Bumi
source : https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/6/6f/Earth_Eastern_Hemisphere.jpg
وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي
الْأَرْضِ خَلِيفَةً
ۖ قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَن يُفْسِدُ فِيهَا
وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ
ۖ قَالَ إِنِّي
أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ
[٢:٣٠]
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para
Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka BUMI".
Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang
yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami
senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan
berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui". QS Al Baqarah [2]:30
Banyak pelajaran yang baik / mauizhah hasanah dari ayat Allah swt di atas :
1. Bahwa Allah swt yang Maha Kuasa tetap mengajak Musyawarah, diantaranya adalah memberitakan mengenai RencanaNya untuk mengadakan seorang Khalifah di muka Bumi. Allah swt yang Maha Penentu tetap memberitahukan kehendakNya agar makhluk yang berkenaan dengan tugas-tugasnya nanti dapat mengetahui akan kewajibannya, dalam hal ini para malaikat yang berkaitan dengan Manusia dan Bumi. Harusnya demikianlah pemimpin di dalam kelompok sekecil apapun, selalu mengajak musyawarah kepada para bawahannya akan rencana yang akan dilakukan, janganlah seperti dewa yang tidak tersentuh karena selalu bertengger di atas menara gading.
2. Bahwa Malaikat adalah makhluq yang senantiasa bertasbih, senantiasa memuji Allah dan mensucikanNya, tanpa ada jeda, tanpa ada sela, tanpa henti. Kita percaya malaikat jika mereka klaim bahwa senantiasa rajin tanpa henti dan jeda bertasbih. Namun jika ada manusia yang klaim dirinya atau kelompoknya yang paling rajin bertasbih dan sebagainya, bagaimana pendapat para pembaca ?
3. Walaupun sedemikian mulianya kedudukan para malaikat sehingga diajak oleh Allah swt untuk bermusyawarah, Allah swt TIDAK menunjuk mereka untuk menjadi Khalifah di muka Bumi, dikarenakan KOMPETENSI yang dimiliki Malaikat tersebut TIDAK SESUAI dengan tugas khalifah nantinya di muka Bumi.
Allah swt sudah memberikan pengajaran yang sangat berharga dalam QS Al Baqarah [2]:30 di atas, bahwa BUKANLAH Kompetensi untuk di BUMI jika mengandalkan pada Kompetensi Penilaian dari Banyaknya bertasbih dan mensucikan Tuhan (ibadah ritual).
Pemilihan individual manusia di muka Bumi APAPUN JABATANNYA apalagi sebagai PEMIMPIN DUNIA janganlah berdasarkan "Rajinnya Shalat Tahajud, Rajinnya ke Masjid, Bagusnya Bacaan Quran, Rajinnya Puasa Senin-Kamis, atau Puasa Daud, dan sebagainya". Kurang apa rajinnya malaikat bertasbihnya, rajinnya malaikat beribadah ritual kepada Tuhannya tanpa henti dan tanpa jeda Senin-Kamis, tidak dapat dibandingkan apalagi jika dibandingkan dengan manusia, namun Allah swt tidak memilihnya untuk mengemban tugas Khalifah di BUMI.
KOMPETENSI yang dibutuhkan seorang Khalifah adalah berkaitan dengan Pengelolaan BUMI yang penulis simpulkan dalam DUA GARIS BESAR KOMPETENSI yaitu Kompetensi dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM), disingkat Kompetensi SDA dan SDM.
Setiap tugas yang akan diemban seorang manusia di BUMI, entah itu sebagai Pilot, Dokter, Hakim, Pemimpin dan sebagainya, hendaknya memperhatikan dengan sangat tajam terhadap KOMPETENSI di bidang SDA dan SDM yang harus dimiliki oleh individu yang bersangkutan. Seorang Pilot harusnya menguasai Kompetensi bidang SDA (diantaranya ketepatan membaca instrumen, kepandaiannya mengendalikan pesawat terbang, dsb) dan Kompetensi di bidang SDM (diantaranya kecakapan dalam berkomunikasi dengan kopilot, ATC dsb). Bisa dibayangkan jika Pilot yg dipilih berdasarkan Kompetensi Banyaknya / Rajinnya dia Bertasbih, ada yang mau sebagai penumpangnya ?
Demikian pula dengan jabatan-jabatan yang lain, terutama Pemimpin Dunia (RT, RW, Lurah, Camat, Walikota, Gubernur, Presiden, Sekjen PBB dsb). Pilihlah Pemimpin Dunia yang paling unggul KOMPETENSINYA dalam mengelola SDA dan SDM, bukan karena banyaknya 'ibadah ritual'.
Demikianlah Allah swt sudah mengajarkan mauizhah yang luar biasa yang tak dapat ditandingi oleh siapapun pengajaranNya.
Wallahu a'lam
---
Hari-Hari Hidup Qurani (H3Q)