A'uudzu billaahi minasy Syaithaanir Rajiim
Bismillaahir rahmaanir rahiim
Allah yang membuat semua rencana dalam hal apapun, dan Allah pula yang melaksanakan rencanaNya itu. Salah satu Rencana Allah adalah akan terjadinya Kiamat, dan Allah pula yang akan melaksanakannya.
يَوْمَ نَطْوِي السَّمَاءَ كَطَيِّ السِّجِلِّ لِلْكُتُبِ كَمَا بَدَأْنَا أَوَّلَ خَلْقٍ نُّعِيدُهُ وَعْدًا عَلَيْنَا إِنَّا كُنَّا فَاعِلِينَ ﴿الأنبياء: ١٠٤﴾
(Yaitu) pada hari Kami gulung langit sebagai menggulung lembaran-lembaran kertas. Sebagaimana Kami telah memulai panciptaan pertama begitulah Kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati; sesungguhnya Kamilah yang akan melaksanakannya. (QS Al Anbiya [21]: 104)
Dia yang membuat rencana yang begitu dan maha sempurna, dan Dia melaksanakan rencanaNya itu dengan maha sempurna pula sebagai Faa'il (lihat kata dlm QS 21:104 diatas).
Seluruh isi Quran adalah rencanaNya, dan Dialah yang telah, sedang dan akan mewujudkan semua rencanaNya tersebut. Dan semuanya itu adalah baik.
الَّذِي أَحْسَنَ كُلَّ شَيْءٍ خَلَقَهُ ۖ وَبَدَأَ خَلْقَ الْإِنسَانِ مِن طِينٍ [٣٢:٧]
Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah. (QS As Sajdah [32]:7)
Jadi jika selama ini bahwa Allah diyakini telah selesai menciptakan, hal ini kurang tepat... Dia terus menerus melaksanakan rencanaNya, tidak diam, tidak mengantuk dan tidur.
أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يُزْجِي سَحَابًا ثُمَّ يُؤَلِّفُ بَيْنَهُ ثُمَّ يَجْعَلُهُ رُكَامًا فَتَرَى الْوَدْقَ يَخْرُجُ مِنْ خِلَالِهِ وَيُنَزِّلُ مِنَ السَّمَاءِ مِن جِبَالٍ فِيهَا مِن بَرَدٍ فَيُصِيبُ بِهِ مَن يَشَاءُ وَيَصْرِفُهُ عَن مَّن يَشَاءُ ۖ يَكَادُ سَنَا بَرْقِهِ يَذْهَبُ بِالْأَبْصَارِ [٢٤:٤٣]
Tidaklah kamu melihat bahwa Allah terus menerus mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya terus menerus bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) terus menerus menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan. (QS An Nuur [24]:43)
Jadi apapun yang kita lihat adalah hasil karya Allah swt, yang kita lihat adalah perbuatan Allah swt terus menerus. Maka minimal kita menghargai dan menghormati, lebih-lebih bisa mensyukurinya, walo yang datang itu kita tidak menyukainya.
Demikian, Wallahu a'lam.
---
Hari-hari Hidup Qurani (H3Q)