Assalamualaikum wr.wb
A'uudzu Billaahi Minasy Syaithaanir Rajiim
Bismillaahir Rahmaanir Raahiim
Awalnya selama bertahun-tahun, terlebih lagi, kuliah di teknik, menyebabkan memahami segala fenomena alam ini adalah serba OTOMATIS, seolah berjalan dengan sendirinya masing-masing per bagian, mulai dari yang sangat terkecil (saat ini adalah quark) dan yg sangat besar (super galaksi).
Ternyata menurut Quran, semuanya itu bukanlah OTOMATIS, melainkan DIGERAKKAN, inilah pemahaman baru dari firman Allah sebagai berikut :
أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يُسَبِّحُ لَهُ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالطَّيْرُ صَافَّاتٍ ۖ كُلٌّ قَدْ عَلِمَ صَلَاتَهُ وَتَسْبِيحَهُ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِمَا يَفْعَلُونَ [٢٤:٤١]
Tidaklah kamu tahu bahwasanya Allah: kepada-Nya bertasbih apa yang di langit dan di bumi dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya. Masing-masing telah mengetahui (cara) sembahyang dan tasbihnya, dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan. QS An Nuur [24]:41
Di sana menggunakan kata "ALLAH YUSABBIHU". YUSABBIHU itu bentukan fi'il mudhari' (KATA KERJA bentuk PRESENT TENSE) dari kata SABBAHA atau SABAHA. Sabaha artinya Berpindah/bergerak, berjalan jauh.
Menandakan bahwa semua apa yang ada di Langit dan di Bumi senantiasa diGERAKkan oleh Allah swt, tidak mengenal waktu, sekarang dan bahkan sampai hancurnya Langit dan Bumi.
Allah menggerakkan segala sesuatu atas dasar segala Ke-Maha-anNya, yang penuh perhitungan cermat, maha teliti, dan sebagainya.
Pengamalan kita adalah berupa penyadaran, apabila kita menyadari bahwa segala sesuatu berubah atau bergerak, disitulah ada kehadiran Allah swt, karena sesuatu itu tidak akan berubah atau bergerak tanpa ada yang menggerakkannya.
Dari QS 24:41, sesungguhnya materi-energi itu tetap tidak bisa menjalankan "hukum alam" itu. Dengan menggunakan kata "Sesungguhnya / Benar-benar" (INNA), bahwa Allah-lah yang MENGGERAKKAN (YUSABBIHU) itu semua materi-energi atau apapun yang ada. YUSABBIHU itu pekerjaan yang dilakukan oleh Allah secara terus menerus. Bagi kita manusia memang seolah2 itu telah ditetapkan "hukum alam" yang teratur yg bisa jalan dengan sendirinya. Padahal Allah-lah yang menjalankannya dengan teratur, teliti, tidak pernah melenceng per satu satuan materi-energi walau yang terkecil sekalipun misalnya pergerakan elektron di dlm atom.
Sebagai perbandingan kata bahwa makna yang lebih sesuai dari YUSABBIHU itu bukan sekedar bertasbih kepadanya, tapi ALLAHU YUSABBIHU adalah ALLAH MENGGERAKKAN.
Tidak seperti yang telah saya bayangkan sebelumnya bahwa ketika Allah sudah selesai menciptakan segala sesuatu dan Allah telah membuat program/hukum alam/sunnatullah untuk segala sesuatu, maka segala sesuatu itu akan bergerak dengan sendirinya mengikuti program tersebut, dan Allah bersemayam di atas "Menara Gading", just watching. Tidak seperti itu saja. Kebesaran Allah bukan hanya Maha Melihat, namun juga Menggerakkan dengan keMahaTelitianNya segala sesuatu ciptaanNya, mengikuti program/hukum alam/sunnatullahNya itu. Betapa sibukNya Dia.
Bahkan di dalam tubuh kita sendiri, kita ga pernah mampu menggerakkan sendiri jantung kita untuk berdetak, darah mengalir dengan sendirinya, makanan yang masuk digerakkan menuju lambung, usus dan seterusnya. Semua digerakkan olehNya. Bahkan ketika kita melakukan aktifitas (di dalam ayat berikut) diwakilkan dengan kata "melempar", yang menggerakkan komponen2 tubuh kita sesungguhnya bukanlah kita, melainkan Allah, kita hanya punya kehendak.
وَمَا رَمَيْتَ إِذْ رَمَيْتَ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ رَمَىٰ
"dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah-lah yang melempar. QS Al Anfaal [8]:17
Mata kita bisa melihat dengan auto-focus yang teramat teliti. sehingga bisa menyesuaikan fokus penglihatan, bukanlah pakai tangan kita sendiri untuk menebal atau menipiskan lensa mata kita sendiri, melainkan digerakkan/diubah olehNya, lensa mata kita berada di tangan-Nya.
فَسُبْحَانَ الَّذِي بِيَدِهِ مَلَكُوتُ كُلِّ شَيْءٍ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ [٣٦:٨٣]
Maka Maha Suci (Allah) yang di tangan-Nya kekuasaaan atas segala sesuatu dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan. QS Yaasin [36]:83
Setiap sesuatu berada di genggamanNya, digerakkanNya, diubahNya, dipindahkanNya, disentuhNya, dirawatNya, ditahanNya dan sebagainya yang sejauh kita mampu membayangkan seluruh pekerjaan yang bisa dilakukan oleh tanganNya.
Dimana ada sesuatu yang bergerak, berarti sesuatu itu sedang digerakkan Allah swt dan disitulah kehadiran Allah swt. Jadinya kita akan menyadari bahwa kita dikelilingi oleh Allah swt. "Kemanapun kamu menghadap, disitulah Wajah Allah" QS Al Baqarah [2]:115.
Semoga kita selalu menyadari bahwa kita dikelilingi oleh Allah subhana wa ta'ala.
أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يُزْجِي سَحَابًا ثُمَّ يُؤَلِّفُ بَيْنَهُ ثُمَّ يَجْعَلُهُ رُكَامًا فَتَرَى الْوَدْقَ يَخْرُجُ مِنْ خِلَالِهِ وَيُنَزِّلُ مِنَ السَّمَاءِ مِن جِبَالٍ فِيهَا مِن بَرَدٍ فَيُصِيبُ بِهِ مَن يَشَاءُ وَيَصْرِفُهُ عَن مَّن يَشَاءُ ۖ يَكَادُ سَنَا بَرْقِهِ يَذْهَبُ بِالْأَبْصَارِ [٢٤:٤٣]
Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan. QS 24:43,
Perhatikan dalam QS 24:43 itu semuanya menggunakan kata kerja/fi'il, dan bentuknya fi'il mudhari' yg artinya terus menerus DENGAN SENGAJA dan LANGSUNG melakukan/mengerjakan.
Sejak ALLAH mengarak awan (YUZJII), mengumpulkan (YU ALLIF), menjadikan (YAKHRUJU), mengeluarkan (YAKHRUJU), menurunkan (YUNAZZIL). ditimpakan (YUSHIIBU), dipalingkan/dihindarkan (YASHRIFU), di ayat itu hanya ada pelaku tunggal, Allah saja.
Otomatiskah, apakah Allah tinggal keluarin IZIN-NYA saja, lalu segala sesuatu itu bergerak, berubah dg sendirinya atau Allah juga yg akan menggerakkan semuanya itu ?
Wallahu a'lam (Dan Allah-lah yang paling tahu).
---
Hari-hari Hidup Qurani (H3Q)