إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ [٩٧:١]
Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan.
وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ [٩٧:٢]
Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ [٩٧:٣]
Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.
تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ [٩٧:٤]
Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.
Penjelasan :
Pada ayat pertama surat Al Qadr, surat ke 97 di atas menggunakan kata "anzalnaa" itu fiil madhi (kata kerja yg telah berlalu ato "past tense"), yg artinya "kami telah menurunkan". Apa yang diturunkan ? Yaitu "hu" kata ganti pihak ketiga tunggal, menunjuk pada Al-Quran dikarenakan hampir semua kata (saya baru lihat sebagian ayat2Nya) yg terdapat kata turunan dari kata "nazala" / turun itu, yg dimaksud adalah Al Quran jika obyeknya tunggal. Kapan itu terjadinya dilanjutkan pada ayat itu "fii lailatul qadr" yaitu dalam malam / lailatul qadr. Jadi Lailatul Qadr itu sudah berlalu menandakan turunnya Al Quran
Al-Quran sudah berada di hadapan kita, sudah "turun" dari Allah swt kpd kita, jadi sudah selesailah lailatul qadr itu, tidak akan terjadi lagi peristiwa itu.
Kata "Lailatul Qadr" itu adalah bentuk idhafah yg tertentu juga, yg cuma satu, jadi hanya satu malam Lailatul Qadr, yaitu waktu turunnya Al-Quran. Itu seperti kata "Baitullah" ya hanya satu Baitullah, yg dimaksud adalah Ka'bah.
Jadi kata Lailatul Qadr ya hanya sekali terjadi.
Al-Qadr itu artinya berharga/bernilai, jadi lailatul qadr adalah malam yang berharga karena Quran turun pada malam itu diiringi banyaknya malaikat dan malaikat Jibril.
Jadi sedemikian dahsyat, hebat dan mulianya Quran ketika diturunkan, jadi tidak boleh diabaikan sama sekali, diharapkan kita menilai Quran demikian tingginya sebagaimana Allah dan para malaikatNya sampai memuliakan.
Ibarat ada orang yg sangat agung dan mulia akan datang ke suatu daerah, maka akan banyak pengiring-pengiring atau pengawal2 yg menjaga, melindunginya.
Melalui penelusuran dari segi bahasa diatas, maka yg kita kejar bukanlah lagi mengejar Lailatul Qadr karena sudah berlalu dan tidak akan terjadi lagi, yg kita kejar adalah Al Quran, bagaimana utk memahaminya dan mengamalkan isinya yg berupa perintah2 Allah di dalamnya.
Banyak-banyaklah kita berdoa agar Allah swt selalu mengajarkan kepada kita bagaimana memahami Al-Quran yg Kariim / Mulia dan diberikan dorongan kuat utk mengamalkannya dalam keseharian kita.
Wallahu a'lam bish shawaab
-Hari-Hari Hidup Qurani (H3Q)-