بِسْمِ اللهِ الْوَاسِعِ الْعَلِيْمِ
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَابْتَغُوا إِلَيْهِ الْوَسِيلَةَ وَجَاهِدُوا فِي سَبِيلِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Hai orang-orang yang beriman ( يَا اَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ), bertakwalah kepada Allah ( اتَّقُوا اللهَ ) dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya ( وَ ابْتَغُوا اِلَيهِ الْوَسِيلَةَ ), dan BERJIHADLAH pada JALAN-NYA ( جَاهَدُوا فِي سَبِيلِهِ ), supaya kamu mendapat keberuntungan ( لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ ).( Qs. Al – Ma’idah / 5 : 35 )
Pengajaran ( مَوعِظَةٌ ), Petunjuk ( هُدًى ) dan Peringatan ( ذِكْرَى ) dari Qs. 5 : 35, yang dapat diambil,
a. Hai orang-orang yang beriman ( يَا اَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ),
b. bertakwalah kepada Allah ( اتَّقُوا اللهَ )
c. dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya ( وَ ابْتَغُوا اِلَيهِ الْوَسِيلَةَ ),
d. dan BERJIHADLAH pada JALAN-NYA ( جَاهَدُوا فِي سَبِيلِهِ ),
Korelasi BERJIHAD pada JALAN-NYA ( جَاهَدُوا فِي سَبِيلِهِ ) dengan orang-orang yang beriman ( يَا اَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ),
1) berjihad pada jalan-Nya ( جَاهَدُوا فِي سَبِيلِهِ ), selanjutnya disingkat “ JIHAD “, adalah kewajiban sekaligus kebutuhan “ orang yang beriman ( الَّذِينَ آمَنُوا ),
2) JIHAD, tidak dilandasi dengan iman, tidak benar, bisa bias dan menyimpang; demikian juga “ IMAN “ tanpa JIHAD, akan sangat rapuh
3) JIHAD dan IMAN, dua penentu untuk suatu “ keberuntungan “ yang saling bergantung “, begitu erat saling ketergantungan/keterkaitan tersebut, sehingga “ dua penentu “ tersebut seperti “ dua sisi “ dari coin yang sama
4) Tiada JIHAD yang benar tanpa IMAN, begitu juga IMAN akan sangat lemah bila tidak didukung dengan JIHAD
5) Jadi JIHAD yang sebenarnya adalah JIHAD untuk mengembangkan dan memperkuat keber-imanan
6) Dengan demikian WILAYAH ( lokus ) IMAN adalah WILAYAH JIHAD; karena Wilayah/Lokus IMAN bersifat bathiniyah atau pada qalbu, maka begitu juga wilayah JIHAD
7) Dengan demikian, sesungguhnya JIHAD bukanlah aktivitas pisik, akan tetapi lebih bersifat bathiniyah
Korelasi BERJIHAD pada JALAN-NYA ( جَاهَدُوا فِي سَبِيلِهِ ) dengan bertakwa kepada Allah ( اتَّقُوا اللهَ )
1) ditetapkannya “ dua hal “ tersebut dalam “ satu ayat “, memberi pengajaran bahwa “ dua hal “ tersebut “ saling berkait dan saling bergayut “
2) JIHAD hanya dan hanya benar, bila dilaksanakan dalam rangka “ bertakwa kepada Allah swt “
3) Bertakwa kepada Allah akan kokoh, tidak mudah bergeser, bila didukung dengan JIHAD
4) Maka JIHAD sesungguhnya bukan kegiatan yang bersifat kearah keluar ( outward ), melainkan lebih menjurus kedalam ( inward ), yaitu memperkokoh “ segala upaya bertakwa “ agar ketakwaannya tidak mudah bergeser dari jalan-Nya dan tidak tercemari oleh anasir kemusyrikan, betapa-pun kecil/halusnya anasir tersebut
5) Sekali lagi dalam bahasa Qs. 5 : 35, sama sekali tidak mengisyaratkan suatu aktivitas atau peristiwa perselisihan pisik, apalagi bersenjata
Korelasi BERJIHAD pada JALAN-NYA ( جَاهَدُوا فِي سَبِيلِهِ ) dengan mendekatkan diri kepada-Nya ( وَ ابْتَغُوا اِلَيهِ الْوَسِيلَةَ ),
1) “ dua Pengajaran/Petunjuk “ tersebut, pasti saling erat berkaitan
2) Jihad hanya dan hanya benar bila untuk mendukung segala upaya dan kegiatan untuk mendekatkan diri kepada-Nya
3) Upaya untuk mendekatkan diri kepada-Nya akan sangat rentan, bila tidak didukung oleh Jihad
4) Maka sekali lagi, jelas bahwa Jihad, sesungguhnya bukanlah upaya yang bersifat kearah keluar, melainkan lebih bersifat kearah kedalam, untuk kebutuhan mendukung kebutuhan kegiatan sendiri
5) keberimanan, bertakwa dan mendekatkan diri kepada-Nya, sama sekali tidak mencerminkan suatu kegiatan perjuangan atau pertempuran dengan bersenjata antara dua kekuatan bersenjata
e. supaya kamu mendapat keberuntungan ( ( لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ ; maka keberuntungan yang sebenarnya adalah keberimanan yang bersih, tidak tercermar oleh unsur kemusyrikan, intensitas ketakwaan yang tinggi ( pengamalan al-Qur.an ) dan makin mendekatkan diri kepada-Nya, semuanya hanya dapat terlaksana dengan benar dan selamat bila didukung dengan JIHAD pada jalan-Nya ( جَاهَدُوا فِي سَبِيلِهِ )
اِنْ ضَلَلْتُ فَاِنَّمَآ اَضِلُّ عَلَى نَفْسِى وَ اِنِ اهْتَدَيْتُ فَبِمَا يُوحِي اِلَيَّ رَبِّي
اِنَّهُ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ ( 50 : 34 )
اِنَّهُ لَذِكْرٌ لَكَ وَ لِقَومِكَ وَ سَوفَ تُسْئَلُونَ ( 44 : 43 )
Jakarta, 21 RAJAB 1437 H / 28 April 2012
MAJELIS PENGAMALAN AL-QUR’AN ( MPQ )
PENGASUH
muhammad munhari jufri ( mmj )
12-12-1938/05-08-2016
( عَسَى اللهُ اَنْ يَرْمَهُ وَ يَغْفِرَ لَهُ )