Belajar bahasa Arab Quran lagi yuk, lanjut tentang "AL", sekarang kita bahas yg sering menjadi trending, "AL-KAAFIRUUN" (jika bentuknya marfu') atau "AL-KAAFIRIIN" (jika bentuknya manshub atau majrur), apa makna AL disana ? (istilah2 kaidah bahasa Arab spt marfu', manshub dan majrur saat ini tidak perlu diterangkan)
AL yang sudah kita pelajari lalu adalah maknanya tertentu, bukan semua. Masih menyambung makna tertentu itu, kali ini Allah menjelaskan ciri-cirinya untuk memperjelas AL (tertentunya) yang dimaksud itu.
Seperti QS Shaad [38]:71-74 berikut ini dan QS An-Nisaa [4]:37 dan QS Yusuf [12]:87
إِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي خَالِقٌ بَشَرًا مِّن طِينٍ [٣٨:٧١]
(Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: "Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah.
فَإِذَا سَوَّيْتُهُ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِن رُّوحِي فَقَعُوا لَهُ سَاجِدِينَ [٣٨:٧٢]
Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh (ciptaan)Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya.
فَسَجَدَ الْمَلَائِكَةُ كُلُّهُمْ أَجْمَعُونَ [٣٨:٧٣]
Lalu seluruh malaikat-malaikat itu bersujud semuanya,
إِلَّا إِبْلِيسَ اسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ [٣٨:٧٤]
kecuali iblis; dia (istakbara) menyombongkan diri dan adalah dia termasuk orang-orang yang kafir (AL-KAAFIRIIN). "
QS Shaad [38]:71-74
Mari kita perhatikan ayat terakhir QS 38:74 di atas, disitu Allah menjelaskan ciri2 AL-KAAFIRIIN adalah sombong terhadap perintah Allah yg disebut pada QS 38:72nya.
الَّذِينَ يَبْخَلُونَ وَيَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبُخْلِ وَيَكْتُمُونَ مَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِن فَضْلِهِ ۗ وَأَعْتَدْنَا لِلْكَافِرِينَ عَذَابًا مُّهِينًا [٤:٣٧]
(yaitu) orang-orang yang kikir, dan menyuruh orang lain berbuat kikir, dan menyembunyikan karunia Allah yang telah diberikan-Nya kepada mereka. Dan Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir (AL-KAAFIRIIN) itu siksa yang menghinakan. QS An-Nisaa [4]:37
يَا بَنِيَّ اذْهَبُوا فَتَحَسَّسُوا مِن يُوسُفَ وَأَخِيهِ وَلَا تَيْأَسُوا مِن رَّوْحِ اللَّهِ إِنَّهُ لَا يَيْأَسُ مِن رَّوْحِ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْكَافِرُونَ ﴿يوسف: ٨٧﴾
Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir (AL-KAAFIRUUN)". QS Yusuf [12]: 87
Di QS 4:37, Allah menjelaskan ciri2nya yg lain dari kata AL-KAAFIRIIN, yaitu orang-orang yg berbuat kikir dan menyuruh orang lain utk kikir juga.
Di QS 12:87, Allah juga menjelaskan ciri2nya yg lain dari kata AL-KAAFIRUUN, yaitu orang-orang yg berputus asa.
Dari tiga contoh ayat di atas saja, jelas bahwa Allah ingin menegaskan salah satu ciri2 AL-KAAFIRUUN atau AL-KAAFIRIIN, di antaranya berputus asa, kikir terhadap manusia, atau menyombongkan diri terhadap perintah Allah, dan masih banyak lagi ciri-ciri yg lain saat ini dibatasi tiga dahulu.
Kita tinggal introspeksi diri saja masing2, misal mengenai menyombongkan diri terhadap perintah Allah spt dalam QS An-Nisaa [4]:59 berikut ini :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنكُمْ
Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu
Nah apakah kita istakbara (menyombongkan diri) terhadap perintah Allah QS 4:59 di atas dengan tidak mau taat pada Ulil Amri ?
Selalu berWaspadalah / BerTakwalah, karena kalau cuman mengakui Allah sebagai Tuhan, Iblis dari dulu dan sampai sekarang juga begitu, namun karena menyombongkan diri terhadap perintah Allah maka dia termasuk golongan AL-KAAFIRIIN.
Bentuk kesombongan bisa bermacam-macam, tidak mau menghormati, tidak mau mengakui, tidak mau mengikuti keputusan2, merasa lebih pintar dari Ulil Amri, dan sebagainya.
demikian, Wallahu a'lam.