MERASA GEMBIRA
MENYAMBUT AYAT-AYATNYA
ﺑﺴـــــﻡﺍﻟﻟـــﻪﺍﻟﺮﺤـــﻣـﻦﺍﻟﺮﺤﻴـــﻡ
ﻮﺍﺘـﻘﻮﺍﺍﻟﻟـــﻪﻮﻳﻌـﻟﻤﮑــﻢﺍﻟﻟـــﻪﻮﺍﻟﻟــﻪﺒﮑــﻞﺷـﻰﺀﻋـﻟﻳـــﻢ
ALLAH menginginkan
kita Merasa GEMBIRA menyambut ayat2Nya:
فَإِنَّمَا
يَسَّرْنَاهُ بِلِسَانِكَ لِتُبَشِّرَ بِهِ الْمُتَّقِينَ وَتُنذِرَ بِهِ قَوْمًا لُّدًّا [١٩:٩٧]
"Sesungguhnya
telah Kami mudahkan Al Quran itu dengan bahasamu, agar kamu dapat memberi KABAR
GEMBIRA dengan AL QURAN itu kepada orang-orang yang bertakwa." (QS Maryam
: 97)
وَمِن
قَبْلِهِ كِتَابُ مُوسَىٰ إِمَامًا وَرَحْمَةً ۚ وَهَٰذَا كِتَابٌ مُّصَدِّقٌ لِّسَانًا عَرَبِيًّا لِّيُنذِرَ
الَّذِينَ ظَلَمُوا وَبُشْرَىٰ لِلْمُحْسِنِينَ [٤٦:١٢]
Dan sebelum Al Quran
itu telah ada kitab Musa sebagai petunjuk dan rahmat. Dan ini (Al Quran) adalah
kitab yang membenarkannya dalam bahasa Arab untuk memberi peringatan kepada
orang-orang yang zalim dan memberi kabar gembira kepada orang-orang yang
berbuat baik. (QS.
Al-Ahqaf: 12)
وَإِذَا
مَا أُنزِلَتْ سُورَةٌ فَمِنْهُم مَّن يَقُولُ أَيُّكُمْ
زَادَتْهُ هَٰذِهِ إِيمَانًا ۚ فَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا فَزَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَهُمْ يَسْتَبْشِرُونَ [٩:١٢٤]
Dan apabila
diturunkan suatu SURAT (dlm Al Quran), maka di antara mereka (orang-orang
munafik) ada yang berkata: "Siapakah di antara kamu yang bertambah imannya
dengan (turannya) surat ini?" Adapun orang-orang yang beriman, maka SURAT
ini menambah imannya, dan mereka MERASA GEMBIRA. (QS. At-Taubah : 124)
إِنَّمَا
تُنذِرُ مَنِ اتَّبَعَ الذِّكْرَ وَخَشِيَ الرَّحْمَٰنَ
بِالْغَيْبِ ۖ فَبَشِّرْهُ بِمَغْفِرَةٍ وَأَجْرٍ
كَرِيمٍ [٣٦:١١]
Sesungguhnya kamu
hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan
dan yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah walaupun dia tidak melihatnya.
Maka berilah mereka kabar GEMBIRA dengan ampunan dan pahala yang mulia. (QS. Yaseen: 11)
قُلْ مَن
كَانَ عَدُوًّا لِّجِبْرِيلَ فَإِنَّهُ نَزَّلَهُ عَلَىٰ قَلْبِكَ
بِإِذْنِ اللَّهِ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَهُدًى
وَبُشْرَىٰ لِلْمُؤْمِنِينَ [٢:٩٧]
Katakanlah:
"Barang siapa yang menjadi musuh Jibril, maka Jibril itu telah
menurunkannya (Al Quran) ke dalam hatimu dengan seizin Allah; membenarkan apa
(kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita GEMBIRA bagi
orang-orang yang beriman. (QS. Al-Baqara:
97)
يَا
أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُم مَّوْعِظَةٌ مِّن رَّبِّكُمْ
وَشِفَاءٌ لِّمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ [١٠:٥٧]
قُلْ
بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوا
هُوَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُونَ [١٠:٥٨]
Hai manusia,
sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu (AL QURAN) dan
penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta
rahmat bagi orang-orang yang beriman.
Katakanlah:
"Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya (AL QURAN itu), hendaklah dengan itu
mereka BERGEMBIRA. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa
yang mereka kumpulkan". (QS. Yunus : 57-58)
إِنَّ
هَٰذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ
الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا كَبِيرًا [١٧:٩]
Sesungguhnya Al
Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi
khabar GEMBIRA kepada orang-orang Mu'min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi
mereka ada pahala yang besar, (QS.
