Mengapa Allah mengatakan demikian pada ayat tersebut, bahwa di antara manusia ada yang hobinya klaim sebagai orang yang beriman, tetapi Allah tidak akui, karena pengakuan beriman itu atas izin Allah swt, BUKAN atas dasar Klaim.
وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ أَن تُؤْمِنَ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ ۚ وَيَجْعَلُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِينَ لَا يَعْقِلُونَ [١٠:١٠٠]
Seperti halnya ada seseorang mengaku sebagai Polisi, tapi kalau institusi POLRI-nya tidak pernah mengeluarkan izin bahwa orang tersebut adalah Polisi, maka orang tersebut hanya sekedar mengaku-aku saja.
Jangan terlena dengan Klaim sudah beriman, sementara belum ada keterangan apapun dari Allah menyangkut keimanan kita masing-masing selama masih hidup di dunia.
2. Klaim Beriman dengan Bersumpah
Walau dengan BERSUMPAH dengan nama ALLAH sekalipun dengan SUMPAH yang sekuat-kuatnya, Allah tetap tidak mengakui keimanan mereka, JIKA mereka tidak mengikuti dengan sungguh-sungguh KEBENARAN / PETUNJUK yaitu AL QURAN, justru menjauhi AL QURAN. Klaim mereka hanya mengaku-ngaku saja.
أَقْسَمُوا بِاللَّهِ جَهْدَ أَيْمَانِهِمْ لَئِن جَاءَهُمْ نَذِيرٌ لَّيَكُونُنَّ أَهْدَىٰ مِنْ إِحْدَى الْأُمَمِ فَلَمَّا جَاءَهُمْ نَذِيرٌ مَّا زَادَهُمْ إِلَّا نُفُورًا
Dan mereka BERSUMPAH dengan NAMA ALLAH dengan SEKUAT-KUAT SUMPAH; sesungguhnya jika datang kepada mereka seorang pemberi peringatan, niscaya MEREKA akan lebih MENDAPAT PETUNJUK dari salah satu umat-umat (yang lain). Tatkala datang kepada mereka pemberi peringatan, maka kedatangannya itu tidak menambah kepada mereka, kecuali jauhnya mereka dari (kebenaran), (QS Faathir [35]: 42)
3. Klaim Beriman dengan Bersyahadat kepada Rasul
Walau dengan BERSYAHADAT sekalipun, Allah tetap tidak mengakui keimanan mereka, bahkan bisa dinilai munafiq oleh Allah swt JIKA mereka mendustakan keterangan-keterangan yang dibawa oleh Rasulullah yaitu AL QURAN. Klaim mereka hanya mengaku-ngaku saja.
كَيْفَ يَهْدِي اللَّهُ قَوْمًا كَفَرُوا بَعْدَ إِيمَانِهِمْ وَشَهِدُوا أَنَّ الرَّسُولَ حَقٌّ وَجَاءَهُمُ الْبَيِّنَاتُ ۚ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ [٣:٨٦]
Bagaimana ALLAH akan menunjuki suatu
kaum yang ingkar SESUDAH mereka BERIMAN, serta mereka telah BERSYAHADAT bahwa Rasul itu (Muhammad) benar-benar rasul, dan
keterangan-keteranganpun (yang terdapat dalam AL QURAN) telah datang kepada mereka? Allah tidak menunjuki orang-orang yang zalim. QS Ali Imran [3]:86
إِذَا جَاءَكَ الْمُنَافِقُونَ قَالُوا نَشْهَدُ إِنَّكَ
لَرَسُولُ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ إِنَّكَ لَرَسُولُهُ
وَاللَّهُ يَشْهَدُ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ لَكَاذِبُونَ [٦٣:١]
Apabila orang-orang munafik datang kepadamu,
mereka berkata: "
Kami BERSYAHADAT , bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul
Allah". Dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul-Nya; dan
Allah mengetahui bahwa sesungguhnya
orang-orang munafik itu benar-benar orang
pendusta. QS Al Munaafiquun [63]:1
Klaim BERSYAHADAT kepada Rasul itu bisa berupa KLAIM NYUNNAH yang sekarang mudah dijumpai. Apa-apa sekarang mudah dilabeli SUNNAH. Kita harus bisa membedakan antara AJARAN dan BUDAYA. AJARAN itu adalah yang jelas sesuai dengan nilai-nilai Quran, namun yang tidak ada keterangannya di QURAN jangan terburu-buru dinilai sebagai AJARAN SUNNAH.
