Kalau bagi kami, mengetahui makna sholat sebenarnya, membuat kagum berkali-kali kepada Sang Sumber Pengetahuan yaitu Allah swt. Bukan sholat dalam artian hanya gerakan-gerakan sholat saja.
Sholat seperti yg kami pahami adalah koneksi, itu ternyata alam semestapun seluruhnya melakukan sholat.
أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يُسَبِّحُ لَهُ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالطَّيْرُ صَافَّاتٍ كُلٌّ قَدْ عَلِمَ صَلَاتَهُ وَتَسْبِيحَهُ وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِمَا يَفْعَلُونَ ﴿النور: ٤١﴾
Tidaklah kamu tahu bahwasanya Allah: kepada-Nya bertasbih apa yang di langit dan di bumi dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya. Masing-masing telah mengetahui sholatnya dan tasbihnya, dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan. (QS An-Nur [24]: 41)
Nah apakah seluruh alam semesta melakukan sholat dengan gerakan seperti kita, ada ruku'nya, ada sujudnya, duduk tahiyat dan sebagainya ? Tentunya tidak, namun Allah menggambarkan mereka selalu melakukan sholat dan tasbihnya (tentang tasbih kapan2 akan dibahas, insya Allah).
Kalau pengertian sholat tidak berupa gerakan, tapi sholat maknanya adalah interkoneksi yang intens seperti yang telah dijelaskan dalam Bagian Pertama, maka dilansir dari berbagai sumber, ternyata pohon-pohon di dalam hutan itu saling interkoneksi, saling berkomunikasi di antara yang lain. Jika ada satu pohon sedang dimakan daunnya oleh hewan maka dia akan mengirim sinyal kepada seluruh pohon disekitarnya untuk waspada, sehingga pohon-pohon sekitarnya itu siap untuk menghadapi 'bahaya' ikut dimakan, sebagian akan mengeluarkan racun atau yang lainnya.
Selain antisipasi bahaya, pohon-pohon juga bisa berbagi nutrisi.
Dan pohon yang menyendiri ternyata bisa cepat mati. Kita menduga jika ada pohon menyendiri maka segala nutrisi bisa dimakan sepuasnya, tapi rupanya, pohon menyendiri lebih cepat mati, dibanding pohon-pohon yang berkumpul di dalam hutan, karena ada saling interkoneksi, interaksi, itulah pohon bersholat.
Manusia yang diberi kemampuan berbahasa, beragam bahasa hendaknya saling koneksi atau bersholat satu sama lain.
Sholat tidak hanya ditujukan kepada Tuhan, tapi juga kepada seluruhnya (sudah dijelaskan juga dalam Bagian Pertama, Tuhanpun melakukan sholat kepada seluruh ciptaanNya).