Al-Israa: 9)
وَبِالْحَقِّ
أَنزَلْنَاهُ وَبِالْحَقِّ نَزَلَ ۗ وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا مُبَشِّرًا
وَنَذِيرًا [١٧:١٠٥]
Dan Kami turunkan
(Al Quran) itu dengan sebenar-benarnya dan Al Quran itu telah turun dengan
(membawa) kebenaran. Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan sebagai pembawa
berita GEMBIRA dan pemberi peringatan. (QS. Al-Israa: 105)
قُلْ
نَزَّلَهُ رُوحُ الْقُدُسِ مِن رَّبِّكَ بِالْحَقِّ لِيُثَبِّتَ
الَّذِينَ آمَنُوا وَهُدًى وَبُشْرَىٰ لِلْمُسْلِمِينَ [١٦:١٠٢]
Katakanlah:
"Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan Al Quran itu dari Tuhanmu dengan benar,
untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk
serta kabar GEMBIRA bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)". (QS. An-Nahl: 102)
Salah satu bukti bentuk KeGEMBIRAan adalah
TIDAK MEMPEROLOK-OLOK ORANG yang menyampaikan AYAT-AYATNYA
Sesungguhnya Kami
memelihara kamu daripada (kejahatan) orang-orang yang memperolok-olokkan
(kamu), (yaitu) orang-orang yang menganggap adanya tuhan yang lain di samping
Allah; maka mereka kelak akan mengetahui (akibat-akibatnya). Dan Kami
sungguh-sungguh mengetahui, bahwa dadamu menjadi sempit disebabkan apa yang
mereka ucapkan, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan jadilah kamu di
antara orang-orang yang bersujud (shalat), dan sembahlah Tuhanmu sampai datang
kepadamu yang diyakini (ajal). QS 15:95-99
فَقَدْ
كَذَّبُوا فَسَيَأْتِيهِمْ أَنبَاءُ مَا كَانُوا بِهِ
يَسْتَهْزِئُونَ [٢٦:٦]
Sungguh mereka telah
mendustakan (Al Quran), maka kelak akan datang kepada mereka (kenyataan dari)
berita-berita yang selalu mereka perolok-olokkan. (QS. Ash-Shu'araa: 6)
ثُمَّ
كَانَ عَاقِبَةَ الَّذِينَ أَسَاءُوا السُّوأَىٰ أَن كَذَّبُوا بِآيَاتِ اللَّهِ وَكَانُوا بِهَا يَسْتَهْزِئُونَ [٣٠:١٠]
Kemudian, akibat
orang-orang yang mengerjakan kejahatan adalah (azab) yang lebih buruk, karena
mereka mendustakan ayat-ayat Allah dan mereka selalu memperolok-oloknya. (QS. Ar-Room: 10)
أَن
تَقُولَ نَفْسٌ يَا حَسْرَتَا عَلَىٰ مَا فَرَّطتُ فِي جَنبِ اللَّهِ وَإِن كُنتُ لَمِنَ السَّاخِرِينَ [٣٩:٥٦]
supaya jangan ada
orang yang mengatakan: "Amat besar penyesalanku atas kelalaianku dalam
(menunaikan kewajiban) terhadap Allah, sedang aku sesungguhnya termasuk
orang-orang yang memperolok-olokkan (agama Allah), (QS. Az-Zumar: 56)
وَإِذَا
رَأَيْتَ الَّذِينَ يَخُوضُونَ فِي آيَاتِنَا فَأَعْرِضْ
عَنْهُمْ حَتَّىٰ يَخُوضُوا فِي حَدِيثٍ غَيْرِهِ ۚ وَإِمَّا يُنسِيَنَّكَ الشَّيْطَانُ
فَلَا تَقْعُدْ بَعْدَ الذِّكْرَىٰ مَعَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ [٦:٦٨]
Dan apabila kamu
melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah
mereka sehingga mereka membicarakan pembicaraan yang lain. Dan jika syaitan
menjadikan kamu lupa (akan larangan ini), maka janganlah kamu duduk bersama
orang-orang yang zalim itu sesudah teringat (akan larangan itu). (QS. Al-An'aam: 68
Dan bagi
orang yang menyampaikan Ayat2Nya
- Jangan
mengharap apapun, walaupun sekedar ucapan terima kasih apalagi upah
لَا
نُرِيدُ مِنكُمْ جَزَاءً وَلَا شُكُورًا [٧٦:٩]
“kami
tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih.” (QS. Al-Insaan: 9)
قُلْ
مَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُتَكَلِّفِينَ [٣٨:٨٦]
Katakanlah
(hai Muhammad): "Aku tidak meminta upah sedikitpun padamu atas dakwahku
dan bukanlah aku termasuk orang-orang yang mengada-adakan. (QS Saad: 86)
إِنْ
أَجْرِيَ إِلَّا عَلَى اللَّهِ ۖ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ [٣٤:٤٧]
“Upahku
hanyalah dari Allah, dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu". (QS. Saba :
47)
- Ingat
selalu jangan berbangga telah menguasai Al Quran, bisa saja Allah
melenyapkan apa yang telah dikumpulkan di dalam dadamu.
