Jika demikian, kapan kita baru akan mengetahui status kita ? Beriman ataukah kafir ?
Kalau kita paham tentang konsepNya Allah tentang hidup di dunia ini adalah ujian. Siapapun yg masih mengalami ujian hidup di dunia, belum tahu status hasilnya apakah muslim, mukmin, musyrik, kafir dsb, baru akan mengetahuinya nanti setelah mati/wafat dan hanya dia yang mengetahui, orang lain tidak diberitahu.
وَمَن يَرْتَدِدْ مِنكُمْ عَن دِينِهِ فَيَمُتْ وَهُوَ كَافِرٌ فَأُولَٰئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ
ۖ وَأُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ
ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
[٢:٢١٧]
"Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya lalu dia mati dan dia KAAFIR, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. QS Al Baqarah [2]:217
Pada ayat di atas, status KAAFIR akan ditentukan ketika seseorang mati, dan hanya dia serta Allah yang tahu. Begitu juga dengan status BERIMAN.
فَرِحِينَ بِمَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِن فَضْلِهِ وَيَسْتَبْشِرُونَ بِالَّذِينَ لَمْ يَلْحَقُوا بِهِم مِّنْ خَلْفِهِمْ أَلَّا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ [٣:١٧٠]
Mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka, bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. QS Ali Imran [3]:170
Kondisi dimana "Tidak sedikitpun kekhawatiran dan tidak sedikitpun bersedih hati" itu BUKAN selama hidup di dunia tapi itu hanya ada di kehidupan Surga di akhirat nanti, dan hanya orang yang beriman yang bisa masuk ke dalam Surga. Jadi ketika diberitahu telah masuk Surga, maka kita telah dikategorikan oleh Allah swt secara pasti sebagai orang yang beriman, bolehlah kita KLAM sebagai MUKMIN Sejati berdasar QS Al Mu'minuun [23]:1-11 dan QS Al Anfaal [8]:2.
Karena itu, jika ada yang berani mengklaim selama masih hidup di dunia ini sebagai orang yang beriman (tentunya pasti masuk Surga), maka mati saja dulu, karena nanti akan diberitahu statusmu. demikianlah firman Allah :
قُلْ إِن كَانَتْ لَكُمُ الدَّارُ الْآخِرَةُ عِندَ اللَّهِ خَالِصَةً مِّن دُونِ النَّاسِ فَتَمَنَّوُا الْمَوْتَ إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ [٢:٩٤]
Katakanlah: "Jika kamu (menganggap bahwa) kampung akhirat (surga) itu khusus untukmu di sisi Allah, bukan untuk orang lain, maka
inginilah kematian(mu),
jika kamu memang benar. QS Al Baqarah [2]:94
Demikian, juga doa-nya dari Nabi Sulaiman as yang beliau sangat mengerti tentang kapan akan digolongkan sebagai MUSLIM, yaitu ketika beliau sudah sempurna ujian hidupnya di dunia atau wafat.
رَبِّ قَدْ آتَيْتَنِي مِنَ الْمُلْكِ وَعَلَّمْتَنِي مِن تَأْوِيلِ الْأَحَادِيثِ ۚ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ أَنتَ وَلِيِّي فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ۖ تَوَفَّنِي مُسْلِمًا وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ [١٢:١٠١]
Ya Tuhanku, sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebahagian kerajaan dan telah mengajarkan kepadaku sebahagian ta'bir mimpi. (Ya Tuhan) Pencipta langit dan bumi. Engkaulah Pelindungku di dunia dan di akhirat, WAFATKANLAH aku dalam keadaan MUSLIM dan gabungkanlah aku dengan SHALIHIIN / orang-orang yang saleh. QS Yusuf [12]:101.
Oleh karena itu di dunia ini setiap diri manusia siapapun masih statusnya berubah-ubah, sesuai dengan namanya INSAAN yang cenderung dinamis/berubah-ubah. Dan status keberimanan kita masih sekedar pengakuan dari kita sendiri, Allah swt belum memberitahunya tentang status sebenarnya kepada kita, karena Dia masih memberi kesempatan kita untuk menuju status MUSLIM atau MUKMIN.