Tentang Ke-Khalifahan “, simak baik2 penegasan Allah swt, berikut ini,
وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَىٰ لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُم مِّن بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا ۚ يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا ۚ وَمَن كَفَرَ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ [٢٤:٥٥]
Dan Allah telah menjajikan ( وَعَدَ اللهُ ) kepada orang-orang yang beriman di antara kamu ( الَّذِينَ آمَنُوا ) dan mengerjakan amal-amal yang saleh ( وَ عَمِلُوا الصَّالِحَاتِ ) bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi ( لَيَسْتَخْلِنَّهُمْ فِي اْلاَرْضِ ), sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa ( كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ ), dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka ( وَلَيَمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ ), dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentaus ( وَ لَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِن بَعْدِ خَوْفِهِمْ اَمْنًا ). Mereka tetap menyembahku-Ku ( يَعْبُدُونَنِي ) dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku ( لاَ يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا ). Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik ( وَ مَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَالِكَ فَاُلَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ ). ( Qs. 24 : 55 )
Pengajaran ( مَوعِظَةٌ ) dan Petunjuk ( هُدًى ) dari Qs. 24 : 55,
a. Allah telah menjajikan ( وَعَدَ اللهُ ); ini jelas merupakan penegasan Allah yang harus imani dan yakini bahwa Dia, Allah telah menjanjikan bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi ( لَيَسْتَخْلِنَّهُمْ فِي اْلاَرْضِ ), sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa ( كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ ),
Dari penegasan ini dipahami bahwa “ Yang menjadikan Khalifah di Bumi “ itu Allah swt, BUKAN UPAYA PERJUANGAN POLITIK; menjadikan Khalifah di Bumi adalah hak prerogative Allah swt … !!! Janji tersebut ditujukan kepada :
b. orang-orang yang beriman di antara kamu ( الَّذِينَ آمَنُوا ) dan mengerjakan amal-amal yang saleh ( وَ عَمِلُوا الصَّالِحَاتِ ); Allah swt yang lebih mengetahui siapa diantara kamu yang beriman dan mengerjakan amal shaleh; bagian ayat ini juga secara jelas menyatakan bahwa “ masalah kekhalifahan “ adalah masalah “ iman dan amal shaleh “, lagi-lagi BUKAN MASALAH POLITIK; berdasarkan “ perhitungan/penilaian yang cepat ( < Qs. 3 : 19 > فَاِنَّ اللهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ ), maka,
c. Dia, Allah swt. sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi ( لَيَسْتَخْلِنَّهُمْ فِي اْلاَرْضِ ), sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa ( كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ ),
d. dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka ( وَلَيَمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ ); bagian ayat ini juga menyatakan bahwa “ kekhalifahan “ berhubungan dengan keberagamaaan yang diridhai dan berkaitan juga dengan ke-imanan dan amal shaleh “, lagi-lagi jelas bukan Politik atau perjuangan meraih kekuasaan politik ... !!!, seta ...
e. Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa ( وَ لَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِن بَعْدِ خَوْفِهِمْ اَمْنًا ); bagian ayat ini, Allah swt juga menjanjikan akan menukar keadaan mereka dari ketakutan menjadi aman sentosa, dan ini akan Allah swt berikan sesuai dengan ke-imanan dan intensitas amal shaleh; lagi-lagi kesibukan kekhalifahan adalah selalu meningkatkan keimanan dan intensitas amal shaleh agar Allah swt menurunkan suasana sentosa/aman ( وَ لَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِن بَعْدِ خَوفِهِمْ اَمْنًا )
f. Mereka tetap menyembahku-Ku ( يَعْبُدُونَنِي ) dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku ( لاَ يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا ); bagian ayat ini secara tersurat juga jelas dan tegas bahwa masalah kekhalifahan berkaitan dengan tetap menyembahku-Ku ( يَعْبُدُونَنِي ) dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku ( لاَ يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا ); ini juga bukan sama sekali perjuangan politik, dan tetap menyembahku-Ku ( يَعْبُدُونَنِي ) dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku ( لاَ يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا ) harus dan harus dilakukan/dilaksakan kapan saja dan dimana saja, di Negara Komunis Atheis, Sosialis, Sekuler dls ... !!!
g. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik ( وَ مَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَالِكَ فَاُلَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ ); ini peringatan agar kekhalifahan tidak tergelincir pada “ kefasikan “ atau mengisyaratkan bahwa aktivitas/dinamika kekhalifahan bisa bergeser kepada kekufuran dan kefasikan; sesuai dengan kualitas keberimanan dan intensitas amal shaleh, perhatiakan peringatan Allah swt dalam Qs. 5 : 32, berikut,
.... ۖ فَلَا تُزَكُّوا أَنفُسَكُمْ ۖ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقَىٰ [٥٣:٣٢]
......; maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa. ( Qs. 53 : 32 )
قُلْ إِنَّ الْمَوْتَ الَّذِي تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مُلَاقِيكُمْ ۖ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَىٰ عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ
Katakanlah: "Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya ( اِنَّ الْمَوتَ الَّذِي تَفِرُّونَ مِنْهُ ), maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu ( فَإِنَّهُ مُلاَقِيكُمْ ), kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan" ( Qs 62 : 8 ).
اِنْ ضَلَلْتُ فَاِنَّمَآ اَضِلُّ عَلَى نَفْسِى وَ اِنِ اهْتَدَيْتُ فَبِمَا يُوحِي اِلَيَّ رَبِّي
اِنَّهُ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ ( 50 : 34 )
اِنَّهُ لَذِكْرٌ لَكَ وَ لِقَومِكَ وَ سَوفَ تُسْئَلُونَ ( 44 : 43 )