Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh
Mari kita membaca segala sesuatu dengan Quran. Beberapa belakangan ini pemerintah mengambil keputusan yg harus diambil guna antisipasi aksi terorisme, tentunya menimbulkan pro dan kontra. Diantaranya pemerintah berencana akan menutup seluruh akses aplikasi web dan mobilenya Telegram, dan barangkali media/aplikasi medsos yang lain spt Facebook, Twitter, dengan pertimbangan pemerintah adalah guna menutup segala akses yang dimanfaatkan oleh terorisme APABILA para pemilik medsos tersebut tidak mau bekerjasama dg pemerintah Indonesia dalam menangani terorisme.
Lalu bagaimana sikap / amal kita terhadap peristiwa tersebut ? Yg jelas harus AMAL SHALIH. Shalih itu artinya bersesuaian dengan Quran. Dinilai baik BILA sesuai dengan Al Quran.
Mari kita lihat, bagaimana Allah menginginkan kita beramal/bersikap terhadap keputusan pemerintah.
قُلْ أَطِيعُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ ۖ فَإِن تَوَلَّوْا فَإِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْكَافِرِينَ [٣:٣٢]
Katakanlah: "Taatilah Allah dan Rasul-Nya; jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir". QS Ali Imran [3]:32
Perhatikan di sana Allah menggunakan kata "ATHII'UU ALLAH wa RASUL". Taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya. Allah dan RasulNya itu satu kesatuan yang tidak dipisahkan, kalau taat kepada Allah tunjukkan taatmu kepada Rasul.
Lalu perhatikan ayat berikut ini, dengan pola yg sama :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنكُمْ ۖ فَإِن تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا [٤:٥٩]
Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan *taatilah Rasul dan ulil amri di antara kamu* . Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah dan Rasul, jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. QS An Nisa [4]:59
Perhatikan di QS 4:59 di atas, setelah kata "ATHII'U ALLAH" maka bunyi selanjutnya adalah "ATHII'UU RASUL wa ULIL AMRI". Taatlah kepada Rasul dan Ulil Amri. Rasul dan Ulil Amri itu satu kesatuan yang tidak dipisahkan, jika itu sejalan dengan Allah karena didahului Taatlah kepada Allah. Kalau kamu taat kepada Rasul maka tunjukkan taatmu kepada Ulil Amri di antara kamu.
Yg dimaksud ULIL AMRI adalah siapapun dia bisa perorangan atau sekelompok orang yang diserahi amanah oleh kamu sendiri untuk menjalankan segala urusan / AL-AMRU, untuk menjalankan segala kesepakatan yang kamu serahkan kepada mereka. Disini bisa bermacam2, bisa jadi Raja, Pemerintahan, Pimpinan Perusahaan tempat bekerja, Pengurus organisasi dimana kita bernaung dan lain sebagainya, bahkan menurut Prof. Quraish Shihab, seorang Petugas Polisi Lalu Lintas yang mengatur lalu lintas di jalan adalah termasuk ULIL AMRI.
KAPAN harus taat kepada ULIL AMRI ? Selama itu sejalan dengan apa yang Allah perintahkan. Banyak perintah Allah yang harus kita taati yaitu untuk memaafkan manusia, tidak membunuh jiwa, tidak merusak tanam-tanaman, binatang ternak, tidak boleh mencaci maki dan sebagainya, dan itu sejalan dengan Program Pemerintah untuk counter-terorisme.
Dengan demikian, kesimpulan saya, taatlah kepada pemerintah karena itu adalah PERINTAH ALLAH, yang Allah akan pertanyakan sampai sejauh mana kita mentaati pemerintah, dan sebagai bukti Taat kepada Rasul. Karena itu, saya mendukung keputusan pemerintah jika memang harus dilakukan untuk melakukan pemblokiran semua aplikasi medsos jika para pemilik medsos tersebut tidak mau bekerjasama dg pemerintah Indonesia dalam menangani Terorisme.
وَإِذَا جَاءَهُمْ أَمْرٌ مِّنَ الْأَمْنِ أَوِ الْخَوْفِ أَذَاعُوا بِهِ ۖ وَلَوْ رَدُّوهُ إِلَى الرَّسُولِ وَإِلَىٰ أُولِي الْأَمْرِ مِنْهُمْ لَعَلِمَهُ الَّذِينَ يَسْتَنبِطُونَهُ مِنْهُمْ ۗ وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ لَاتَّبَعْتُمُ الشَّيْطَانَ إِلَّا قَلِيلًا [٤:٨٣
Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan Ulil Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil Amri). Kalau tidaklah karena karunia dan rahmat Allah kepada kamu, tentulah kamu mengikut syaitan, kecuali sebahagian kecil saja (di antaramu). QS An-Nisa [4]:83
---
Hari-Hari Hidup Qurani (H3Q)