بِسْمِ اللهِ الْوَاسِعِ الْعَلِيْمِ
فَاسْتَمْسِكْ بِالَّذِي أُوحِيَ إِلَيْكَ
إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أُولَٰئِكَ يَرْجُونَ رَحْمَتَ اللَّهِ ۚ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ [٢:٢١٨]
Sesungguhnya orang-orang yang beriman ( اِنَّ الَّذِيْنَ آمَنُوا ), orang-orang yang berhijrah ( وَ الَّذِينَ هَاجَرُوا ) dan BERJIHAD DI JALAN ALLAH ( وَ جَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللهِ ), mereka itu mengharapkan rahmat Allah ( اُولَئِكَ يَرْجُونَ رَحْمَتَ اللهِ ), dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang ( وَ اللهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ ). ( Qs. Al – Baqarah / 2 : 218 )
Pengajaran (مَوْعِظَةٌ ), Petunjuk ( هُدَى ) dan Peringatan ( ذِكْرَى ), dari Qs. 2 : 218, yang dapat diambil,
a. Sesungguhnya orang-orang yang beriman ( اِنَّ الَّذِيْنَ آمَنُوا ),
b. orang-orang yang berhijrah ( وَ الَّذِينَ هَاجَرُوا فِي سَبِيلِ اللهِ )
c. BERJIHAD DI JALAN ALLAH ( وَ جَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللهِ ),
1) Korelasi berjihad di jalan Allah ( وَ جَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللهِ ) dengan orang-orang yang beriman ( اِنَّ الَّذِيْنَ آمَنُوا ),
a) Berjihad di jalan Allah, selanjutnya disingkat dengan “ jihad “, pasti berkorelasi kuat dengan “ Iman “
b) begitu kuatnya korelasi antara Jihad dengan Iman, sehingga dua hal ini bagaikan dua sisi dari satu coin yang sama
c) orang yang berjihad adalah orang yang beriman
d) tidak ada berjihad tanpa ber-iman
e) tidak berjihad dengan benar bila tidak berlandaskan dan disertai dengan iman
f) beriman tanpa jihad, rapuh
g) lokasi iman itu di “ qalbu “, maka sesungguhnya wilayah jihad, dengan demikian juga di “ qalbu “
h) “ Jihad “ dalam korelasinya dengan “ Iman “, sesungguhnya adalah upaya allout dalam keberimanan, dan wilayahnya adalah dalam “ Qalbu “
2) Korelasi berjihad di jalan Allah ( وَ جَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللهِ ) dengan orang-orang yang berhijrah ( وَ الَّذِينَ هَاجَرُوا فِي سَبِيلِ اللهِ )
a) berjihad dan berhijrah, juga berkorelasi dengan kuat, begitu kuatnya korelasi tersebut, kedua hal tersebut, bagaikan dua sisi dari satu coin
b) tentang “ hijrah “, perhatikan petunjuk Allah swt, berikut,
فَآمَنَ لَهُ لُوطٌ ۘ وَقَالَ إِنِّي مُهَاجِرٌ إِلَىٰ رَبِّي ۖ إِنَّهُ هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ [٢٩:٢٦]
Maka Luth membenarkan (kenabian)nya. Dan berkatalah Ibrahim: " SESUNGGUHNYA AKU AKAN BERHIJRAH ( اِنِّي مُهَاجِرٌ ) KEPADA RABB-KU ( اِلَى رَبِّي ); sesungguhnya Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana ( اِنَّهُ هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ ).( Qs.29:26 )
وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْ [٧٤:٥]
dan perbuatan dosa ( وَ الرُّجْزَ ) tinggalkanlah ( فَاهْجُر ) ( Qs. 74 : 5 )
“ Hijrah “ sebagaimana diajarkan dalam Qs. 74 : 5, adalah meninggalkan perbuatan dosa, sedangkan yang diajarkan Qs. 29 : 26, adalah hijrah kepada Rabb (اِنِّي مُهَاجِرٌ اِلَى رَبِّى ); dan dalam Qs. 26 : 89 ) diberi petunjuk/pengajaran bahwa tidak berguna orang yang datang kepada Allah swt kecuali orang yang datang dengan “ qalbu yang bersih (اِلاَّ مَنْ اَتَى اللهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ ) “
يَوْمَ لَا يَنفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ [٢٦:٨٨] إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ [٢٦:٨٩]
(yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang MENGHADAP ALLAH DENGAN QALBU YANG BERSIH ( مَنْ اَتَى اللهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ ) ( Qs. 26 : 88, 89 ),
c) maka hijrah yang demikian itu yang berkorelasi kuat dengan jihad; yaitu bahwa “ hijrah kepada Rabb (اِنِّي مُهَاجِرٌ اِلَى رَبِّى ), meninggalkan perbuatan dosa (وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْ ) dan datang kepada Allah swt dengan qalbu yang bersih (مَنْ اَتَى اللهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ ), tidak akan dapat dilakukan dengan benar dan selamat kecuali harus didukung lagi disertai dengan jihad.
