إِنَّ الَّذِينَ يُؤْذُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ لَعَنَهُمُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَأَعَدَّ لَهُمْ عَذَابًا مُّهِينًا [٣٣:٥٧]
Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya. Allah akan melaknatinya di dunia dan di akhirat, dan menyediakan baginya siksa yang menghinakan.
وَالَّذِينَ يُؤْذُونَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ بِغَيْرِ مَا اكْتَسَبُوا فَقَدِ احْتَمَلُوا بُهْتَانًا وَإِثْمًا مُّبِينًا [٣٣:٥٨]
Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang yang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.
QS Al-Ahzab [33]:57-58.

Sungguh suatu kebenaran dari Allah, kalau mereka (disebut dg "orang-orang" pada ayat2 diatas) saja berani menyakiti Allah dan Rasul-Nya maka mereka akan lebih berani lagi menyakiti orang-orang yg beriman. Memberikan label sesat kepada Nabi, kepada paman Nabi bahkan kpd orang tua Nabi, maka akan dengan mudah mereka akan memberi label sesat kepada orang lain. Terlebih jika hanya berbeda pandangan dengan mereka.
Jika kita terkena musibah dituduh sesat, kafir, maka maklumi dan maafkan saja, toh Nabi beserta keluarganya saja disesat-sesatkan oleh mereka, semoga Allah menyadarkan mereka akan kekeliruannya. Perintah dan panggilan Allah juga utk orang2 yg bertaqwa untuk memaafkan manusia, QS 3:133-134.
Kepada saudara2 kita yang masih hobi menyakiti orang lain apalagi menyakiti Nabi dengan berani menuduh sesat keluarganya spt paman dan atau orang tuanya, berhentilah / STOP utk menyakiti Nabi dengan cara STOP memberi label sesat kepada Nabi, juga kepada paman beliau, Abu Thalib yang sangat beliau hormati, apalagi kpd orang tua beliau, dan STOP pula menyakiti orang lain dg label sesat, kafir, neraka dsb.
Ingat berdasar QS 33:57-58 di atas yg merupakan satu kesatuan ayat Quran. Menyakiti orang yang beriman dengan cara salah satunya memberi label sesat, neraka, kafir dsb juga sama artinya dengan menyakiti Nabi saw.
Juga Menyakiti keluarga Nabi saw = Menyakiti Nabi saw = Menyakiti Allah swt.
Wallahu a'lam bish shawwab
--
Hari-Hari Hidup Qurani (H3Q)