Mari kita sama2 perhatikan dengan seksama.
وَإِن تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا ۗ إِنَّ اللَّهَ لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ [١٦:١٨]
Dan jika kamu menghitung-hitung NI'MATALLAHI / Nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. QS An Nahl [16]:18
Kata NI'MATALLAHI itu menunjukkan hanya satu ni'mat, bukan ni'mat-ni'mat. Tapi Allah katakan "jika kamu menghitung dari satu ni'mat Allah saja, niscaya kamu tidak dapat menghitung jumlahnya".
Lalu apakah yang dimaksud NI'MATALLAHI tersebut ? NI'MATALLAHI adalah bentuk idhafah / idiom, dan pendapat pribadi saya itu adalah AL QURAN.
Dan NI'MATALLAHI berupa AL QURAN itulah yang akan dimintai pertanggungjawabannya.
ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ [١٠٢:٨]
kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang AN-NA'IIM. QS At-Takatsur [102]:8
Bentuk kata AN-NA'IIM adalah bentuk isim muballaghah (superlatif) dan mufrad (tunggal). Jadi AN-NA'IIM bukanlah segala kenikmatan, tapi hanya SATU NI'MAT yang Paling NI"MAT. Dan AN-NA'IIM itulah AL-QURAN.
Sejalan dengan QS At-Takatsur [102]:8 tersebut bahwa yang akan ditanya/dimintai pertanggung jawaban adalah AL QURAN, terdapat pula di QS Az-Zukhruf [43]:44.
وَإِنَّهُ لَذِكْرٌ لَّكَ وَلِقَوْمِكَ ۖ وَسَوْفَ تُسْأَلُونَ [٤٣:٤٤]
Dan sesungguhnya Al Quran itu benar-benar adalah suatu kemuliaan besar bagimu dan bagi kaummu dan kelak kamu akan diminta pertanggungan jawab. QS Az-Zukhruf [43]:44.
وَإِنَّهُ لَحَسْرَةٌ عَلَى الْكَافِرِينَ [٦٩:٥٠]
Dan sesungguhnya Al Quran itu benar-benar menjadi penyesalan bagi orang-orang kafir (di akhirat).
QS Al-Haqqa [69]:50
AL QURAN-lah yang akan menjadi bahan penyesalan bagi orang2 yg mengingkari. Jadi AL-QURAN sebagai timbangan sekaligus standar bobot penimbangan amal di hari penghisaban nanti. Semua amal akan di-cek kesesuaiannya dengan AN-NA'IIM / AL-QURAN.
Menarik pula, nama Suratnya adalah Surat AL-HAQQAH. AL-HAQQAH adalah realisasi penerapan/penegakkan AL HAQQ (Kebenaran), dan nama lain AL QURAN adalah AL HAQQ. Jadi AL-HAQQAH adalah hari penegakkan AL HAQQ/AL-QURAN untuk umat Nabi Muhammad saw.
Untuk umat-umat yang lain AL HAQQ adalah kitab2 yg Allah turunkan sesuai dengan masanya, AT-TAURAT, AL-INJIIL dan lain sebagainya.
Hampir semua profesi di dunia saja ada standar kerja yang harus dipenuhi ntah dalam bentuk ISO dan akan dinilai/di-assess, sampai dimana pemenuhannya dan pembobotannya. Bayangan saya seperti itulah yang akan terjadi pada peristiwa AL-HAQQAH. Dimana setiap amal dihitung pemenuhannya dan pembobotannya dengan kitab umatnya masing2, dan kalau kita adalah dengan Al Quran.
Sedikit menambahkan tentang kata nikmat yang seringkali kita ucapkan sehari-hari.
Dalam Al Quran, menurut yang saya amati, semua kata NI'MAT / NI'MAH itu adalah maksudnya Wahyu dalam hal ini bagi kita umat Nabi Muhammad saw, NI'MAT/NI'MAH itu adalah Quran. Cukup keras ayatNya yang menyatakan jika kita tidak mensyukuri NI'MAT/NI'MAH berupa Al Quran ini, bahkan tidak boleh menukarnya dengan sesuatu yang lain.
يَعْرِفُونَ نِعْمَتَ اللَّهِ ثُمَّ يُنكِرُونَهَا وَأَكْثَرُهُمُ الْكَافِرُونَ ﴿النحل: ٨٣﴾
Mereka mengetahui NI'MAT ALLAH (Wahyu/Al Quran), kemudian mereka mengingkarinya dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang kafir. (QS An-Nahl [16]: 83)
وَمَن يُبَدِّلْ نِعْمَةَ اللَّهِ مِن بَعْدِ مَا جَاءَتْهُ فَإِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ [٢:٢١١]
Dan barangsiapa yang menukar NI'MAT ALLAH (Wahyu/Al Quran) setelah datang NI'MAT itu kepadanya, maka sesungguhnya Allah sangat keras siksa-Nya. QS Al Baqarah [2]:211
أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ بَدَّلُوا
نِعْمَتَ
اللَّهِ كُفْرًا وَأَحَلُّوا قَوْمَهُمْ دَارَ الْبَوَارِ
﴿ابراهيم: ٢٨﴾
Tidakkah
kamu perhatikan orang-orang yang telah menukar nikmat Allah dengan kekafiran dan
menjatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan?, (QS. Ibrahim [14]:
28)
Adapun jika nikmat yang dimaksud adalah berupa kesenangan, kebahagiaan, mendapatkan sesuatu yang diinginkan, kekayaan, anak, pasangan hidup, kendaraan, tempat tinggal nyaman, penghasilan, kemewahan, kekuasaan, pengetahuan dan sebagainya yang dilihat sebagai nilai tambah dalam pandangan manusia itu disebut dengan NA'MAH. Dan manusia apabila diberikan NA'MAH itu merasa bahwa Tuhan memuliakannya, padahal bukan, itu masih berupa ujian.
فَأَمَّا الْإِنسَانُ إِذَا مَا ابْتَلَاهُ رَبُّهُ فَأَكْرَمَهُ وَنَعَّمَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَكْرَمَنِ ﴿الفجر: ١٥﴾
Adapun manusia apabila Tuhannya MENGUJINYA lalu dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya NA'MAH, maka dia akan berkata: "Tuhanku telah memuliakanku". (QS Al Fajr [89]: 15)
وَذَرْنِي وَالْمُكَذِّبِينَ أُولِي النَّعْمَةِ وَمَهِّلْهُمْ قَلِيلًا [٧٣:١١]
Dan biarkanlah Aku (saja) bertindak terhadap orang-orang yang mendustakan itu, orang-orang yang mempunyai NA'MAH dan beri tangguhlah mereka barang sebentar. QS Al Muzammail [73]:11
Karena itu SYUKUR NI'MAT/NI'MAH yg sesungguhnya adalah mngamalkan Quran, karena nikmat yg plg besar AN-NA'IIM adl Al Quran, dan bulan Ramadhan diturunkannya Al Quran pada ayat QS 2:185, ujung ayatnya adalah agar kamu bersyukur.
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ ۚ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۖ وَمَن كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۗ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ [٢:١٨٥]
(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur. QS Al Baqarah [2]:185
demikian pendapat saya, wallahu a'lam.
---
Hari-Hari Hidup Qurani (H3Q)