Masih menyambung tentang Penyatuan Umat itu tergantung dari Penyatuan Tiap Diri Umat kepada Qurannya.
Sesungguhnya kafir itu bukanlah dari luar diri kita. Allah swt sudah memberitahu, bahwa setiap manusia punya potensi kekafiran yang sangat besar.
Penyebab salah satu berselisih dg Quran adalah
1. Menjadikan ayat2 Allah sbg HUZUWAN, ayat Allah sekedar angin saja, tidak bedanya dengan perkataan manusia biasa, sehingga penyikapannya biasa saja thd ayat Allah.
يَسْمَعُ آيَاتِ اللَّهِ تُتْلَىٰ عَلَيْهِ ثُمَّ يُصِرُّ
مُسْتَكْبِرًا كَأَن لَّمْ يَسْمَعْهَا ۖ فَبَشِّرْهُ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ [٤٥:٨]
dia mendengar ayat-ayat Allah dibacakan
kepadanya kemudian dia tetap menyombongkan diri SEAKAN-AKAN dia TIDAK MENDENGARNYA. Maka beri khabar gembiralah dia dengan azab yang pedih.(QS Al Jatsiyah [45]:8)
Itu disebabkan diantaranya karena sebagian manusia hanya mengetahui sedikit saja dari ayat Quran.
وَإِذَا عَلِمَ مِنْ آيَاتِنَا شَيْئًا اتَّخَذَهَا
هُزُوًا ۚ
أُولَٰئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُّهِينٌ [٤٥:٩]
Dan apabila dia mengetahui barang SEDIKIT tentang AYAT-AYAT KAMI, maka ayat-ayat itu dijadikan HUZUWAN (olok-olok). Merekalah yang
memperoleh azab yang menghinakan. (QS Al Jatsiyah [45]:9).
Contoh kasus tentang hal ini dan sempat menjadi kehebohan apalagi menjelang Pilkada, Pilpres maupun Pileg adalah kata Waliy dan AULIYA' di dalam Quran. Allah swt sudah memberitahu kepada kita, agar kita tidak salah dalam memahami Quran, maka janganlah mengambil hanya sedikit ayat2Nya utk memahami istilah yang Allah ajarkan. Tapi harus komprehensif meninjau semua ayat yang berbicara tentang suatu istilah, contohnya kata Waliy dan AULIYA' tersebut. Karena sudah berkali-kali kejadian, jika hanya meninjau sedikit ayat saja, selebihnya adalah opini, bukan ayat Quran kembali. Istilah Waliy dan AULIYA' ditafsirkan bukan dari ayat Quran yang lain, melainkan opini-opini dari manusia (HAWA).
Misal tentang AULIYA, tahunya hanya QS 5:51 saja, selebihnya mempersepsi sendiri tentang Auliya', padahal masih banyak ayat2Nya yg berbicara tentang AULIYA'.
2. Mengimani hanya sebagian ayat Quran, dan mengingkari ayat Quran yang lain.
أَفَتُؤْمِنُونَ بِبَعْضِ الْكِتَابِ وَتَكْفُرُونَ بِبَعْضٍ
Apakah kamu beriman kepada sebahagian Al Kitab (Taurat) dan ingkar terhadap
sebahagian yang lain? (QS. Al Baqarah [2]:85).
Jangan sampai melanggar ayat Quran yang lain ketika bertekad ingin mengamalkan satu ayat Quran. Jika melanggar maka Allah hukum itulah kafir yang sesungguhnya. Sedini mungkin pemahamannya thd Quran sudah benar terlebih dahulu tentang suatu ayat Quran sebelum diamalkan. Caranya, asumsi yang kita dapatkan mengenai suatu istilah/ajaran Quran apakah cocok dengan ayat Quran yang lain.
Ingin mengamalkan tentang AL QITAAL, atau ayat QS 9:65, "UQTULUU / perangilah musyrikin itu dimana saja kamu jumpai mereka", akhirnya itu yg dilakukan oleh ISIS atau Teroris, karena mereka tidak mengimani ayat2 yg lain, apa definisi musyrikiin yang dimaksud, apa yg dimaksud UQTULUU dsb, padahal Allah sudah menjelaskan dengan sejelas-jelasnya / YUBAYYIN pada ayat2Nya yg lain.
3. Ayat-ayatNya pun untuk tujuan kehidupan dunia.
ذَٰلِكُم بِأَنَّكُمُ اتَّخَذْتُمْ آيَاتِ اللَّهِ
هُزُوًا وَغَرَّتْكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا ۚ فَالْيَوْمَ لَا يُخْرَجُونَ مِنْهَا وَلَا
هُمْ يُسْتَعْتَبُونَ [٤٥:٣٥]
Yang demikian itu, karena sesungguhnya kamu
menjadikan ayat-ayat Allah sebagai olok-olokan dan kamu telah ditipu oleh
kehidupan dunia, maka pada hari ini mereka tidak dikeluarkan dari neraka dan
tidak pula mereka diberi kesempatan untuk bertaubat. (QS Al Jatsiyah [45]:35).
AULIYA diartikan adalah pemimpin dunia, wah itu tidak sesuai dg AULIYA' yg dimaksud Allah swt, Lihat QS Al A'raaf [7]:3, "Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu (AL QURAN) dan janganlah kamu mengikuti AULIYA' selain-nya (Allah ataupun Al Quran). Amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran (daripadanya). "
Allah dan NabiNya selalu mengarahkan agar kita selalu berorientasi kepada Allah dan Hari Akhir. Semua ditujukan utk Allah dan kehidupan hari akhirat nanti. Kalau Allah sendiri yang mengarahkan seperti itu, maka keseluruhan ayat2Nya adalah berorientasi kepada Allah swt sendiri dan juga utk kamu dalam kehidupan dunia. Terbukti kata "ALLAH" dlm Quran ada sebanyak 2698 kali, itu melebihi sepertiga Quran, belum lagi nama2 Allah yang lain, belum lagi dengan kata "DIA" yg menunjuk kepadaNya.
Prof. Quraish Shihab mengatakan tidak benar terhadap ungkapan "Bekerja utk dunia seolah-olah hidup di dunia, dan bekerja utk akhirat seolah-olah akan mati esok hari". Yang benar menurut beliau, adalah "Bekerjalah seoptimal mungkin, kerahkan semua yang Anda peroleh dari kehidupan dunia ini untuk kehidupan akhirat kita".
Jadi akan jauh menyimpang jika ayat2 Allah atau Quran diorientasikan kepada kehidupan dunia, seperti Auliya' diorientasikan sbg Pemimpin Dunia.
بَلْ تُؤْثِرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا [٨٧:١٦]
Tetapi kamu memilih
kehidupan duniawi.
وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَىٰ [٨٧:١٧]
Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan
lebih kekal.
لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ
حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ
كَثِيرًا [٣٣:٢١]
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah
itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap Allah dan hari akhirat dan dia banyak menyebut Allah. QS Al Ahzab [33]:21
Ingin meneladani Rasulullah saw versi Allah swt ? Adalah dengan cara berorientasi pada Allah dan Kehidupan Akhirat dan selalu banyak mengingat Allah.