وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir." QS Ar-Ruum [30]:21.
عَسَى اللَّهُ أَن يَجْعَلَ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَ الَّذِينَ عَادَيْتُم مِّنْهُم مَّوَدَّةً وَاللَّهُ قَدِيرٌ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ ﴿الممتحنة: ٧﴾
"Mudah-mudahan Allah menimbulkan kasih sayang antaramu dengan orang-orang yang kamu musuhi di antara mereka. Dan Allah adalah Maha Kuasa. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS Al-Mumtahanah [60]: 7)
Kata mawaddah kita mungkin hanya tahu utk hubungan cinta suami isteri, qs 30:21 di atas yg sering dibaca dalam akad-akad pernikahan, tapi Allah tempatkan juga kata mawaddah itu antara kita dan orang-orang yang kita musuhi, qs 60:7 di atas.
Kalau kita belum bisa untuk mencapai derajat yang sangat agung/mulia seperti halnya Nabi, yaitu ada sifat mawaddah dalam diri Nabi saw kepada musuh-musuhnya sekalipun, setidaknya kita perlu memaafkan, memaklumi dulu saja yang memusuhi kita atau yang kita musuhi. Tapi kalo ingin berkumpul dengan Nabi nanti di akhirat dan betul-betul mencintai Nabi, sepertinya harus punya sifat mawaddah tersebut kepada siapapun, karena biasanya orang yang dapat berkumpul dalam setiap saat adalah orang-orang yg memiliki sifat/karakter yg sama.
Mawaddah adalah cinta berlebih kata prof. Quraish Shihab... Lalu saya membayangkan begini, kita pernah ya jatuh cinta, itu baru awal cinta, karena kita bisa menemukan hal-hal yang indah dan baik pada dirinya sehingga membuat kita jatuh cinta. Lama kelamaan cinta itu bertumbuh seiring dengan semakin intensnya hubungan, dan sampai suatu puncak cintanya, kita tidak lagi menampung hal-hal indah dan baik dari dirinya, bahkan hal-hal buruk dari dirinya kita bisa terima dan tampung. Itulah mawaddah, cinta yang tidak hanya menampung hal yang baik dan indah tapi juga hal-hal yang kita anggap buruk dan kekurangan pada dirinya. Bahkan jika ada orang lain membencinya karena sifat-sifat buruknya itu, kita tetap selalu mencintainya. Kita malah tidak suka akhirnya mendengar cerita keburukan-keburukan tentangnya, apalagi tidak akan suka mendengar kebencian untuknya. Tepatlah Allah menempatkan kata mawaddah untuk hal-hal yg indah misal kepada istri yang kita cintai seperti QS 30:21, juga utk hal-hal yang buruk yang bahkan kita musuhi QS 60:7 di atas.
Mari yuk mulai hari ini, kita melihat setiap orang dengan kacamata mawaddah / kecintaan yg tinggi, sehingga bisa menerima kekurangan, keburukan dan memaafkan, semoga kita mendapatkan ridha kepuasan dari Allah, sumber segala cinta.
Wassalamualaikum wr.wb,
Hari-Hari Hidup Qurani (H3Q)