بِسْمِ اللهِ الْوَاسِعِ الْعَلِيمِ
فَاسْتَمْسِك بِالَّذِى اُوحِيَ اِلَيكَ اِنَّكَ عَلَى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ ( 43 : 43 )
وَإِذْ قُلْتُمْ يَا مُوسَىٰ لَن نَّصْبِرَ عَلَىٰ طَعَامٍ وَاحِدٍ فَادْعُ لَنَا رَبَّكَ يُخْرِجْ لَنَا مِمَّا تُنبِتُ الْأَرْضُ مِن بَقْلِهَا وَقِثَّائِهَا وَفُومِهَا وَعَدَسِهَا وَبَصَلِهَا ۖ قَالَ أَتَسْتَبْدِلُونَ الَّذِي هُوَ أَدْنَىٰ بِالَّذِي هُوَ خَيْرٌ ۚ اهْبِطُوا مِصْرًا فَإِنَّ لَكُم مَّا سَأَلْتُمْ ۗ وَضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الذِّلَّةُ وَالْمَسْكَنَةُ وَبَاءُوا بِغَضَبٍ مِّنَ اللَّهِ ۗ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ كَانُوا يَكْفُرُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ وَيَقْتُلُونَ النَّبِيِّينَ بِغَيْرِ الْحَقِّ ۗ ذَٰلِكَ بِمَا عَصَوا وَّكَانُوا يَعْتَدُونَ [٢:٦١]
Dan (ingatlah), ketika kamu berkata: "Hai Musa, kami tidak bisa sabar (tahan) dengan satu macam makanan saja. Sebab itu mohonkanlah untuk kami kepada Rabb-mu, agar Dia mengeluarkan bagi kami dari apa yang ditumbuhkan bumi, yaitu sayur-mayurnya, ketimunnya, bawang putihnya, kacang adasnya, dan bawang merahnya". Musa berkata: "Maukah kamu mengambil yang rendah sebagai pengganti yang lebih baik ( اَتَسْتَبْدِلُونَ الَّذِي هُوَ اَدْنَى بِالَّذِي هُوَ خَيْرٌ )? Pergilah kamu ke suatu kota, pasti kamu memperoleh apa yang kamu minta". Lalu ditimpakanlah kepada mereka nista dan kehinaan, serta mereka mendapat kemurkaan dari Allah ( وَضْرِبَتْ عَلَيهِمُ الذِّلَّةُ وَ الْمَسْكَنَةُ وَ بَاءُوا بِغَضَبٍ مِّنَ اللهِ ). Hal itu (terjadi) karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah ( ذَالِكَ بِاَنَّهُمْ كَانُوا يَكْفُرُونَ بِآيَاتِ اللهِ ) dan membunuh para Nabi yang memang tidak dibenarkan. Demikian itu (terjadi) karena mereka selalu berbuat durhaka dan melampaui batas ( ذَالِكَ بِمَا عَصَوا وَّكَانُوا يَعْتَدُونَ ).( Qs. 2 : 61 )
PENGAJARAN ( مَوْعِظَةٌ ) DAN PETUNJUK ( هُدًى ) DARI Qs. 2 : 61
a. Dan (ingatlah), ketika kamu berkata: "Hai Musa, kami tidak bisa sabar (tahan) dengan satu macam makanan saja ( عَلَى طَعَامٍ وَّحِدٍ ).
b. Sebab itu mohonkanlah untuk kami kepada Rabb-mu, agar Dia mengeluarkan bagi kami dari apa yang ditumbuhkan bumi ( مِمَّا تُنْبِتُ اْلاَرْضُ ),
c. yaitu sayur-mayurnya ( بَقْلِهَا ), ketimunnya ( قِثَّائِهَا ), bawang putihnya ( فُومِهَا ), kacang adasnya ( عَدَسِهَا ), dan bawang merahnya" ( بَصَالِهَا ).
