Menurut saya telah menyalahi setidaknya dua kaidah, satu kaidah bahasa dan satu lagi kaidah sunnatullah.
Dari kaidah bahasa... Nabi Isa as dikatakan telah diangkat ke naik, berdasar ayat QS 4:158, pada kata "bal rafa'ullahu ilaihi", terjemahannya adalah "tetapi, telah diangkat oleh Allah kepadaNya'. Sebagian orang mengatakan bahwa kata "ilaihi"/kepadaNya, disana ditafsirkan dengan "ila as-samaa"/ke langit.
Itu jelas menyalahi kaidah bahasa, nahwu, bahwa kata "hi" itu menunjuk pada dhomir mudzakkar/kata ganti tunggal laki2, sedangkan kata "as-samaa" itu jelas merupakan bentuk kata muannats/perempuan/feminim. Apa bukti kata "as-samaa" adalah jenis kata feminim, lihat saja pada surat Asy-Syams [91]:5, di sana dikatakan "Was samaa'i wa maa banaahaa", Kata "haa" disana menunjuk kembali ke kata "as-samaa" dan merupakan dhomir muannats/perempuan/feminim.
Lalu ada kata "rafa'a hullahu ilaihi" di ayat 4:158 yg artinya Allah mengangkatnya kpdNya. Sepanjang yg saya cari semua kata "rafa'a" lalu jika dikaitkan dg manusia itu artinya mengangkat derajat, bukan mengangkat fisik، spt dlm surat 58:1, "yarfa'illahu ladziina aamanuu minkum walladziina uutul 'ilma darajaat", yang artinya Allah mengangkat derajat orang2 yg beriman di antarmu dan yang berilmu beberapa derajat".
Jadi tidaklah tepat jika kata "ilaihi" pada QS 4:158 itu ditafsirkan jadi "ila as-samaa", berbeda jenis katanya.
Yg kedua dari segi sunnatullah, Nabi Isa telah diangkat ke langit, itu pemahaman yang melanggar sunnatullah. Siapapun yang diangkat ke langit secara fisik akan kehabisan oksigen karena semakin ke atas langit, oksigen semakin menipis, dan nafaspun menjadi sesak. Ini juga yang disinyalir Allah pada QS An-An'aam [6]:125 sbb :
وَمَن يُرِدْ أَن يُضِلَّهُ يَجْعَلْ صَدْرَهُ ضَيِّقًا حَرَجًا كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِي السَّمَاءِ ۚ كَذَٰلِكَ يَجْعَلُ اللَّهُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ [٦:١٢٥]
Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.
Demikian, dan terima kasih
Wassalamualaikum wrwb
H3Q