Sering kita dengar seruan dari para penceramah, berdasar ayat Quran Surat Al Baqarah : 183, "Telah diwajibkan bagi kamu berpuasa/shiyam sebagaimana telah diwajibkan orang2 sebelum kamu, agar kamu bertaqwa". Lalu apakah konkretnya "bertaqwa dengan bershiyam/berpuasa" ?
Dekat sekali ayatnya antara Berpuasa/bershiyam dengan Ramadhan sebagai bulan diturunkannya Al Quran.
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu berTAQWA”. (QS. 2:183)
“Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) AL QURAN sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). “ (QS. 2:185)
Berpuasa/shiyam yang artinya menahan, itu maksudnya adalah menahan apapun termasuk menahan hawa agar mau mngikuti QURAN itulah Taqwa. Agar hidup kita selalu BerTAQWA itu maka Hari-hari Hidupnya itu harus BerQURAN.
Kata "la'allakum" pada ayat QS 2:183 diatas, itu bukan sekedar "agar" tapi itu "harapan Allah",ilustrasinya seperti harapan ortu, tanpa pamrih n harapan DIA, jadi jangan sampai kita membuat kecewa padaNya.
Lalu apa itu HAWA ?
HAWA adalah bukan sekedar hawa nafsu, juga termasuk di dalamnya logika, keinginan, cara berpikir, mindset, niat, kehendak, konsep, perasaan, cinta, dan sebagainya yang berada di dalam tiap diri manusia. Hendaknya semuanya yang ada dalam diri kita masing-masing mengikuti jalan yang telah Allah turunkan, yaitu AL QURAN. Itulah orang-orang yang bertaqwa, yang Hari-hari Hidupnya dengan Al Quran (H3Q).
Selain AL QURAN adalah HAWA manusia:
“Dan demikianlah, Kami telah menurunkan Al Quran itu sebagai peraturan (yang benar) dalam bahasa Arab. Dan seandainya kamu mengikuti HAWA mereka setelah datang ILMU (ALQURAN) kepadamu, maka sekali-kali tidak ada pelindung dan pemelihara bagimu terhadap (siksa) Allah.” (QS. 13:37)
Itulah yang dimaksud TUJUAN berpuasa bukan sekedar menahan lapar dan dahaga, melainkan menahan apa yang segala ada pada diri manusia agar BERTAQWA (mengikuti AL QURAN) di dalam hari-hari hidupnya.
“Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah MENURUNKAN kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan PAKAIAN TAQWA (AL QURAN) itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.” (QS. 7:26)
“Hai anak-anak Adam, jika datang kepadamu rasul-rasul daripada kamu yang menceritakan kepadamu ayat-ayat-Ku (termasuk AL-QURAN), maka barangsiapa yang BERTAQWA dan mengadakan perbaikan, tidaklah ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (QS. 7:35)
"Peganglah dengan teguh apa yang telah Kami berikan kepadamu (Ayat2Nya termasuk AL QURAN), serta ingatlah selalu (amalkanlah) apa yang tersebut di dalamnya supaya kamu menjadi orang-orang yang BERTAQWA". (QS. 7:171)
“AL QURAN dalam bahasa Arab yang tidak ada kebengkokan (di dalamnya) supaya mereka BERTAQWA”. (QS. 39: 28)
“Dan sesungguhnya AL QURAN itu benar-benar suatu pelajaran bagi orang-orang yang BERTAQWA”. (QS. 69:48)
“Hai orang-orang yang beriman, BERTAQWA-lah kepada Allah SEBENAR-BENAR TAQWA kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam. Dan berpeganglah kamu semuanya kepada TALI ALLAH (AL QURAN), dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan NIKMAT ALLAH (AL QURAN) kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena NIKMAT-NYA (AL QURAN), orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (AL QURAN) kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.” (QS. 3:102-103)
“Maka sesungguhnya telah Kami mudahkan AL QURAN itu dengan bahasamu, agar kamu dapat memberi kabar gembira dengan AL QURAN itu kepada orang-orang yang BERTAQWA, dan agar kamu memberi peringatan dengannya kepada kaum yang membangkang”. (QS. 19: 97)
“Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (AL QURAN), kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya. Dan sesungguhnya syaitan-syaitan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar (AL QURAN) dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk. “
(QS. 43:36-37)
Wassalamualaikum wrwb,