Sekarang ada nama-nama yang dari awal sudah disematkan "AL" karena memang maknanya khusus, bisa jadi karena satu-satunya, atau untuk membedakan dengan nama lain yang mirip.
Ini berbeda jika kita temukan ada kata "Kitaaban" dan juga "Al-Kitaab". Kitaaban (bentuknya isim nakirah) itu artinya kitab secara umum, undefinite, tetapi Al-Kitaab adalah kitab khusus atau tertentu, definite.
"AL" yg sudah menjadi nama juga karena dianggap satu-satunya, seperti dlm bahasa Inggris The Sun, dlm bahasa Arab spt Al-Syams (dibaca Asy-Syams) / Matahari, Al-Qamar / Bulan, Al-Ka'bah di Mekkah.
Untuk nama Masjid tanpa "AL" di depannya, biasanya itu masjid umum. Kata "Masjid" lalu diikuti nama masjidnya, misal Masjid 'Ali, Masjid 'Umar, Masjid At-Taqwa, Masjid Baitul Muttaqien, tanpa "AL" di depannya.
Tapi tidak halnya dengan 3 masjid di dunia, yang namanya saja sudah diawali dg "AL", karena memang unik dan paling utama, yaitu :
1. Al-Masjid Al-Haraam di Mekkah (disebut di Quran, QS 2:144, 2:149, 2:150, 2:191, 2:196, 17:1, 48:25, 48:27),
2. Al-Masjid Al-Nabawiy di Al-Madinah,
3. Al-Masjid Al-Aqsha di Palestina (disebut di Quran, QS 17:1)
Ada lagi yg baru saja disebut no. 2, nama kota yang memang dalam namanya sudah disematkan "AL", seperti Al-Madinatu / Al-Madinah, kota tertentu yaitu kotanya Nabi yang sebelumnya bernama Yatsrib.
Sedangkan kota-kota lain jika disebut dalam bahasa Arab, diawali dg kata "Madinatu/Madinah" lalu diikuti namanya, misal Madinatu Qaahirah / Kota Cairo, Madinatu Jakarta / Kota Jakarta, Madinatu Bandung / Kota Bandung tanpa "AL" di depannya.
Begitu juga dengan nama bulan, ada nama bulan dalam tahun Hijriyyah yg dinamai dg awalan "AL", yaitu Al-Muharram, bulan pertama Hijriyyah.
Jika hanya disebut tanpa "AL" di depannya, disebut hanya kata Muharram, maka bulan-bulan Rajab (bulan ke-7), Ramadhan (bulan ke-9), Dzul Qi'dah (bulan ke-11) dan Dzul Hijjah (bulan ke-12) adalah bulan-bulan Muharram juga selain bulan Al-Muharram (bulan ke-1). Bulan-bulan tersebut dinamakan bulan Muharram karena kemuliaannya dengan demikian dilarang untuk berbuat yang menodai kemuliaan bulan-bulan Muharram tersebut seperti pertumpahan darah.
Maka untuk membedakan bulan-bulan Muharram dengan bulan ke-1, ditambahkanlah imbuhan "AL" di depannya, menjadi Al-Muharram utk bulan ke-1 Hijriyyah.
Selamat Tahun Baru Hijriyyah, tanggal 1 bulan Al-Muharram tahun 1442 H.