Rasa, merasakan. Bahasa Arabnya adalah SYA'ARA, YASY'URU.
Bima tasy'uru ? "Bagaimana perasaanmu saat ini ?".
Asy'uru bis suruur / "Saya sedang bahagia".
Asy'uru bi alaamin fii bathnii / "Saya sedang merasa sakit perut"
Di dalam Quran ada kata tersebut, contoh kata SYI'AR, itu adalah kata turunan dari SYA'ARA (merasakan). Syi'ar itu mengandung arti sesuatu yang mendatangkan rasa. Syi'ar-syi'ar Allah artinya Syi'ar-syi'ar milik atau untuk Allah, mengandung makna "mengundang rasa akan kehadiran Allah".
إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ
"Sesungguhnya Shafaa dan Marwa adalah sebahagian dari syi'ar-syi'ar Allah". QS Al Baqarah [2]:158
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُحِلُّوا شَعَائِرَ اللَّهِ وَلَا الشَّهْرَ الْحَرَامَ وَلَا الْهَدْيَ وَلَا الْقَلَائِدَ وَلَا آمِّينَ الْبَيْتَ الْحَرَامَ
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi'ar-syi'ar Allah, dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya, dan binatang-binatang qalaa-id, dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitullah". QS Al Maidah [5]:2
وَالْبُدْنَ جَعَلْنَاهَا لَكُمْ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ لَكُمْ فِيهَا خَيْرٌ ۖ فَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهَا صَوَافَّ
"Dan telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebahagian dari syi'ar Allah, kamu memperoleh kebaikan yang banyak padanya, maka sebutlah olehmu nama Allah ketika kamu menyembelihnya dalam keadaan berdiri (dan telah terikat)." QS Al Hajj [22]:36
ذَٰلِكَ وَمَنْ يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوبِ
"Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syi'ar-syi'ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati." QS Al Hajj [22]:32
Allah memberikan contoh-contoh dari syi'ar Allah yaitu tempat seperti Baitullah, Shafa dan Marwa. Juga bagian dari syi'ar Allah adalah waktu seperti bulan-bulan yang diharamkan. Syi'ar Allah juga berupa makhluk hidup seperti binatang-binatang utk qurban dan unta.
Apakah hanya itu saja syi'ar-syi'ar Allah ? Apakah hanya itu saja ciptaan Allah ? Namanya juga contoh, contoh merupakan bagian terkecil dari konsep yang besar. Contoh memberikan salah satu gambaran mengenai konsep tersebut. Disimpulkan segala sesuatu ciptaan Allah adalah bagian dari syi'ar-syi'ar Allah, karena Allah menciptakan segala sesuatu.
وَخَلَقَ كُلَّ شَيْءٍ ۖ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
"Dia menciptakan segala sesuatu; dan Dia mengetahui segala sesuatu." QS Al-An'am [6]:101
Lalu bagaimana sikap kita terhadap syi'ar-syi'ar Allah tersebut ? Dinamakan syi'ar Allah hendaknya bisa mendatangkan rasa akan kehadiran Allah sebagaimana jika kita berada di Shafa dan Marwa, sebagaimana jika kita sedang menyembelih hewan qurban, sebagaimana jika kamu sedang naik unta (utk umat jaman Nabi), kita bisa merasakan akan kehadiran Allah swt melingkupi kita semua, di depan, belakang, di atas, di bawah terutama ketika sedang bersujud, samping kiri dan samping kanan.
Agungkan syi'ar-syi'ar Allah itu dengan cara menghadirkan rasa akan kehadiran Allah tersebut, merasakan Allah sedang berbuat sesuatu utk kita semua manusia tanpa membeda-bedakannya karena semua bani Adam, Allah muliakan.
Ketika matahari terbit dan terbenam, kita tidak hanya berhenti atau sekedar tahu saja (ooh saja) bahwa Allah yang menerbitkan matahari dan menenggelamkan matahari, tapi hadirkan Allah, rasakan Allah sedang melakukan sesuatu yang teramat agung yaitu menerbitkan matahari dan menenggelamkannya (dengan cara Allah memutarkan bumi pada porosnya secara teratur, smooth padahal kecepatan perputaran bumi 1600 km/jam bagi yang berada di khatulistiwa, kita tidak terlempar keluar), sehingga muncullah pergantian siang dan malam.
أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يُولِجُ اللَّيْلَ فِي النَّهَارِ وَيُولِجُ النَّهَارَ فِي اللَّيْلِ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ كُلٌّ يَجْرِي إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى وَأَنَّ اللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
"Tidakkah kamu memperhatikan, bahwa sesungguhnya Allah memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan Dia tundukkan matahari dan bulan masing-masing berjalan sampai kepada waktu yang ditentukan, dan sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." QS Luqman [31]:29
Jangan sampai kita sekedar tahu saja lalu tidak mempunyai rasa sebagaimana yang Allah gambarkan tentang orang-orang musyrik di jaman Nabi. Mereka juga mengakui bahwa Allah yang menciptakan langit dan bumi, tapi rasa mereka tidak kepada Allah. Tuhan orang-orang musyrik jaman Nabi juga sama, Allah, tapi yang membedakan salah satunya adalah RASA yang berada di dalam Qalbu. Rasa akan kehadiran Allah swt itulah yang mendatangkan sujud, tunduk, patuh kepadaNya.
وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ لَيَقُولُنَّ اللَّهُ ۖ فَأَنَّىٰ يُؤْفَكُونَ
"Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: "Siapakah yang menjadikan langit dan bumi dan menundukkan matahari dan bulan?" Tentu mereka akan menjawab: "Allah", maka betapakah mereka (dapat) dipalingkan." QS Al-'Ankabut [29]:61
قَالَتِ الْأَعْرَابُ آمَنَّا ۖ قُلْ لَمْ تُؤْمِنُوا وَلَٰكِنْ قُولُوا أَسْلَمْنَا وَلَمَّا يَدْخُلِ الْإِيمَانُ فِي قُلُوبِكُمْ
"Orang-orang Arab itu berkata: "Kami telah beriman". Katakanlah: "Kamu belum beriman, tapi katakanlah 'kami telah tunduk', karena Al-Iimaan itu belum masuk ke dalam hatimu; " QS Al Hujurat [49]:14
Wallahu a'lam
--
Hari-Hari Hidup Qurani (H3Q)