A'uudzu billaahi minasy syaithaanir raajiim
Bismillaahir rahmaanir raahiim
QS. 69:51 Dan sesungguhnya Al QURAN itu benar-benar KEBENARAN yang diyakini.
Jadi semua perkataan manusia dalam bentuk tulisan (dokumen, buku), suara (rekaman, ceramah dan sebagainya) harus dicek kepada Al Quran, termasuk Dasar Negara kita, Pancasila, karena Al Quran itulah KEBENARAN. Kalau Pancasila sesuai dg Al Quran maka kita juga harus ikuti, kalo tidak maka kita tolak.
Mari kita cek bersama-sama :
QS. Abasa : 12-14 "maka barangsiapa yang menghendaki, tentulah ia memperhatikannya, di dalam kitab-kitab yang dimuliakan, yang ditinggikan lagi disucikan."
QS. 69:40-47 “Sesungguhnya Al Quran itu adalah benar-benar wahyu (Allah yang diturunkan kepada) Rasul yang mulia, dan Al Quran itu bukanlah perkataan seorang penyair. Sedikit sekali kamu beriman kepadanya. Dan bukan pula perkataan tukang tenung. Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran daripadanya. Ia adalah wahyu yang diturunkan dari Tuhan semesta alam. Seandainya dia (Muhammad) mengadakan sebagian perkataan atas (nama) Kami, niscaya benar-benar Kami pegang dia pada tangan kanannya. Kemudian benar-benar Kami potong urat tali jantungnya. Maka sekali-kali tidak ada seorangpun dari kamu yang dapat menghalangi (Kami), dari pemotongan urat nadi itu. “
Nabi Muhammad saw saja diancam, jadi beliau tidak berani menentang Al Quran, mengeluarkan kata-kata selain Al Quran. Nabi tidak berani keluar dari Al Quran.
Apakah itu PANCASILA ? Apa butir-butir sila Pancasila itu ? karena kita tidak boleh mengikuti jika tidak mengetahui isinya.
QS. 17:36 “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.”
Kita diciptakan sebagai Khalifah
QS. 35:39 “Dialah yang menjadikan kamu khalifah-khalifah di muka bumi. Barangsiapa yang kafir, maka (akibat) kekafirannya menimpa dirinya sendiri. Dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kemurkaan pada sisi Tuhannya dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kerugian mereka belaka. “
QS. 7:10 “Sesungguhnya Kami telah menempatkan kamu sekalian di muka bumi dan Kami adakan bagimu di muka bumi (sumber) penghidupan. Amat sedikitlah kamu bersyukur. “
QS 7:57 “Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu pelbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran.”
Tugas kita untuk memakmurkan negerinya, yang dijadikan prinsip2 para pendahulu (salah satunya nabi ibrahim sebagai imam manusia)
QS 2:126 “Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa: "Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezeki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman diantara mereka kepada Allah dan hari kemudian. Allah berfirman: "Dan kepada orang yang kafirpun Aku beri kesenangan sementara, kemudian Aku paksa ia menjalani siksa neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali".
Kita semua terikat dg kewajiban kemakmuran negerinya dan membela negaranya masing-masing. Berarti kalo ada yg merusak bumi Indonesia, berarti merusak sumber penghidupannya sendiri.
Kalau mendustakan ayat2Nya termasuk ayat diatas, maka :
QS 7:96 “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. “
Kita harus waspada terhadap orang-orang yang mendustakan ayat atau penjahat-penjahat dengan cara merusak negeri itu sendiri.
Di dunia ini ada 2 kelompok manusia :
QS 6:123 “Dan demikianlah Kami adakan pada tiap-tiap negeri penjahat-penjahat yang terbesar agar mereka melakukan tipu daya dalam negeri itu. Dan mereka tidak memperdayakan melainkan dirinya sendiri, sedang mereka tidak menyadarinya. “
QS 14:35 “Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata: "Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala. “
Menyembah berhala adalah menggantungkan semua hukum di luar hukum Allah.
Nah mari kita lihat apakah Indonesia terikat pada hukum Allah atau tidak. Karena banyak negeri yang masih menerapkan hukum-hukum jahiliyah. Hanya ada 2 hukum di dunia ini, yaitu hukum jahiliyah atau hukum Allah.
QS 5:50 “Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?”
Kalau belum menerapkan hukum Allah, ayo kembali kepada Al Quran
QS 10:37 “Tidaklah mungkin Al Quran ini dibuat oleh selain Allah; akan tetapi (Al Quran itu) membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya dan menjelaskan hukum-hukum yang telah ditetapkannya, tidak ada keraguan di dalamnya, (diturunkan) dari Tuhan semesta alam. “
QS 4:59 “Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul, jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. “
Taatlah kepada Allah, Rasul dan ulil amri di antara kamu. Ulil amri yang mana ? Ulil amri yang taat pada Allah dan RasulNya.
Kita lihat cocok ga Indonesia dengan ayat ini. Kita lihat dasar negara : PANCASILA. Kita lihat apakah butir-butirnya sesuai dg Al Quran :
SILA PERTAMA PANCASILA : Ketuhanan Yang Maha Esa
QS 2:163 “Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. “
SILA KEDUA PANCASILA : Kemanusiaan yang adil dan beradab
QS 5:8 “Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. “
QS 4:135 “Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjakan. “
SILA KETIGA PANCASILA : Persatuan Indonesia
QS 3:103 “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk. “
Kalau masih bermusuh-musuhan, itu adalah masa jahiliyah.
QS 49:10 “Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat. “
Kita damaikan orang2 yg berseteru, kita kembalikan kepada wahyu/ Al Quran.
SILA KEEMPAT PANCASILA : Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
Kalau sudah bersatu, maka kita akan mudah bermusyawarah.
QS 42:38 “Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhannya dan mendirikan shalat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarat antara mereka; dan mereka menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka. “
QS 3:159 “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya. “
SILA KELIMA PANCASILA : Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
QS 16:90 “Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran. “
QS 59:7 “Apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya (dari harta benda) yang berasal dari penduduk kota-kota maka adalah untuk Allah, untuk Rasul, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan, supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya.“
QS 51:19 “Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian. “
Silakan isi sendiri sesuai dengan nama masing-masing : Dan pada harta-harta (................) ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian.
Agar supaya yang kurang mendapat dari yang lebih, yang lemah dikuatkan oleh yang kuat, yang rendah dimuliakan oleh yang berada di kedudukan yang tinggi, yang bodoh diberikan ilmu oleh yang pintar.
Sebagai pengamalan ayat QS 51:19, dan tertuang pula dlm sila Pancasila kelima, keadilan sosial maka kita harus datangi orang-orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian (lansia yg fakir miskin, ibu-ibu hamil yg fakir miskin, balita-balita fakir miskin).
QS 107:1-7 "Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya, orang-orang yang berbuat riya, dan enggan (menolong dengan) barang berguna."
QS 21:107 “Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam. “
Mari kita merahmati semesta alam, apapun, khususnya kepada sesama manusia.
Semua sila PANCASILA sesuai dengan keinginan ALLAH yang tertulis di dalam Al Quran. Mari kita jaga dan amalkan, agar seperti doa Nabi Ibrahim kepada negerinya, negara kitapun akan menjadi negeri yang aman.
LAGU KEBANGSAAN “INDONESIA RAYA” pun DIKUMANDANGKAN BERSAMA-SAMA.
Wassalamualaikum wrwb,
Oleh Cak Nurhadi, Acara Assalam TVRI JATIM