Saat tulisan ini diangkat, sedang ramai-ramainya ada pembahasan tentang Islam Nusantara, lalu ada yang menentangnya bahwa Islam Nusantara bukanlah ajaran dari Nabi, yang betul katanya Islam Terpadu.
Juga pernah ada klaim bahwa Islam Salafi-lah yang betul, kata mereka (kata manusia ya) adalah Islamnya para orang-orang Salaf (sahabat2 yang hidup pada jaman Nabi, terus sampai generasi setelah para sahabat yg disebut dengan generasi tabi'in, lalu generasi setelah tabi'in yg disebut dengan generasi tabi'it tabi'in).
Sebelumnya lagi ada Islam NU, Islam Muhammadiyah dan seterusnya.
Terkumpullah banyak sekali istilah-istilah diantaranya :
Islam KTP
Islam Abangan
Islam Tradisionil
Islam Kejawen
Islam Kaffah
Islam Terpadu
Islam Nusantara
Islam Rahmatan Lil Alamiin
Islam Liberal
Islam NU
Islam Muhammadiyah
Islam Garis Lurus
Islam Salafi
Islam Sunni / Ahlus Sunnah wal Jamaah
Islam Syiah
Islam Wahabi
Islam Ortodoks
Islam Ahmadiyah
Islam Ibadhi
Islam Slimani
Islam Arab
Islam 212
Islam Monas
...
dan lain-lain.
Manakah yang BENAR ? Ada yg sudah klaim sebagai "AL-ISLAM" selain Allah swt ? Perhatikan firman Allah swt :
إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ
"Sesungguhnya Ad-Diin disisi ALLAH hanyalah AL-ISLAM." QS Ali Imran [3]:19
Al-Islam adalah di sisi Allah, bukan di sisi siapapun, bahkan bukan pula di sisi Nabi. Maka jika Nabi wafat, apakah kita akan keluar dari Al-Islam, demikian firman Allah.
وَمَا مُحَمَّدٌ إِلَّا رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُ ۚ أَفَإِنْ مَاتَ أَوْ قُتِلَ انْقَلَبْتُمْ عَلَىٰ أَعْقَابِكُمْ ۚ وَمَنْ يَنْقَلِبْ عَلَىٰ عَقِبَيْهِ فَلَنْ يَضُرَّ اللَّهَ شَيْئًا ۗ وَسَيَجْزِي اللَّهُ الشَّاكِرِينَ
"Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun, dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur." (QS Ali Imran [3]:144).
Karena Al-Islam di sisi Allah, bukan di sisi manusia, maka siapapun manusia tidak bisa menilai manusia yang lain sebagai Muslim ataukah Kafir. Para Nabi sendiri saja tidak ada yang berani mengklaim diri mereka sebagai Muslim atau Shalih ketika masa hidupnya, karena itu mereka berdoa kepada Allah untuk digolongkan ke dalam Muslimiin, Shalihiin, QS 2:128. Mereka menyadari bahwa hanya Allah-lah yg berhak memberikan penilaian itu.
رَبَّنَا وَاجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِنَا أُمَّةً مُسْلِمَةً لَكَ وَأَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَتُبْ عَلَيْنَا ۖ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ
"Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua (Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail 'alaihimas salaam) MUSLIM kepada Engkau dan (jadikanlah) diantara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadat haji kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang." QS Al Baqarah [2]:128
Karena Al-Islam di sisi Allah, bukan di sisi manusia, artinya pula Al-Islam bukanlah klaim dari kelompok manapun atau diidentikkan dengan negara manapun, seperti yang telah disebutkan diawal berbagai istilah dari "Islam" buatan manusia. Silakan saja untuk memilihnya, anggap saja itu adalah upaya-upaya manusia dalam memahami Al-Islam versi mereka sendiri. Namun jika ada yang tidak mau mengakui atau ikut salah satu daripadanya atau berbeda dengan yang lainnya, tidak boleh menudingnya "keluar dari Islam", karena Al-Islam bukanlah di sisi kelompok2 manusia tersebut, karena hakikat Al-Islam hanyalah di sisi Allah yang artinya hanya Allah-lah yang tahu kesesuaian ajaran2 kelompok2 Islam tersebut dengan Al-Islam.
Diwanti-wanti jangan pernah sangkut pautkan bahwa Al-Islam adalah di sisi manusia (statemen2nya atau opini2nya atau mindset2nya), walaupun statemen2nya mengatasnamakan Nabi bahkan mengatasnamakan Allah sekalipun. Semuanya harus dicek kembali kpd Al-Islam itu sendiri yaitu Al-Quran. Mengapa demikian ?
Maknanya kebenaran yang pantas dijadikan rujukan hanyalah di sisi Allah, kenapa ? karena Allah selalu benar, bahkan Allah adalah kebenaran itu sendiri, salah satu Asmaul Husna dari Allah swt adalah Al-Haqq (Kebenaran yg sifatnya tetap, tidak berubah sama sekali). Sedangkan yg lain bisa salah bisa benar. Allah yang merupakan Al Haqq itu sendiri memberikan kepada kita semua adalah Al-Haqq, nama lain Al Quran itu sendiri pula. Karena Quran datangnya dari sisi Allah.
وَإِنَّهُ لَحَقُّ الْيَقِينِ
"Dan sesungguhnya Al Quran itu benar-benar Haqq / kebenaran yang diyakini." QS Al Haqqah [69]:51
أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ ۚ وَلَوْ كَانَ مِنْ عِنْدِ غَيْرِ اللَّهِ لَوَجَدُوا فِيهِ اخْتِلَافًا كَثِيرًا
Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? Kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya. QS An-Nisa [4]:82
إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ
"Sesungguhnya Ad-Diin disisi Allah hanyalah Al-Islam." QS Ali Imran [3]:19
Kesimpulan Quran datangnya dari sisi Allah, Al-Islam juga berada di sisi Allah, maka Al Islam = Al Quran, dan kebenaran dari Allah tidaklah pernah berubah.
Karena Al-Islam di sisi Allah, bukan di sisi manusia, maka siapapun manusia tidak bisa menilai manusia yang lain sebagai Muslim-kah atau Kafir-kah.
Jadi mana yang harus diikuti Islam versi manusia yang begitu beragam di awal tadi ? Kita tidak kaku terhadap pemahaman manusia, versi manusia terhadap Al-Islam, yang jelas jika ada ajaran atau pemahamannya yang sesuai dg Al-Islam / Al-Quran kita boleh ikuti dan taati, jika bertentangan dengan Al-Islam / Al-Quran maka tinggalkanlah satu sisi dari ajakan/ajaran/pemahaman yang bertentangan tersebut, kalau sisi yang lain masih sesuai, tetap bisa kita ikuti.
Al-Islam atau Al-Quran lah dimana ayat2Nya yang menjadi patokan kebenaran karena Al-Quran itulah yang hanya Allah sebut sebagai Al-Haqq (kebenaran) selain sebutan untuk Allah juga.
Wallahu A'lam
--
Hari-Hari Hidup Qurani (H3Q)