Audzubillahi minasy Syaithanir Rajiim, Assalamualaikum wrwb, dikarenakan oleh firman Allah berikut ini :
وَكُلُّ صَغِيرٍ وَكَبِيرٍ مُّسْتَطَرٌ [٥٤:٥٣]
Dan segala (urusan) yang kecil maupun yang besar adalah tertulis.
QS Al Qamar 54:53
Dimulai dg QS Ali Imran 3:14
زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ۗ ذَٰلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَاللَّهُ عِندَهُ حُسْنُ الْمَآبِ [٣:١٤]
Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).
Bahwa manusia dijadikan indah pada KECINTAAN pada semua yg disebut oleh ayat tersebut Itulah kehidupan dunia.
Nah jangan sampai kita tenggelam kecintaan pada Kehidupan dunia, atau dalam arti kecintaan kita pd kehidupan dunia itu bisa mengubah orientasi kita.
Semakin tinggi kecintaan maka orientasi kita semakin terfokus
Dalam QS Al Baqarah 2:212, jika terlalu tinggi kecintaan pd kehidupan dunia sehingga menjadikan lupa akan bertaqwa kpd Allah (berorientasi kpd Allah)
زُيِّنَ لِلَّذِينَ كَفَرُوا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَيَسْخَرُونَ مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا ۘ وَالَّذِينَ اتَّقَوْا فَوْقَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۗ وَاللَّهُ يَرْزُقُ مَن يَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ [٢:٢١٢]
Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu lebih mulia daripada mereka di hari kiamat. Dan Allah memberi rezeki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas.
Karena itulah Allah mengingatkan agar kecintaan dan tentunya orientasi kpd Allah, Rasul dan juga Jihad tidak boleh dikalahkan pada kecintaan kita kpd yang lainnya
QS At Taubah 9:24
قُلْ إِن كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُم مِّنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُوا حَتَّىٰ يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ [٩:٢٤]
Katakanlah: "jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya". Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.
Dalam berdoa pun (doa itu artinya adalah menunjukkan motif kita dlm berbuat, baik berbuat secara tersembunyi - di dlm hati (diantaranya orientasi), maupun yg nyata), kita hanya berkutat pada orientasi dunia
QS Al Baqarah 2:200
فَإِذَا قَضَيْتُم مَّنَاسِكَكُمْ فَاذْكُرُوا اللَّهَ كَذِكْرِكُمْ آبَاءَكُمْ أَوْ أَشَدَّ ذِكْرًا ۗ فَمِنَ النَّاسِ مَن يَقُولُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا وَمَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِنْ خَلَاقٍ [٢:٢٠٠]
Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu, maka berdzikirlah dengan menyebut Allah, sebagaimana kamu menyebut-nyebut (membangga-banggakan) nenek moyangmu, atau (bahkan) berdzikirlah lebih banyak dari itu. Maka di antara manusia ada orang yang bendoa: "Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia", dan tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat.
Saking berorientasi pada dunia sampai semua ingin diraihnya, di dlm genggamannya, ntah itu yg hasanah/baik ataupun tidak, baik yg bermanfaat atau yg tidak bermanfaat
Allah mengajarkan agar dlm kehidupan dunia ini cukuplah kita mendptkan / mengejar yang hasanah/baik, karena hasanah itu pula yang akan kita dapatkan di akhirat. Allah mengajarkan agar orientasi akhirat (sampai disebutkan dua kali), hasanah dan juga terhindar dari api neraka (sampai menjadi orang yg "dibuang" oleh Allah, karena bagi Allah kita dianggap tidak berguna)
QS Al Baqarah 2:201
وَمِنْهُم مَّن يَقُولُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ [٢:٢٠١]
Dan di antara mereka ada orang yang berdoa: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka".
Demikianlah Allah mengajarkan kpd kita agar kita selalu berorientasi kpdNya, tidak kpd yg lain, Allah ingin hati kita masing2, lebih dominan cintanya kpd Dia, karena Dia selalu berorientasi kpd kita masing2, sampai Dia mau "melayani" dan "merendah" mengurusi segala sesuatunya baik itu yang bagus maupun yg hina dimata manusia. Subhanallah
QS Ar Rahman 55:29-31
يَسْأَلُهُ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ كُلَّ يَوْمٍ هُوَ فِي شَأْنٍ [٥٥:٢٩]
Semua yang ada di langit dan bumi selalu meminta kepada-Nya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan.
فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ [٥٥:٣٠]
Maka nikmat Rabb-mu yang manakah yang kamu dustakan?
سَنَفْرُغُ لَكُمْ أَيُّهَ الثَّقَلَانِ [٥٥:٣١]
Kami akan memperhatikan sepenuhnya kepadamu hai manusia dan jin.
Wallahu a'lam (Allah yang Lebih Mengetahui)
-----
Hari-hari Hidup Qurani (H3Q)