Apa yang disebut pada Titik ( a, b dan c ), adalah sebagai contoh dari beberapa “ ayat “ Allah swt; yang oleh titik a, semua yang “ ditumbuhkan bumi “ adalah ayat-ayat Allah swt; titik a juga mennegaskan bahwa penetapan yang hanya “ satu macam makanan saja itu sesungguhnya lebih baik ( عَلَى طَعَامٍ وَّحِدٍ ); juga mengisyaratkan bahwa “ apa yang telah ditetapkan/dipilihkan Allah “ itulah yang lebih baik, sebagaimana dinyatakan pada Titik d.
d. Musa berkata: "Maukah kamu mengambil yang rendah sebagai pengganti yang lebih baik ( اَتَسْتَبْدِلُونَ الَّذِي هُوَ اَدْنَى بِالَّذِي هُوَ خَيْرٌ )? Pertanyaan ini, sesungguhnya bukan semata “ pertanyaan Musa as “, akan tetapi sesungguhnya “ pernyataan ( yang mengandung peringatan ) dari Allah swt
e. Pergilah kamu ke suatu kota, pasti kamu memperoleh apa yang kamu minta" ( اِهْبِطُوا مِصْرً فَاِنَّ لَكُمْ مَا سَاَلْتُمْ ); pergilah kamu ( siapa saja kamu yang tidak mmenerima atau ingkar atas penetapan Allah swt ) kemana saja di muka Bumi ini, niscaya kamu akan memperoleh apa yang kamu minta, tetapi sekali lagi sesungguhnya yang demikian itu merupakan “ kekufuran “ akan penetapan Allah swt
f. Lalu ditimpakanlah kepada mereka nista dan kehinaan, serta mereka mendapat kemurkaan dari Allah ( وَضْرِبَتْ عَلَيهِمُ الذِّلَّةُ وَ الْمَسْكَنَةُ وَ بَاءُوا بِغَضَبٍ مِّنَ اللهِ ). Sebagaimana Allah swt nyatakan bahwa kamu akan memperoleh “ apa yang kamu minta “, tetapi ketahuilah “ apa yang kamu peroleh “ itu sesungguh adalah : kenistaan ( الْمَسْكَنَةُ ), dan “ kekufuranmu itu adalah kemurkaan ( بَاءُوا بِغَضَبٍ ) “ dari Allah swt, sebagaimana dinyatakan pada Titik g
g. Hal itu (terjadi) karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah ( ذَالِكَ بِاَنَّهُمْ كَانُوا يَكْفُرُونَ بِآيَاتِ اللهِ )
h. dan membunuh para Nabi yang memang tidak dibenarkan; bahkan yang demikian itu semua oleh Allah swt dikatagorikan sebagai “ membunuh para Nabi “, karena tidak menerima “ pesan/ketetapan Allah swt “ yang disampaikan oleh para Nabi.
i. Demikian itu (terjadi) karena mereka selalu berbuat durhaka dan melampaui batas ( ذَالِكَ بِمَا عَصَوا وَّكَانُوا يَعْتَدُونَ ). Itu semua, juga dikatagorikan sebagai telah “ berbuat durhaka dan melampaui batas “
إِنْ ضَلَلْتُ فَإِنَّمَا أَضِلُّ عَلَىٰ نَفْسِي ۖ وَإِنِ اهْتَدَيْتُ فَبِمَا يُوحِي إِلَيَّ رَبِّي ۚ إِنَّهُ سَمِيعٌ قَرِيبٌ [٣٤:٥٠]
وَ اِنَّهُ لَذِكْرٌ لَكَ وَ لِقَومِكَ وَ سَوفَ تُسْئَلُونَ ( 44 : 43 )
JAKARTA, 13 MARET 2016 / 4 JUMADIL AKHIR 1437 H
MAJELIS PENGAMALAN AL-QUR’AN
PENGASUH
almarhum muhammad munhari jufri
( عَسَى اللهُ اَنْ يَرْحَمَهُ وَ يَغْفِرَ لَهُ )