Silakan saja jika klaim SUNNAH itu hanya berlaku untuk dirinya sendiri, tapi jika sudah menilai INGKARUS SUNNAH kepada orang lain yang TIDAK melakukan yang dianggapnya SUNNAH, seperti tidak mau berjenggot, tidak memakai celana di atas mata kaki, tidak bercadar bagi yang perempuan, tidak memisahkan kumpulan laki dan perempuan di suatu ruangan, minum dan makan dengan berdiri, dan sebagainya
Justru yang betul-betul SUNNAH RASUL yaitu berAKHLAQ AL QURAN, JANGAN sampai DILUPAKAN apalagi TIDAK dilaksanakan karena itu adalah salah satu bentuk KEDUSTAAN seperti peringatan Allah swt pada ayat-ayat di atas, seperti memaafkan, sabar, selalu mengingat Allah (berorientasi kpd Allah), selalu berorientasi masa depan (ghadan) dan akhirat, bukan bernostalgia dengan masa lalu, ikhlas, berbuat baik, membalas kebaikan orang lain, saling tolong menolong dalam kebaikan dan ketaqwaan, bukan dalam kebencian dan permusuhan, menerima kebhinnekaan, mencari bentuk-bentuk kesamaan tujuan, menjaga dan memelihara ikatan bersama seperti Pancasila, menghormati Hablum Minallah (Al Quran) dan juga menjunjung tinggi Hablum Minannas (Pancasila, UUD 1945, semua perundang-undangan, semua peraturan, etika, norma, adat), menghormati kepada yang lebih tua apalagi ulama yang sudah lebih dulu ada di bumi Indonesia seperti Prof. Dr. M. Quraish Shihab, KH. Mustofa Bisri, dan kyai-kyai lain-lain, BUKAN malah disesat-sesatkan, dan semua pengajaran yang lain-lain yang terdapat dalam Al Quran.
4. Klaim Pembela Quran
أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ يَزْعُمُونَ أَنَّهُمْ آمَنُوا بِمَا أُنزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنزِلَ مِن قَبْلِكَ يُرِيدُونَ أَن يَتَحَاكَمُوا إِلَى الطَّاغُوتِ وَقَدْ أُمِرُوا أَن يَكْفُرُوا بِهِ وَيُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَن يُضِلَّهُمْ ضَلَالًا بَعِيدًا [٤:٦٠]
Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya (KLAIM) telah BERIMAN kepada apa yang diturunkan kepadamu (AL QURAN) dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Namun mereka berhakim kepada THAGHUT, padahal mereka telah diperintah mengingkari THAGHUT itu. Dan SYAITHAN bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya. QS An Nisa [4]:60
YAZ'UMUUN (mengklaim Pengikut bahkan Pembela QURAN secara bergerombol dan berulang-ulang) kepada QURAN tapi malah berhakim Thaghut (selain Quran).
Contoh kasus, Allah swt memerintahkan di dalam QuranNya untuk bersabar dan memaafkan manusia (QS 3:133-134), tapi tidak diikuti Qurannya, malah mengikuti seruan-seruan di luar Quran misal untuk main hakim sendiri, menuntut habis-habisan.
Allah swt memerintahkan untuk membalas penghormatan bentuk apapun, bisa berupa jasa-jasa para pahlawan, kinerja pembangunan dan lain sebagainya, minimal mengucapkan berterima kasih (QS 4:86), tapi malah yang diikuti seruan-seruan lain jelas di luar Quran, misalnya menghujat habis-habisan, membuat dan menyebarkan hoax tentangnya.
Allah swt memerintahkan untuk menghargai sebuah jiwa atau nyawa (QS 5:32), tapi tidak diikuti, malah mengikuti seruan-seruan Thaghut untuk membunuh.
5. Klaim Paling Suci
فَلَا تُزَكُّوا أَنفُسَكُمْ
ۖ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقَىٰ
[٥٣:٣٢]
Janganlah kamu mengatakan dirimu suci. DIA-lah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa. QS An-Najm [53]:32
إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ مَن يَضِلُّ عَن
سَبِيلِهِ ۖ
وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ [٦:١١٧]
Sesungguhnya
Tuhanmu, Dialah yang lebih
mengetahui tentang orang yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia lebih mengetahui
tentang orang orang yang mendapat petunjuk. QS Al An'aam [6]:117
Klaim merasa paling suci misalkan, dengan mengatakan "ulama A itu sesat menyesatkan, ulama B itu ulama Suu (buruk), kyai C, D, E dsb itu ngawur". Apakah dengan mengatakan seperti itu lantas dirinya menjadi paling suci / paling benar ?
