يَوْمَ نَطْوِي السَّمَاءَ كَطَيِّ السِّجِلِّ لِلْكُتُبِ ۚ كَمَا بَدَأْنَا أَوَّلَ خَلْقٍ نُّعِيدُهُ ۚ وَعْدًا عَلَيْنَا ۚ إِنَّا كُنَّا فَاعِلِينَ ﴿٢١: ١٠٤﴾
“Pada hari ini, Kami gulung (NATHWI) langit sebagai menggulung lembaran-lembaran kertas. Sebagaimana Kami telah memulai panciptaan pertama begitulah Kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati; sesungguhnya Kamilah yang akan melaksanakannya.” (QS. Al-Anbiyaa [21]: 104)
Sebgaimana kita tahu bahwa ayat tersebut telah dg diturunkan 1400 tahun lalu, dan ayat itu berlaku sampai saat ini dan yang akan datang. Yang maknanya, dari dulu Kiamat di langit sudah berproses, ditandai pula dengan kata “NATHWI” merupakan bentuk fi’il mudhari’, (Present Tense) dimana kiamat dengan penggulungan langit itu terus menerus sedang berlangsung. Pada hari inipun sedang proses berlangsungnya kiamat di langit.
Tidak ada yang tahu, bintang-bintang yg kita lihat di langit, ada yang berjarak 4 tahun cahaya (bintang terdekat dg bumi) sampai yang berjarak jutaan tahun cahaya, apakah bintang-bintang tersebut masih ada ? Bintang-bintang itu kan sudah berumur 4 tahun sampai jutaan tahun yang lalu keberadaannya, karena sinarnya baru sampai kepada kita.
Bisa jadi perambatan kejadian kiamat lebih cepat daripada kecepatan cahaya itu sendiri, kita menduga masih stabil langit di atas bumi (kita tidak menyadarinya, sebagaimana bunyi ayat di bawah ini) padahal yg kita lihat adalah keadaan langit bertahun-tahun sebelumnya.
Ketika kiamat sampai di bumi kita, akan sangat mendadak :
أَفَأَمِنُوا أَن تَأْتِيَهُمْ غَاشِيَةٌ مِّنْ عَذَابِ اللَّهِ أَوْ تَأْتِيَهُمُ السَّاعَةُ بَغْتَةً وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ ﴿١٢: ١٠٧﴾
“Apakah mereka merasa aman dari kedatangan siksa Allah yang meliputi mereka, atau kedatangan kiamat kepada mereka secara MENDADAK, sedang mereka tidak menyadarinya?” (QS. Yusuf: 107)
Tidak ada lagi waktu untuk mengerjakan amal shaleh, tidak ada lagi waktu untuk bertobat. Allah swt sudah peringatkan langit sedang berproses menjadi kiamat.
Mumpung masih ada kesempatan, detik ini, menit ini, jam ini. Hari ini dan esok, tidak ada yg tahu.
Jangan terlena dengan dugaan (Zhon), bahwa kiamat akan terjadi kalo tidak ada orang beriman lagi, baru akan terjadi kiamat ketika tidak ada lagi orang yang menyebut Allah. Itu mitos. Lebih benar firman Allah berikut ini. Kiamat akan terjadi dan orang2 yg beriman pun akan mengalaminya pula.
“Barangsiapa yang membawa kebaikan, maka ia memperoleh (balasan) yang lebih baik dari padanya, sedang mereka itu adalah orang-orang yang aman tenteram dari pada KEJUTAN yang DAHSYAT pada HARI ITU”. (QS. 27:89)
Maha BENAR Allah atas segala firmanNya.
Wallahu a'lam (Allah yang lebih Mengetahui)
-----
Hari-hari Hidup Qurani (H3Q)