وَلَئِن
شِئْنَا لَنَذْهَبَنَّ بِالَّذِي أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ
ثُمَّ لَا تَجِدُ لَكَ بِهِ عَلَيْنَا وَكِيلًا [١٧:٨٦]
Dan
sesungguhnya jika Kami menghendaki, niscaya Kami lenyapkan apa yang telah Kami
wahyukan kepadamu, dan dengan pelenyapan itu, kamu tidak akan mendapatkan
seorang pembelapun terhadap Kami (QS.
Al-Israa: 86)
- Jangan
merasa sok suci
فَلَا
تُزَكُّوا أَنفُسَكُمْ ۖ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقَىٰ [٥٣:٣٢]
maka
janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang
orang yang bertakwa. (QS. An Najm : 32)
أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ يُزَكُّونَ أَنفُسَهُم ۚ بَلِ
اللَّهُ يُزَكِّي مَن يَشَاءُ
وَلَا يُظْلَمُونَ فَتِيلًا [٤:٤٩]
Apakah
kamu tidak memperhatikan orang yang menganggap dirinya bersih?. Sebenarnya
Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya dan mereka tidak aniaya
sedikitpun. (QS. An Nisa : 49)
- Mengamalkan
wahyu yang disampaikan
كَبُرَ
مَقْتًا عِندَ اللَّهِ أَن تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ [٦١:٣]
Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu
mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan. (QS. Ash Shaff : 3)
- Tidak
boleh memaksakan, tugasnya hanya menyampaikan
لَا
إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ ۖ قَد تَّبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ ۚ فَمَن يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِن بِاللَّهِ
فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَىٰ لَا
انفِصَامَ لَهَا ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ [٢:٢٥٦]
Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama
(Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat.
Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah,
maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang
tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. Al
Baqarah : 256)
وَمَا
عَلَيْنَا إِلَّا الْبَلَاغُ الْمُبِينُ [٣٦:١٧]
Dan kewajiban kami tidak lain hanyalah
menyampaikan (perintah Allah) dengan jelas". (QS Yasin : 17)
قَدْ
جَاءَكُم بَصَائِرُ مِن رَّبِّكُمْ ۖ فَمَنْ أَبْصَرَ فَلِنَفْسِهِ ۖ وَمَنْ عَمِيَ فَعَلَيْهَا ۚ وَمَا أَنَا عَلَيْكُم بِحَفِيظٍ [٦:١٠٤]
Sesungguhnya
telah datang dari Tuhanmu bukti-bukti yang terang; maka barangsiapa melihat
(kebenaran itu), maka (manfaatnya) bagi dirinya sendiri; dan barangsiapa buta
(tidak melihat kebenaran itu), maka kemudharatannya kembali kepadanya. Dan aku
(Muhammad) sekali-kali bukanlah pemelihara(mu).
- Tidak terbersitpun untuk
menjadikan dirinya sendiri sebagai yang harus dipuja-puja apalagi disembah
وَإِذْ
قَالَ اللَّهُ يَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ أَأَنتَ قُلْتَ
لِلنَّاسِ اتَّخِذُونِي وَأُمِّيَ إِلَٰهَيْنِ مِن دُونِ اللَّهِ ۖ قَالَ سُبْحَانَكَ
مَا يَكُونُ لِي أَنْ أَقُولَ مَا لَيْسَ لِي بِحَقٍّ ۚ إِن كُنتُ قُلْتُهُ فَقَدْ عَلِمْتَهُ ۚ تَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِي وَلَا
أَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِكَ ۚ إِنَّكَ أَنتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ [٥:١١٦]
Dan
(ingatlah) ketika Allah berfirman: "Hai Isa putera Maryam, adakah kamu
mengatakan kepada manusia: "Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan
selain Allah?". Isa menjawab: "Maha Suci Engkau, tidaklah patut
bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah
mengatakan maka tentulah Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku
tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha
Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib". (QS. Al Maidah : 116)
ﺍﻠـّﻠــﻪَ ﻮﺃﻄـْﻌـﻣـﻮﺍﺍﻠﺒـﺂﺌـﺲَﺍﻠـﻓـَﻗـﻳـﺭَ ﻮﺍﺘــﻘــﻮﺍ
Jakarta, 12 April 2016
PROGRAM MUSLIM KAFFAH / PROGRAM
PENGAMALAN AL-QUR,AN
PENGASUH
Almarhum Muhammad munhari
( ‘asaa Allahu alla tukhzihi yauma al-qiyaamah )