Apa yg dimaksud dg Ummiyy ? tercetus ketika pak yohan bercerita ttg simbol
Bahwa kenapa bayi / anak2 cepat dalam belajar, memahami segala sesuatu, karena mereka belum mengenal simbol-simbol tersebut dan langsung menerima
Kalo yg sudah tua, agak susah atau lama dlm memahami simbol2 baru.
Karena itulah dalam Quran, itulah yg dimaksud dg Ummiyy. Umm itu adalah "yg dituju perhatiannya". Ummi adalah Ibu, karena yg dituju perhatiannya oleh sang bayi/anak. Imam dlm sholat, berasal dari kata Umm juga, artinya yg dituju oleh para makmum dalam gerakan sholat berjamaah, demikian yang pernah dijelaskan oleh Prof. Quraish Shihab.
Nabi yg Ummiyy, itu bukanlah maksudnya Nabi yg buta huruf, dan ga bisa baca dan ga bisa menulis.
Tapi Nabi yg Ummiyy adalah Nabi persis spt bayi ketika berhadapan dg Al Quran, karena Al Quran adalah yg dituju perhatiannya oleh Nabi. Jadi Quran adalah Ummi bagi Nabi, dan Nabi adalah Ummiyy (pelaku yang senantiasa fokus kepada yang ditujunya). Akhiran "iyy" ini umumnya digunakan dalam bahasa Arab untuk menunjukkan orang. Sebagai contoh, "Bukhariyy", adalah orang yang berasal dari Bukhara. "Mishriyy", adalah orang yg berasal dari Mishr (Mesir).
Nabi selalu memperlakukan Al Quran selalu berada di depan beliau, karena fungsinya sbg Ummi. Begitulah seharusnya kita, disebut oleh Allah sbg Ummat yg Ummiyy pula.
Bagaimana untuk menjadi Ummiyy (menjadikan Quran sebagai Ummi) ?
Hilangkan dulu semua konsep2 yg pernah kita dapatkan, lepaskanlah dulu terompah2 kita dalam berhadapan dg Al Quran, sehingga konsep2 Quran akan mudah masuk.
Bahasa pak Fatwadi, cara Learn adalah Unlearn terlebih dahulu.
إِنِّي أَنَا رَبُّكَ فَاخْلَعْ نَعْلَيْكَ ۖ إِنَّكَ بِالْوَادِ الْمُقَدَّسِ طُوًى [٢٠:١٢]
Sesungguhnya Aku inilah Tuhanmu, maka tanggalkanlah KEDUA TEROMPAH-mu; sesungguhnya kamu berada dilembah yang suci, Thuwa.
QS Thaha 20:12
الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الرَّسُولَ النَّبِيَّ الْأُمِّيَّ الَّذِي يَجِدُونَهُ مَكْتُوبًا عِندَهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنجِيلِ يَأْمُرُهُم بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَاهُمْ عَنِ الْمُنكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ إِصْرَهُمْ وَالْأَغْلَالَ الَّتِي كَانَتْ عَلَيْهِمْ ۚ فَالَّذِينَ آمَنُوا بِهِ وَعَزَّرُوهُ وَنَصَرُوهُ وَاتَّبَعُوا النُّورَ الَّذِي أُنزِلَ مَعَهُ ۙ أُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ [٧:١٥٧]
(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang UMMI yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma'ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya. memuliakannya, menolongnya dan mengikuti CAHAYA yang TERANG yang diturunkan kepadanya (AL QURAN), mereka itulah orang-orang yang beruntung.
QS Al A'raaf 7:157
هُوَ الَّذِي بَعَثَ فِي الْأُمِّيِّينَ رَسُولًا مِّنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِن كَانُوا مِن قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُّبِينٍ [٦٢:٢]
Dialah yang mengutus kepada kaum yang UMMIYY, seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata,
QS Al Jumu'ah 62:2
Konsep ummi yg berkembang saat ini tidak tahu sumbernya darimana, yg mengatakan bahwa Nabi yg Ummiyy itu tidak bisa baca dan tidak bisa tulis.
Saya hanya berpegang pada Kebenaran yg Pasti dan Mutlaq yaitu Al Quran, bahwa
وَمَا كُنتَ تَتْلُو مِن قَبْلِهِ مِن كِتَابٍ وَلَا تَخُطُّهُ بِيَمِينِكَ ۖ إِذًا لَّارْتَابَ الْمُبْطِلُونَ [٢٩:٤٨]
Dan kamu tidak pernah membaca sebelumnya (Al Quran) sesuatu Kitabpun dan kamu tidak (pernah) menulis suatu Kitab dengan tangan kananmu; andaikata (kamu pernah membaca dan menulis), benar-benar ragulah orang yang mengingkari(mu).
QS Al 'Ankabuut 29:48
Disana, kata مَا كُنتَ تَتْلُو ("tidak pernah membaca") dan لَا تَخُطُّهُ ("tidak pernah menulis") itu KATA KERJA, yg bukan berarti Nabi "tidak bisa baca" dan "tidak bisa menulis", karena kalo demikian harusnya bukan pake KATA KERJA, tapi pake KATA BENDA/ISIM salah satunya ISIM FA'IL.
ISIM FA'IL akan menunjukkan bahwa Pelaku tersebut dlm berkeadaan yg dimaksud dg FI'ILnya.
ISIM itu akan berlaku tanpa waktu, baik di masa lalu, di masa kini maupun di masa mendatang. Jadi kalo disana menggunakan ISIM / Kata BENDA maka ya saya cenderung setuju jika Nabi dikatakan "tidak bisa baca" dan "tidak bisa tulis". Namun karena yg digunakan KATA KERJA pada QS 29:48 di atas, maka Nabi "tidak melakukan membaca" pada kitab2 sebelumnya dan Nabi "tidak melakukan menulis" Kitab apapun.
Dengan demikian, Nabi yang Ummiyy itu bukanlah berarti Nabi tidak bisa baca dan tidak bisa menulis, tapi memang tidak melakukan pekerjaan membaca kitab-kitab sebelumnya dan menulis suatu kitab.
Nabi yang Ummiyy adalah Nabi yang selalu menjadi Quran sebagai Ummi-nya, sebagai Imam-nya. Nabi selalu mengikuti imam-nya, yaitu Quran. Apa yang tercantum dalam Al Quran, beliau adalah pengikut yang paling sempurna dalam pengamalan Quran.
Bagaimana dengan kita ? Dapatkah kita mencontoh beliau sebagai Nabi yang Ummiyy sehingga kita dapat dinilai sebagai Ummat yang Ummiyy pula ?
Wallahu a'lam (Allah yang lebih Mengetahui)
-----
Hari-hari Hidup Qurani (H3Q)