Sholat itu sesungguhnya intinya adalah Quran, jadi selama sehari 5x evaluasi diri dg Quran. Jadi TIDAK cukup dengan sholat gerakan seperti biasa. Sholat gerakan tetap dilakukan tapi jangan lupa evaluasi dg Qurannya.
Shalat fajr disebut dg QURANUL FAJR, ada ayat2 lain yg menegaskan Shalat itu adalah Quran.
أَقِمِ الصَّلَاةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَىٰ غَسَقِ اللَّيْلِ وَقُرْآنَ الْفَجْرِ ۖ إِنَّ قُرْآنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا [١٧:٧٨]
Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan QURANUL FAJR / Shalat Shubuh. Sesungguhnya QURANUL FAJR / shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat).
إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَّوْقُوتًا [٤:١٠٣]
Sesungguhnya SHALAT itu adalah KITAABAN (nama lain Quran) yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.
Mendirikan shalat, itu berarti melaksanakan Quran dalam penerapan sehari-hari. Shalat adalah evaluasi diri atas pengamalan thd Quran.
Shalat gerakan tetap, tapi juga berisi evaluasi pengamalan diri selama jeda waktu antara dua shalat itu dengan Quran.
Wallahu A'lam
---
Hari-Hari Hidup Qurani (H3Q)