Tulisan ini dibuat ketika ada yang melabel MUSLIM seperti MCA (Muslim Cyber Army) tapi melakukan kegiatan Merusak, bukan Membangun. Merusak berita yang baik, merusak fakta yang sesungguhnya, merusak persatuan bangsa dan sebagainya. Apakah begitu status sebagai MUSLIM ?
Mari kita lihat apa yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim as, bapaknya para Nabi dan Rasul.
وَإِذْ يَرْفَعُ إِبْرَاهِيمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ
الْبَيْتِ وَإِسْمَاعِيلُ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا
ۖ إِنَّكَ أَنتَ السَّمِيعُ
الْعَلِيمُ
[٢:١٢٧]
Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan
(membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): "Ya Tuhan kami
terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha
Mendengar lagi Maha Mengetahui".
رَبَّنَا وَاجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِن
ذُرِّيَّتِنَا أُمَّةً مُّسْلِمَةً لَّكَ وَأَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَتُبْ
عَلَيْنَا ۖ
إِنَّكَ أَنتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ [٢:١٢٨]
Ya Tuhan kami, JADIKANLAH kami berdua MUSLIM -orang
yang tunduk patuh- kepada Engkau dan (jadikanlah) diantara anak cucu kami umat
yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan
tempat-tempat ibadat haji kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya
Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.
QS Al Baqarah [2]:127-128
Pelajaran yang sangat berharga dan QURANI. Yaitu Nabi Ibrahim as, bapak-nya para Nabi dan Rasul tidak berani klaim dirinya MUSLIM, padahal beliau beserta putranya baru saja memenuhi perintah Allah swt yang fenomenal yang akan digunakan oleh manusia sejak dari jamannya sampai nanti menjelang hari kiamat, yaitu menyempurnakan dasar Baitullah. Banyak perintah-perintah Allah swt fenomenal yang lain yang sudah dituntaskan oleh Nabi Ibrahim as.
Pelajaran yang dapat diambil :
1. Beliau tidak petantang petenteng karena sudah mengerjakan sebuah amalan, walaupun itu amalan yang sangat menakjubkan siapapun. Beliau tidak pernah merasa amalannya jauh lebih mulia, lebih baik dari yang lain.
2. Beliau masih harap-harap cemas, bukanlah berbangga, namun merendahkan dirinya agar Allah sudi untuk menerimanya dengan status MUSLIM dan meminta terus untuk mendapatkan petunjuk dariNya. Beliau tidak berani klaim dirinya sebagai MUSLIM walau sudah memenuhi perintah Allah yang sangat fenomenal yang tiada bandingannya.
3. Untuk menuju status MUSLIM, pengesahan MUSLIM dari Allah swt, beliau mengerti bahwa hanya dengan MEMBANGUN / MEMBINA hal-hal yang baik yang harus dikerjakan, bukanlah dengan merusak apapun.
Ingin mendapatkan pengesahan dari Allah swt sebagai MUSLIM, maka contohlah Nabi Ibrahim as, berorientasi selalu untuk MEMBANGUN / MEMBINA bukan merusak; merusak persatuan bangsa, merusak dengan membuat dan menyebarkan hoax, merusak nama baik orang, merusak lambang-lambang negara, merusak martabat bangsa, merusak rumah peribadatan orang lain, dan sebagainya. Menyinyir berita yang baik termasuk MERUSAK.
Tidak atau belum bisa MEMBANGUN, minimal janganlah menyinyir, tapi share-lah berita baik dari hasil bangun orang lain.
Semua yang bersifat MERUSAK itu tidaklah QURANI/ISLAMI.
Ingin mendapat status MUSLIM dari ALLAH swt, maka berupayalah untuk selalu MEMBANGUN sebagaimana yang dicontohkan Nabi Ibrahim as.
demikian, Wallahu a'lam.
Hari-Hari Hidup Qurani (H3Q)