Seharusnya kalau betul-betul mengikuti SUNNAH NABI / AKHLAQ RASUL yaitu BERAKHLAQ QURAN, BUKAN berkata seperti itu. Tapi katakanlah seperti yang Allah ajarkan kepada NabiNya yang mulia :
قُلْ إِن ضَلَلْتُ فَإِنَّمَا أَضِلُّ عَلَىٰ
نَفْسِي ۖ
وَإِنِ اهْتَدَيْتُ فَبِمَا يُوحِي إِلَيَّ رَبِّي ۚ إِنَّهُ سَمِيعٌ قَرِيبٌ [٣٤:٥٠]
Katakanlah: "
Jika aku sesat maka sesungguhnya
aku sesat atas kemudharatan diriku sendiri; dan
jika aku mendapat petunjuk maka
itu adalah disebabkan apa yang diwahyukan Tuhanku kepadaku. Sesungguhnya Dia
Maha Mendengar lagi Maha Dekat". QS Saba [34]:50
6. Klaim Surga hanya miliknya atau golongannya
قُلْ إِن كَانَتْ لَكُمُ الدَّارُ الْآخِرَةُ عِندَ اللَّهِ خَالِصَةً مِّن دُونِ النَّاسِ فَتَمَنَّوُا الْمَوْتَ إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ [٢:٩٤]
Katakanlah: "Jika kamu (menganggap bahwa) kampung akhirat (Surga) itu khusus untukmu di sisi Allah, bukan untuk orang lain, maka inginilah kematian(mu), jika kamu memang benar. QS Al Baqarah [2]:94
Maknanya dari QS Al Baqarah [2]:94 di atas, kita jangan bersikap menjadi panitia Surga, melakukan vonis kepada siapapun, bahwa si A masuk surga, si B neraka, walaupun kepada orang tua Nabi sekalipun. Hanya Allah yang tahu dan itu tidak akan Allah beritahu kepada siapapun di dunia ini.
Bagaimana sikap kita ?
1. Jangan mudah untuk klaim diri adalah sebagai orang yang pasti imannya sudah diterima Allah, klaim sebagai yang paling benar/suci, klaim pasti masuk surga, klaim menjadi panitia surga.
2. Jika berhadapan dengan orang-orang yang bersikap demikian, Allah swt memberitahu kepada kita, jika kita berhadapan dengan orang yang hobi mengklaim seperti yang disebutkan dalam 6 buah butir di atas, hendaknya berhati-hati, selalu untuk kembali ke Quran.
وَمِنَ النَّاسِ مَن يَقُولُ آمَنَّا بِاللَّهِ
وَبِالْيَوْمِ الْآخِرِ وَمَا هُم بِمُؤْمِنِينَ ﴿٨﴾
يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَالَّذِينَ
آمَنُوا وَمَا يَخْدَعُونَ إِلَّا أَنفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُونَ ﴿٩﴾
"Di antara manusia ada yang mengatakan: "Kami
beriman kepada Allah dan Hari kemudian," pada hal mereka itu sesungguhnya bukan
orang-orang yang beriman.
Mereka hendak menipu Allah dan
orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang
mereka tidak sadar." QS Al Baqarah [2]:8-9
وَالَّذِينَ اجْتَنَبُوا الطَّاغُوتَ أَن يَعْبُدُوهَا
وَأَنَابُوا إِلَى اللَّهِ لَهُمُ الْبُشْرَىٰ ۚ فَبَشِّرْ عِبَادِ [٣٩:١٧]
"Dan orang-orang yang menjauhi thaghut (yaitu)
tidak menyembahnya dan kembali kepada Allah (Al Quran), bagi mereka berita gembira; sebab
itu sampaikanlah berita itu kepada hamba-hamba-Ku" QS Az-Zumar [39]:17
Bersambung .... Kapan kita baru akan mengetahui status kita ? Beriman ataukah kafir ?
Klik link berikut ini
http://www.h3qurani.id/2017/08/kapan-status-kita-beriman-atau-tidak.html
Demikian, Wallahu A'lam. Mohon maaf kalau ada kata yang kurang berkenan.
---
Hari-Hari Hidup Qurani (H3Q)