d) maka Jihad dalam korelasinya dengan Hijrah, adalah upaya dengan sekuat daya untuk datang menghadap Allah swt dengan “ qalbu yang bersih/sehat (مَنْ اَتَى اللهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ ) “ , bersih dari “ anasir syirik “, betapapun kecilnya anasir tersebut
e) korelasi “ Jihad dan Hijrah “ yang demikian itu, juga tidak mengisyaratkan bahwa jihad adalah upaya/kegiatan/perjuangan pisik, apalagi bersenjata, dan disuatu wilayah territorial tertentu di muka bumi
Korelasi berjihad di jalan Allah ( وَ جَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللهِ ) dengan mengharap rahmat Allah ( اُولَئِكَ يَرْجُونَ رَحْمَتَ اللهِ ),
1) bahwa Allah swt, menetapkan “ dua masalah “ ini dalam “ satu ayat “ , mengandung pengajaran/petunjuk bahwa berjihad di jalan Allah ( وَ جَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللهِ ) dengan mengharap rahmat Allah ( اُولَئِكَ يَرْجُونَ رَحْمَتَ اللهِ ), saling berkaitan dengan kuat
2) Jihad dilaksanakan dalam rangka mengharapkan rahmat Allah, bila tidak demikian, maka jihadnya menjadi bias dan bahkan menyimpang dari Jalan Allah
3) Harapan mendapat rahmat Allah swt, juga akan terpolusi oleh anasir-anasir yang Allah swt tidak ridha, bila tidak didukung dengan Jihad
4) “ Pengharapan “ adalah aktivitas yang bersifat “ bathiniyah “, maka aktivitas dan wilayah Jihad, juga bathiniyah
Korelasi berjihad di jalan Allah ( وَ جَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللهِ ) dengan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang ( وَ اللهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ ).
Inilah “ orientasi Jihad “, bahwa “ jihad “ harus dilandasi dengan keimanan dan keyakinan serta kesadaran untuk mengharapkan rahmat dari Allah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang; hal yang demikian, secara jelas bahwa jihad bukan untuk memperoleh sesuatu yang bersifat “ duniawi “, yang demikian itu terlalu kecil ( ثَمَنًا قَلِيلاً ) dibanding dengan “Rahmat Allah Yang Maha Pengampun lagi Mmaha Penyayang ( رَحْمَتَ اللهِ غَفُورٍ رَّحِيمٍ ) “
d. mereka itu mengharapkan rahmat Allah ( اُولَئِكَ يَرْجُونَ رَحْمَتَ اللهِ ),
e. dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang ( وَ اللهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ ).
اِنْ ضَلَلْتُ فَاِنَّمَآ اَضِلُّ عَلَى نَفْسِى وَ اِنِ اهْتَدَيْتُ فَبِمَا يُوحِي اِلَيَّ رَبِّي
اِنَّهُ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ ( 50 : 34 )
اِنَّهُ لَذِكْرٌ لَكَ وَ لِقَومِكَ وَ سَوفَ تُسْئَلُونَ ( 44 : 43 )
22 RAJAB 1437 H / 30 APRIL 2016
MAJELIS PENGAMALAN AL-QUR’AN ( MPQ )
PENGASUH
muhammad munhari jufri ( mmj )
12-12-1938 / 05-08-2016
( عَسَى اللهُ اَنْ يَرْمَهُ وَ يَغْفِرَ لَهُ )