1. Syetan baru ampuh membujuk manusia, JIKA manusia MELUPAKAN perintah Tuhannya
وَلَقَدْ عَهِدْنَا إِلَىٰ آدَمَ مِن قَبْلُ فَنَسِيَ وَلَمْ نَجِدْ لَهُ عَزْمًا [٢٠:١١٥]
Dan sesungguhnya telah Kami perintahkan kepada Adam dahulu, maka ia lupa (akan perintah itu), dan tidak Kami dapati padanya kemauan yang kuat. QS 20:115,
Pada ayat dijelaskan Adam melupakan perintah Tuhan dan tidak ada kemauan yang kuat utk menjauhi larangan Tuhan, maka di ayat QS 20:120 Syetan mulai membisikkan
Hal ini sejalan dg ayat2 Quran yang lain
وَمَن يَعْشُ عَن ذِكْرِ الرَّحْمَٰنِ نُقَيِّضْ لَهُ شَيْطَانًا فَهُوَ لَهُ قَرِينٌ [٤٣:٣٦]
Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al Quran), kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya. QS 43:36
Kata ذِكْرِ الرَّحْمَٰنِ (Dzikrur Rahmaani) adalah bentuk idhafah atau idiom, maksudnya adalah AL QURAN.
Jadi ketika kita berpaling dari Quran, dengan cepat syetan akan menjadi temannya (penasehat, WALIY, dsb)
2. Cara menangkis agar apakah kita sedang berada di jalan yg lurus (Quran) atau malah menyimpang, yaitu dg cara EVALUASI Harian, amal/perbuatan dari sejak hati sampai perbuatan nyata sudah sesuai belum dg Quran.
وَجَعَلْنَا اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ آيَتَيْنِ ۖ فَمَحَوْنَا آيَةَ اللَّيْلِ وَجَعَلْنَا آيَةَ النَّهَارِ مُبْصِرَةً لِّتَبْتَغُوا فَضْلًا مِّن رَّبِّكُمْ وَلِتَعْلَمُوا عَدَدَ السِّنِينَ وَالْحِسَابَ ۚ وَكُلَّ شَيْءٍ فَصَّلْنَاهُ تَفْصِيلًا [١٧:١٢]
Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda, lalu Kami hapuskan tanda malam dan Kami jadikan tanda siang itu terang, agar kamu mencari kurnia dari Tuhanmu, dan supaya kamu mengetahui bilangan tahun-tahun dan perhitungan. Dan segala sesuatu telah Kami terangkan dengan jelas. QS Al Isra [17]:12.
Dijadikan malam dan siang (HARIAN) itu BUKAN hanya utk bilangan tahun (KALENDER), namun juga untuk HISAAB (Evaluasi). Semua kata "HISAAB" merujuk pada EVALUASI amal manusia.
3. Setelah mengetahui hasil EVALUASI Harian, maka segera kembali (TAUBAT) kepada Allah, yaitu kembali ke jalan yang lurus (QURAN)
وَمَن تَابَ وَعَمِلَ صَالِحًا فَإِنَّهُ يَتُوبُ إِلَى اللَّهِ مَتَابًا [٢٥:٧١]
Dan orang-orang yang bertaubat dan mengerjakan amal saleh, maka sesungguhnya dia bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya. QS Al Furqaan [25]:71.
Apa ciri bertaubat itu salah satunya di ayat 73 nya dijelaskan
وَالَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُوا بِآيَاتِ رَبِّهِمْ لَمْ يَخِرُّوا عَلَيْهَا صُمًّا وَعُمْيَانًا [٢٥:٧٣]
Dan orang-orang yang apabila diberi peringatan dengan ayat-ayat Tuhan mereka (AL QURAN), mereka tidaklah menghadapinya sebagai orang-orang yang tuli dan buta.
Jadi pengamalan untuk sehari-hari, agar kita tidak jauh menyimpang dari Quran adalah ibarat kita sedang berjalan di Garis Lurus, agar tetap di Garis Lurus maka harus dilakukan Evaluasi Harian, karena kalau membuat walau hanya 1 derajat saja, dan tidak ada Evaluasi / Dashboard menampilkan penyimpangan itu, maka di ujung perjalanan bisa berjarak puluhan km, kalo di alam semesta beda 1 derajat di bumi, bisa menghasilkan perbedaan jutaan km.
Ketika kita kembali lagi ke Garis Lurus, pas menyadari ada penyimpangan, itulah TAUBAT.
Wallahu a'lam
---
Hari-hari Hidup Qurani (H3Q)