Sulthah / سلطة : kekuasaan
Salathah / سلطة : salad
Hafiid / حفيد : cucu
Hafiizh / حفيظ : nama Allah, sbg pemelihara
Haafizh / حافظ : pemelihara (manusia), penghafal.
Beda ucapan walopun tulisannya sama spt kata "سلطة", apalagi beda tulisan bisa beda arti pula. Oleh karena antara Ad-Diin / الدين dengan Diinukum / دينكم dan Diinii / ديني, tentu akan berbeda.
Dalam Al Quran, ada kata Al-Iiman / الايمان dan Iimanukum / ايمانكم. Antara Al-Iiman / الايمان dan Iimanukum / ايمانكم akan berbeda maknanya.
Apakah jika sudah mengatasnamakan "iman" lantas sudah benar tindakannya, seruannya ? nah iman yang mana dulu yg dimaksud, Al-Iiman ataukah Iimanukum ? Apakah iimanukum (iman2 kamu semua) sudah pasti benar ?
"Iimanukum / ايمانكم" (iman2 kamu semua), termasuk iman saya, belum tentu benar. Bisa atas nama imannya malah menyuruh berbuat keburukan / kejahatan.
قُلْ بِئْسَمَا يَأْمُرُكُمْ بِهِ إِيمَانُكُمْ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ
Katakanlah: "Amat jahat perbuatan yang telah diperintahkan imanmu (Iimanukum / ايمانكم) kepadamu jika betul kamu beriman. QS Al Baqarah [2]:93.
Yang pasti benar adalah Al-Iimaan, nama lain dari Al Quran.
وَكَذَٰلِكَ أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ رُوحًا مِنْ أَمْرِنَا ۚ مَا كُنْتَ تَدْرِي مَا الْكِتَابُ وَلَا الْإِيمَانُ وَلَٰكِنْ جَعَلْنَاهُ نُورًا نَهْدِي بِهِ مَنْ نَشَاءُ مِنْ عِبَادِنَا ۚ وَإِنَّكَ لَتَهْدِي إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ
"Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu wahyu (Al Quran) dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al Kitab (Al Quran) dan tidak pula mengetahui apakah Al IImaan itu, tetapi Kami menjadikannya (Al Kitab atau Al-Iiman) itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus." QS Asy Syuura [42]:52
رَبَّنَا إِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِيًا يُنَادِي لِلْإِيمَانِ أَنْ آمِنُوا بِرَبِّكُمْ فَآمَنَّا
Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada AL-IIMAAN : "Berimanlah kamu kepada Tuhanmu", maka kamipun beriman. QS Ali Imran [3]:193
Jadi keimanan kita masing-masing selalu dicek kepada Quran. Kalau ada seruan, dorongan, motivasi, bisikan, godaan mengatasnamakan IMAN kembalikan terlebih dahulu kepada AL-IIMAAN / AL Quran. Menyambung yg bahasan AL-ISLAM lalu. Jika ada ajakan/seruan, dorongan, motivasi mengatasnamakan ISLAM maka kembalikan yang artinya dicek dulu kepada AL-ISLAM / Al Quran, apakah sudah sesuai ? Salah benarnya ditentukan oleh Al Quran sbg Furqan (pembeda). Demikian
Wallahu A'lam.
--
Hari-Hari Hidup Qurani (H3Q)