia (apapun agamanya) ini masih menjadi peserta ujian hidup yang belum mengetahui nilai kecocokannya/keshalihannya antara kadar Diinukum-nya (Keberagamaannya) dengan Al-Islam.
Teruslah kita untuk selalu berupaya agar mendapatkan Pengesahan dari Allah akan status sebagai Muslim, Mukmin, Shaliih dengan upaya yaitu banyak memenuhi atau banyak ber-comply dengan Al-Islam / Al Quran.
Demikian, Wallahu A'lam
--
Hari-Hari Hidup Qurani (H3Q)